Sabtu, 14 Juni 2014

(Novel) Rain And Tears Setting : Taiwan, The Lonely Planet

Masih dalam rangka mempromosikan Novel Perdanaku, “Rain and Tears, Memories Of The Rain”, kali ini aku ingin berbagi alasan kenapa aku memilih setting di Negara Taiwan dan bukan di Negara lain seperti di Korea atau Indonesia. Well, berhubung ini adalah Novel Perdanaku so pasti aku memiliki alasan-alasan sendiri yang membuat saya memilih Taiwan sebagai setting Novel kali ini. Do you know why I choose Taiwan? Here is the reason..


Saat mengikuti kompetisi ini, pada awalnya aku tidak tahu bahwa settingnya boleh di luar negeri, aku berpikir bahwa settingnya HARUS DI INDONESIA so awalnya aku memutuskan menggunakan BALI sebagai setting naskah kali ini, tapi setelah dipikir lagi sepertinya Bali sudah terlalu banyak so aku ganti lagi menjadi Lombok, sampai akhirnya aku membaca FAQ #BulanNarasi yang menjelaskan kalau setting TIDAK HARUS di INDONESIA, langsung deh hari itu juga aku memboyong semua cast saya imigrasi ke luar negeri dan mengubah nama mereka.

Dan dari sekian banyaknya negara di dunia, Finally I CHOOSE TAIWAN. Why I choose Taiwan? Simple :  


1.Karena belum ada atau mungkin masih sedikit Novel Indonesia yang menggunakan Taiwan sebagai settingnya.
Setelah menjelajahi Gramedia dan meneliti satu per satu Novel yang  bersetting di luar negeri, ternyata PALING BANYAK adalah setting di KOREA SELATAN. Bukan hanya banyak tapi mungkin bisa dibilang Novel bersetting Korea SUDAH BANYAK MENJAMUR. Selain Korea Selatan, negara yang banyak dijadikan setting Novel adalah London, Jepang, Paris, Wina, Belgia, dan beberapa negara di kawasan EROPA.

TAIWAN? Aku baru menemukan SATU saja, hanya saja aku lupa judulnya. Novel yang berkisah tentang Buruh Migran Indonesia yang bekerja di Taiwan, Berdasarkan kenyataan itu, akhirnya aku memutuskan untuk memilih TAIWAN sebagai setting novel perdanaku. Di tengah derasnya arus KOREAN WAVE dan walau aku sendiri adalah pecinta K-pop tapi aku memilih jalan yang berbeda, DIFFERENT IS SPECIAL, right? WHAT MAKE YOU DIFFERENT MAYBE IS YOUR GREATEST STRENGHT!

2.Taiwan memiliki banyak sekali obyek wisata yang indah yang sayangnya karena kalah oleh derasnya arus Korean Wave jadi keindahan Taiwan jarang sekali disinggung atau diekspose dan bahkan cenderung diabaikan.
Melalui novel ini, aku ingin sedikit mengeksplorasi keindahan Taiwan. Beberapa tempat yang menjadi setting saya adalah : Sun Yat sen Memorial Hall, National Taiwan Normal University, Menara Taipei 101, Xi Men Ding dan Fulong Beach yaitu sebuah pantai yang berpasir emas yang sangat indah. Jalan-jalan ke Taiwan nih ceritanya hehehe =)


3.Karena aku sudah pernah membuat postingan tentang Taiwan di dalam blog.
Jadi aku hanya tinggal membuka postinganku sendiri lalu menyalin ulang dan memasukkan tokoh-tokoh novelku ke dalamnya berikut kejadian-kejadian yang menimpa mereka. Simple right? Gak perlu searching lagi karena sudah ada postingan tentang Taiwan di blogku sendiri.

4. Karena sebelum mengenal Kpop, aku lebih dulu menyukai Taiwan dan dramanya.
Sebut saja Meteor Garden, Mars, The Prince Who Turn Into A Frog, Magician Of love, At The Dolphin Bay, Twins, Snow Angel, Summer Desire dan drama sukses Taiwan lainnya yang pernah diputar di salah satu stasiun TV swasta Indonesia. Jadi saat memilih Taiwan, aku membayangkan diriku adalah San Chai, si Rumput Liar dalam serial populer Meteor Garden dan mendadak adegan demi adegan di tempat-tempat yang aku sebutkan tadi mengalir begitu saja. Jadi berasa kayak San Chai beneran hahaha =) Tapi karakterku bukan San Chai loh xixixi =)

5. Pemilihan Nama Karakter lebih cocok dan sesuai dengan tema.
Jujur, aku kurang suka dan merasa nama-nama Indonesia yang berhubungan dengan cuaca dan alam, agak kurang cocok jika dijadikan nama orang. Contoh: hujan, awan, angin, langit, galaksi, bumi, api rasanya sangat aneh kalau dijadikan nama orang, apalagi nama seorang gadis muda.

Gak klik gitu dengernya, kurang ada feelnya. Palingan hanya nama "Bulan" dan "Bintang" aja yang agak sering terdengar dijadikan nama orang, sisanya seperti "Hujan, awan, angin" kok masih jarang, ya? Dan agak aneh serta cringe gitu dengernya. Jadilah lebih cocok dalam bahasa mandarinnya aja.

Bahasa Mandarinnya "Hujan" adalah "Yu", lalu untuk "Langit adalah" "Thien" sedang "Awan" adalah "Yun" (dibaca Yin) dan "Angin" adalah "Feng".

Bahasa Mandarin tentang unsur alam itu jika dijadikan nama seseorang akan terdengar lebih manis dan gak cringe. Secara estetika, memanggil nama "Thien Yu" lebih enak didengar daripada memanggil "Langit Turun Hujan", kan?

Coba deh bayangin kamu manggil temenmu dengan kalimat, "Hei, Langit Turun Hujan!" bukankah itu terdengar aneh dibandingkan saat memanggil "Hei, Thien Yu!"?

Lalu hal yang sama juga berlaku untuk karakter pemeran utama pria, "Yin Feng". 
Secara estetika, memanggil nama "Yin Feng" lebih enak didengar daripada memanggil "Awan dan Angin", kan? Unsur estetika nama Indonesia gak cocok gitu kalau dilihat dari tema ceritanya, jadilah settingnya dipindah ke Taiwan agar cocok dan pas dengan penempatan namanya.

~~~~~~

Nah, itulah beberapa alasan kenapa aku memilih Taiwan sebagai setting Novel perdanaku. Dan aku berharap aku bisa membawa semua pembacaku berjalan-jalan menikmati menikmati keindahan Taiwan, The Lonely Planet, negara tempat F4 Meteor Garden yaitu Jerry, Vic, Ken dan Vannes berasal hehehe =)



Sebelumnya novel ini pernah diterbitkan oleh Nulisbuku.com namun kini aku memutuskan untuk mempostingnya ulang secara gratis. 

<<<< Cerita lengkap bisa dibaca di blogku yang lain yaitu: Liana Land! >>>>

Salam, 

Liliana Tan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar