Kamis, 20 Juli 2017

Berbagai Jenis Transportasi di Korea Selatan : Arex, Subway, KTX, ITX, Shuttle Bus dll

Masih membahas seputar sistem transportasi di Korea Selatan, jika di artikel sebelumnya, dibahas mengenai sistem pembayaran transportasi yang berbasis smart card alias T-Money, maka kali ini, penulis akan membahas tentang berbagai macam jenis transportasi yang ada di negeri Ginseng tersebut.



Berbicara mengenai transportasi, sudah pasti sistem transportasi di Korea Selatan lebih modern daripada sistem transportasi di Indonesia. Bukan bermaksud menghina atau sebagainya, namun kenyataannya, sistem transportasi di Indonesia memang masih kalah jauh dengan negara-negara maju di dunia.




Sistem transportasi di Korea Selatan memiliki beragam jenis yang berbeda tergantung dari tujuan/lokasi yang ingin dituju oleh masyarakat. Dan sistem pembayarannya pun terbilang sangat mudah yaitu hanya dengan menggesekkan atau men-tap kartu T-Money yang kita miliki dan secara otomatis saldo akan terpotong dengan sendirinya.


T-Money, sistem pembayaran transportasi yang praktis di Korea Selatan

Walaupun ada juga yang masih memakai uang tunai, namun itupun jumlah pemakainya makin lama makin sedikit karena seiring perkembangan jaman, menggunakan T-Money tentu jauh lebih praktis, mudah dan tak perlu repot mengeluarkan uang, dan membeli tiket bus atau subway yang bersangkutan.

Berikut berbagai jenis transportasi di Korea Selatan :
A. Transportasi dari Bandara
Dari Bandara Incheon (Incheon International Airport) menuju ke Seoul, tentu yang kalian pikirkan adalah bagaimana caranya ke sana? Tak perlu khawatir, karena pemerintah Korea Selatan telah menyediakan berbagai pilihan transportasi yang dapat mengantarkan setiap orang menuju ke Seoul. 

Bagi para wisatawan asing yang ingin melewatkan liburan di Korea Selatan, ada berbagai pilihan transportasi di bandara yang dapat kalian gunakan menuju ke Seoul, di antaranya : 
a. AREX (Airport Railroad Express) alias kereta super cepat yang akan mengantarkan penumpang dari Incheon menuju Seoul hanya dalam waktu 43 menit saja.


AREX dapat menjadi pilihan yang paling ekonomis dan efektif, asalkan jadwal penerbangan kita bertepatan dengan jam kereta AREX tersebut beroperasi. AREX beroperasi mulai pukul 5.30 pagi hingga pukul 21.40 malam. Dari bandara Incheon menuju ke Seoul Station dan dari Seoul Station, penumpang dapat meneruskan perjalanan menggunakan subway atau bus menuju lokasi penginapan masing-masing.


Loket pembelian tiket AREX (Express Train Tickets)

AREX memiliki pilihan harga : Express Train seharga 8000 won atau All Stop Train (berhenti di semua stasiun) seharga 4250 won.


AREX All Stop Train. Bersih banget, kan? Lantainya bahkan bisa dibuat ngaca ^_^

b. Seoul Metropolitan Subway, waktu yang dibutuhkan menuju pusat kota Seoul hanya sekitar 40-50 menit. 
c. Bus bandara, waktu yang diperlukan menuju pusat kota Seoul memakan waktu sekitar 1 hingga 1,5 jam. 
d. Taksi (ada juga yang dinamakan taksi jumbo)

Taksi jumbo

Note : Peta Seoul termasuk dengan jaringan transportasinya dapat diperoleh dengan mudah di bandara. Tiketnya pun dapat dibeli baik single trip atau menggunakan T-Money yang lebih efektif dan praktis (kalau uda ngisi T-Money, gak perlu tiket lagi soalnya) 

B.Transportasi dalam kota (Seoul) 
1. Subway
Subway atau kereta bawah tanah di Seoul memiliki total ada 21 jalur. Subway di Seoul (termasuk yang sampai ke provinsi sebelah). yang diwakili dengan warna dan tiga jalur tambahan yaitu Jungang Line, Bundang Line, dan Gyeongui Line. 

Subway di Seoul beroperasional mulai pukul 05.30 pagi sampai 24.00 malam. Namun kebanyakan tutup hingga pukul 23.00 malam. Subway di Seoul adalah salah satu sistem transportasi yang bersahabat dan nyaman untuk wisatawan.


Selain itu, Subway merupakan sistem transportasi tercepat, termurah, dan ternyaman. Subway menjangkau hampir seluruh tempat wisata dan pusat keramaian dengan biaya bervariasi mulai 1.350 won (atau 1.250 won dengan T-money) untuk jarak kurang dari 10 km.


Kursi khusus untuk lansia dan wanita hamil. Lansia berwarna abu-abu dan wanita hamil berwarna pink. Jangan coba-coba duduk di kursi khusus tersebut kalau gak mau dipelototin dan dianggap gak punya moral.

Cara menggunakan T-Money untuk Subway :
Letakkan kartu pada alat sensor yang tersedia di atas pintu putar sampai berbunyi dan menampilkan biaya yang ditarik (atau digunakan) di bagian atas dan sisa saldo di bagian bawah. Jika kalian hanya melakukan transfer, maka jumlah biaya yang ditarik akan ditampilkan “0” (nol) saja, karena penumpang mendapatkan diskon transfer perjalanan seperti yang penulis jelaskan di artikel sebelumnya. Ketika penumpang sampai di tempat tujuan, tempelkan kembali kartu ke alat sensor.
 


2. Bus.
Selain subway, bus adalah salah satu transportasi andalan warga Seoul. Tarif bus di Seoul dimulai dari 1.000 won sampai 2.400 won atau setara dengan Rp 12.000 - Rp 288.000.


Bus di Seoul terbagi menjadi beberapa rute berdasarkan warna bus tersebut : 
a. Bus berwarna biru adalah bus yang memiliki rute paling banyak dan memiliki jarak tempuh paling panjang karena mengelilingi kota Seoul.


b. Bus berwarna hijau adalah bus yang memiliki rute paling pendek karena umumnya hanya mengantarkan penumpang ke stasiun subway atau ke halte bus warna biru, untuk selanjutnya penumpang meneruskan perjalanan mereka dengan memakai bus warna biru tersebut. 

Lucu kan busnya?

c. Bus berwarna merah adalah bus cepat yang memiliki rute dari pusat kota Seoul ke lokasi-lokasi wisata di kota Seoul.


d. Bus berwarna kuning adalah bus yang memiliki rute yang hampir mirip dengan bus warna hijau yang memiliki rute yang pendek. Bus warna kuning rata-rata berhenti di stasiun besar dan area perbelanjaan yang umumnya sering didatangi oleh wisatawan.


Cara menggunakan T-Money untuk Bus :
Sebelum masuk ke dalam bus, tempelkan kartu T-Money kalian di alat sensor yang terletak di bagian depan bus, di sebelah ruang kemudi sopir sampai alat tersebut berbunyi dan menampilkan jumlah yang dibayar di bagian atas, dan sisa saldo di bagian bawah. Sebelum keluar dari bus, tempelkan kembali kartu T-Money tersebut di alat yang terletak di bagian pintu belakang bus.

Kalau mau turun, T-Moneynya ditempelin ke kotak hitam yang ada tulisan "Cash Bee" dengan simbol huruf "B" tersebut. Sedangkan kalau waktu naik, ditempelkan di kotak hitam yang ada di samping kursi sopir.

Note “Aturan untuk naik bus di Korea Selatan” :
Di Korea, ada aturan khusus untuk menaiki bus, penumpang harus selalu naik melalui pintu depan bus dan turun melalui pintu belakang. Jangan coba-coba masuk dari pintu belakang, jika kalian tidak mau dimarahi oleh sopir bus atau penumpang bus yang lain. Naik bus di luar negeri tak sama dengan di Indonesia yang bisa naik dari pintu depan ataupun belakang. Di negara maju seperti Korea Selatan, biasakanlah mengikuti peraturan dan jangan coba-coba dilanggar jika kalian tidak mau dimaki-maki di ne
geri orang.


Ketika naik, penumpang harus terlebih dahulu menempelkan kartu T-Money ke kotak hitam yang berlogo "T" tersebut, barulah kemudian mencari tempat duduk.

Naiklah melalui pintu depan dan turun melalui pintu belakang, tempelkan T-Money setiap kali naik ataupun turun dari bus. Hal ini dimaksudkan untuk menentukan berapa km jarak lokasi kalian dari tempat semula ke tempat tujuan untuk menentukan berapa saldo yang akan dipotong.

3. Taksi.
Taksi tentunya merupakan sistem transportasi paling nyaman dan tidak perlu ribet, karena penumpang hanya tinggal melambaikan tangan memanggil taksi yang selalu lewat setiap beberapa menit lalu duduk manis dan menyebutkan lokasi tujuan ke sopir taksi tersebut, tapi tentu saja tarif taksi tak semurah subway atau bus.

Argo taksi dimulai dari 3.000 won dan lebih mahal 20% dari harga normal pada pukul 00.00-04.00. Di Korea ada 2 jenis taksi dengan tingkat tarif yang berbeda yaitu :
a. Taksi reguler yang berwarna putih.


b. Taksi yang berwarna hitam atau orange dan bertuliskan “International Taxi”. Taksi yang bertuliskan “International Taxi” tarifnya lebih mahal dari taksi reguler yang berwarna putih. Jadi harap jangan salah pilih jika tidak mau kantong bolong dalam sekejap hihihi ^.^



Taksi di Seoul bisa dibilang dapat diandalkan meskipun kemampuan bahasa inggris si sopir sangat terbatas. Selain itu harga yang tercantum di argo dapat dipercaya. Benarkah? Kok tahu sih? Gampang saja jika ingin membuktikan.

Sebelum kalian pergi ke suatu tempat, tuliskanlah alamat tujuan kalian di secarik kertas lalu berikan pada resepsionis hotel/guesthouse tempat kalian menginap lalu tanyakan berapa kira-kira ongkos yang diperlukan untuk menuju ke sana jika memilih untuk naik taksi, lalu kemudian bandingkan perkiraan harga yang disebutkan resepsionis tersebut dengan argo yang tercantum dalam taksi. Pasti hasilnya tidak akan jauh berbeda.

Kalian juga dapat meminta resepsionis hotel/guesthouse tersebut untuk menuliskan alamat tersebut dalam tulisan hangul agar nantinya dapat kalian tunjukkan ke sopir taksi yang bersangkutan.


Jangan khawatir! Sopir taksi di Korea Selatan tidak akan berpikir jahat seperti umumnya sopir angkot, bus di Indonesia, di mana pernah marak diberitakan kasus pemerkosaan di taksi atau bus di Jakarta, ataupun penipuan yang dilakukan sopir angkot kepada pendatang dari kota lain. 

Tenang saja. Mental orang luar negeri sangat bagus dan terdidik dan bukan mental bajing*an, radikal, pencuri kayak mayoritas orang Indonesia. Gimana gak mental bajing*an dan pencuri, kalau motor diparkir di depan rumah pemiliknya aja berani dicuri dan waktu tertangkap basah, pemilik motor malah ditembak mati? T__T *lihat berita* Sedih kalau inget mentalnya orang Indonesia yang *maaf* rusak T___T

Ada nomor telponnya

Oh ya, keistimewaan taksi di Korea Selatan adalah penumpang juga dapat menyampaikan keluhan/komplain terkait taksi yang ditumpangi apabila dirasa kurang nyaman melalui nomor telepon yang tertera di dalam taksi. Dan setelah laporan diproses serta ditemukan benar adanya maka pemerintah Seoul akan mengembalikan ongkos yang telah dibayar penumpang. Two thumbs up for South Korea !!!

C. Transportasi Antar Kota.
Untuk transportasi antar kota, misalnya dari Seoul ke Busan atau sebaliknya, penumpang memiliki banyak pilihan yang bisa digunakan.

Transportasi antar kota di Korea Selatan terbagi menjadi : 
1. Kereta cepat bawah tanah (KTX, ITX dan GTX) 
Harga kereta cepat KTX adalah 53.000 won sekali jalan dengan lama perjalanan sekitar 3.5 jam (untuk tujuan Busan). Seperti umumnya sistem transportasi di Korea Selatan, semua angkutan publik yang ada di Korea sangat bersih, bagus dan nyaman, termasuk yang satu ini. Bahkan saking bagusnya, KTX tampak seperti kereta api eksekutif di Indonesia, bahkan mungkin Bima Eksekutif dan Argo Bromo pun kalah bagusnya.

KTX:



Sepertinya di Seoul, kebersihan adalah yang utama. Tak hanya kereta cepat antar kota, bahkan di subway dan bus dalam kota pun sangat bersih dan terawat, tak ada adegan penumpang membuang kulit buah, kulit telur puyuh atau bungkus makanan/permen di dalam bus atau kereta seperti yang lazimnya terlihat di Indonesia. 

ITX:



Bersih banget kan lantainya? Gak ada adegan penumpang membuang kulit buah, kulit telur puyuh atau bungkus permen/makanan di dalam kereta seperti yang umumnya kita lihat di Indonesia. Mental oh mental...Sepertinya orang-orang Indonesia memang harus direvolusi mental habis-habisan >__< Gak suka ta ngeliat bersih kayak gini?

(Tepok jidat ma indonesiaku, mentalnya loh, uda mental pencuri, mental radikal, ditambah mental nyampah bin kemproh pula. Ngaku deh, orang-orang yang membaca artikel ini pasti pernah melakukan atau setidaknya pernah melihat ada penumpang yang membuang sampah sembarangan di dalam bus atau kereta. Tidak bisakah kalian meniru orang luar negeri, please! Hobi kok hobi nyampah >___<)

2. Bus Antar Kota.
Selain menggunakan kereta cepat bawah tanah antar kota (KTX, GTX, ITX), bus juga dapat dijadikan pilihan untuk transportasi ke luar kota karena menawarkan harga yang lebih murah. Namun walau menawarkan harga yang lebih murah daripada kereta cepat bawah tanah, bus antar kota di Korea Selatan semunya sangat nyaman, bersih dan terawat.
 

Bus antar kota pun terbagi lagi menjadi :
* Bus ekspres untuk jarak yang lebih jauh.
* Bus regular untuk jarak yang lebih dekat. 
* Midnight bus yang biasanya hanya berangkat di malam hari. 


3. Pesawat domestik.
Untuk jarak yang lumayan jauh dan akan memakan waktu belasan jam atau bahkan bisa seharian bila ditempuh dengan kereta atau bus, maka pesawat domestik dapat dijadikan pilihan.

4. Sewa mobil pribadi.
Bagi kalian yang memiliki budget lebih atau berangkat ramai-ramai bersama keluarga besar, mungkin akan lebih nyaman bila menyewa mobil pribadi. Di Seoul juga tersedia banyak sekali rental mobil untuk perjalanan ke luar kota yang juga dilengkapi dengan GPS agar Anda tidak tersesat.

Note : 
Transportasi dan hotel adalah hal (yang menurutku) paling mahal di Korea, itulah sebabnya sejak awal aku TIDAK MENYARANKAN UNTUK MENGINAP DI HOTEL kecuali jika kalian bener-bener HORANG KAYA hehehe ^.^ Guesthouse merupakan pilihan yang paling tepat untuk para wisatawan yang mendambakan liburan hemat dengan bugdet terbatas namun masih dapat merasakan pelayanan dan fasilitas kelas atas.

D. Bus khusus wisatawan.
Selain semua alat transportasi di atas, Seoul juga memiliki bus yang khusus mengantarkan para wisatawan khususnya wisatawan luar negeri ke daerah wisata seperti : Istana Gyeongbokgung, Istana Changgyeonggung, Pasar Namdaemun dan Dongdaemun, serta N Seoul Tower. Jadi dengan begitu, wisatawan dipastikan tidak akan tersesat.


Namun para wisatawan yang ingin menaiki bus khusus wisatwan tersebut diharapkan untuk memesan tiket terlebih dahulu melalui situs Seoulcitybus.com, harga tiket yang dijual sekitar 9.000-20.000 won, tergantung dari jauh dekatnya rute yang ditempuh.

Inilah beberapa alat transportasi publik di Korea Selatan, semoga bermanfaat bagi kamu yang ingin melakukan perjalanan ke sana.

Written by : Liliana Tan 
NOTE : DILARANG MENGCOPAS TANPA IJIN DARI PENULIS !!! REPOST WITH FULL CREDITS !!!

T-Money, sistem pembayaran transportasi yang praktis di Korea Selatan

Masih membahas tentang travelling di Korea Selatan, berbicara mengenai transportasi, sudah pasti sistem transportasi di Korea Selatan lebih modern daripada sistem transportasi di Indonesia. Bukan bermaksud menghina atau sebagainya, namun kenyataannya, sistem transportasi di Indonesia memang masih kalah jauh dengan negara-negara maju di dunia. Tak usah jauh-jauh, bahkan sistem transportasi di Indonesia pun masih kalah jauh dengan sistem transportasi di Singapore dan Malaysia. Untuk Anda, yang berencana melakukan travelling atau perjalanan ke Korea Selatan, anggap saja artikel ini sebagai bahan referensi yang bermanfaat.





Jika di Indonesia, masih menggunakan metode pembayaran uang tunai untuk semua sistem transportasi publik baik itu bemo/angkot, taksi, grab/gojek/uber, bus, ataupun becak, maka di negara-negara maju seperti : Korea Selatan, Jepang, China, Taiwan, Hongkong, Singapore, Malaysia, dan semua negara di Eropa dan Amerika, metode pembayaran transportasi di negara tersebut tak lagi menggunakan uang tunai melainkan umumnya menggunakan sebuah kartu chip layaknya kartu debet/kredit yang hanya tinggal digesek saja atau diletakkan di atas mesinnya hingga berbunyi "tttiiit" tanpa perlu membayar dengan uang tunai.


Dan bila nominal dalam kartu tersebut telah habis, masyarakat dapat langsung melakukan isi ulang secara mandiri di mesin-mesin isi ulang yang tersedia di setiap sudut stasiun atau dapat meminta bantuan kepada penjual di Convenience Store yang diberi label “T” di depan toko mereka. ("T" di sini mengaju pada T-Money)

Sebelum menjelaskan jenis-jenis transportasi yang ada di Korea Selatan, ada baiknya kita mengenal lebih dulu sistem pembayaran transportasi di negara tersebut. Sistem pembayaran transportasi di Korea Selatan dikenal dengan T-Money. Apa itu T-Money? Bagaimana cara menggunakannya? Di mana membelinya? Semua pertanyaan Anda, akan penulis jelaskan satu demi satu secara lengkap.

Pengertian T-Money 
T-Money adalah alat pembayaran transportasi secara elektronik alias non tunai yang umumnya berbentuk seperti kartu layaknya kartu debet/kredit (belakangan ini bentuk T-Money tak hanya kartu tapi juga tersedia dalam berbagai bentuk yang lucu). Dengan kata lain, T-Money ini adalah smartcard alias kartu pintar yang dapat digunakan untuk membayar ongkos segala macam bentuk transportasi publik di Korea Selatan seperti : bus, subway (kereta bawah tanah) dan juga termasuk di dalamnya Taksi (namun hanya yang berlogo “T”). 


Huruf “T” dalam T-Money sendiri merupakan singkatan dari kata : Travel, touch, traffic dan technology. T-Money pertama kali diperkenalkan oleh pemerintah Korea Selatan pada tanggal 22 April 2004 dan pada saat itu hanya dapat digunakan di Seoul. Namun saat ini, wilayah penggunaan T-Money sudah meluas meliputi wilayah Incheon, Daejon dan Gyeonggido dan Busan (Walau masih belum semua wilayah menerima pembayaran T-Money).

 

Fungsi T-Money ini sama seperti debet card, jika ingin menggunakannya hanya tinggal digesek atau diletakkan di atas mesinnya hingga berbunyi “Ttittt” dan secara otomatis saldo dalam kartu tersebut akan berkurang sesuai pemakaian. Bila nominal dalam kartu tersebut telah habis, dapat segera diisi ulang di mesin-mesin isi ulang yang tersebar di setiap sudut stasiun kereta bawah atau dapat juga meminta bantuan kepada penjual di Convenience Store yang memasang logo “T” di depan toko mereka.

Jenis T-Money
Saat baru pertama kali diluncurkan di tahun 2004 silam, T-Money hanya berbentuk seperti kartu debit/kredit, namun kini seiring perkembangan jaman, T-Money kini memiliki berbagai bentuk dan ukuran.


Kepala bonekanya adalah T-Money yang berbentuk gantungan kunci sementara yang berbentuk panjang dan hitam itu adalah T-Money yang berbentuk USB

T-Money saat ini tak hanya berbentuk kartu biasa, namun juga ada yang berbentuk USB, gantungan kunci, gantungan HP, bahkan ada yang tersambung dengan kartu telepon (Sim Card) seperti SK Telecom dan LG. Jadi jika ingin menggunakannya, masyarakat tinggal meletakkan bagian belakang HP tempat Sim Card tersebut diletakkan. 


Boneka putih adalah T-Money yang berbentuk gantungan HP

Pentingnya membeli T-Money 
Karena semua sistem transportasi di Seoul umumnya menggunakan T-Money, jadi T-Money memang terbilang sangat penting. Karena selain praktis, kita tidak perlu repot mengeluarkan uang tunai (pengennya sih di Indonesia kayak gini juga. Gak usah pakai uang tunai dan cukup kartu aja, karena pernah kejadian ngasih uang bemo (angkot) 20.000 gak dikasih kembalian ma sopirnya dan langsung dibawa kabur T__T). Selain itu, T-Money juga memberikan diskon untuk penggunanya.

Umumnya pengguna T-Money akan mendapatkan harga lebih murah 100 won daripada jika kita membayar dengan uang tunai. Misal, harga tiket untuk pembayaran subway di Seoul jika membayar dengan uang tunai, pengguna akan dikenai tiket sebesar 1350 won, namun bila menggunakan T-Money, pengguna hanya akan dipotong saldo sebesar 1250 won saja. Hemat 100 won kan lumayan tuh ^_^


Letakkan kartu pada alat sensor yang tersedia di atas pintu putar sampai berbunyi dan menampilkan biaya yang ditarik (atau digunakan) di bagian atas dan sisa saldo di bagian bawah.

Keuntungan lainnya adalah jika kalian ingin pergi ke suatu tempat dan membutuhkan 2 alat transportasi alias ganti/oper transport (kayak misal kalau di Surabaya tuh setelah naik bemo O dan berhenti di Jembatan Merah, terus oper naik bemo K untuk menuju Perak. Btw, di Surabaya, angkot tuh disebut bemo ya, pemirsa. Jadi jangan bayangkan bemo tuh yang roda 3 terus depannya mrongos kayak D*no gitu, nggak. Bukan loh ^.^), seperti misalnya dari Subway ke bus, dari bus ke subway, subway ke subway atau bus ke bus, maka pengguna akan mendapatkan diskon transfer perjalanan.   


Diskon transfer perjalanan ini maksudnya adalah pengguna tidak perlu membayar full price untuk transportasi kedua (alias transport opernya), asalkan waktu transfer tersebut tidak lebih dari 30 menit. Dari mana mereka tahu kita dapat diskon atau tidak? 

Semua kegiatan transportasi kita memang sudah terekam dalam sistem komputer negara dan saat T-Money tersebut digunakan (bahasa kerennya “di tap”) maka secara otomatis sistem komputer tersebut akan merekam jam, menit bahkan detiknya, berapa nilai saldo yang terpotong dan berapa nilai saldo yang tersisa dalam T-Money tersebut. Jadi mesin tersebut secara otomatis akan mengetahui tentang rekam jejak perjalanan kita, yang hal ini nantinya juga akan berguna untuk memberikan diskon perjalanan selanjutnya.

Tempat Membeli T-Money 
T-Money dapat dengan mudah dibeli di seluruh convenience store yang ada di Korea Selatan, di setiap toko yang menampilkan logo “T” di depan toko tersebut. Begitu turun dari pesawat, kita bisa membeli T-Money di semua convenience store bandara, seperti : Seven Eleven, GS25, CU, Ministop, Buy The Way, dan di semua tempat yang menampilkan logo “T”. Selain itu, di beberapa stasiun subway, juga disediakan mesin yang menjual T-Money. Jadi, tak perlu bingung di mana harus membelinya.

 


Harga T-Money.
Harga T-Money pun beraneka ragam sesuai bentuk dan ukurannya. Umumnya T-Money dapat dibeli dengan harga mulai 2500-8000 won, tergantung dari bentuk dan ukurannya. Semakin lucu, imut dan mungil tentu harganya semakin mahal.

 

Disarankan kalau hanya sekedar travelling beberapa hari saja, cukup beli saja yang berbentuk kartu debet biasa mengingat harganya pun yang paling murah. Lain cerita jika Anda memang sekalian ingin menjadikan T-Money tersebut sebagai kenang-kenangan jadi memang sengaja membeli untuk dibuat lucu-lucuan ^_^

Isi Ulang T-Money.
T-Money yang baru dibeli tentu belum memiliki saldo, masyarakat yang ingin menggunakannya harus mengisinya terlebih dulu sebelum mulai menggunakannya. Layaknya pulsa, jika ingin menggunakannya, kita harus mengisi pulsanya terlebih dahulu, karena T-Money ini menggunakan sistem prabayar layaknya pulsa dan kartu debit.

Pengguna T-Money dapat mengisi saldo (baik untuk yang pertama kali) ataupun melakukan isi ulang bila nominal dalam kartu tersebut telah habis, di mesin-mesin isi ulang yang tersebar di setiap sudut stasiun kereta bawah atau dapat juga meminta bantuan kepada penjual di Convenience Store yang memasang logo “T” di depan toko mereka.


Langkah-langkah melakukan isi ulang T-Money di Vending Machine :
a. Pilih bahasa yang digunakan. Mesin ini menyediakan 4 bahasa yaitu : Korea, English, Jepang dan China. Bagi yang tidak menguasai ketiga bahasa lainnya, pilih saja English yang paling umum. 
b. Selanjutnya pilih “Reloading The Transit” yang bergambar kartu T-Money. 
c. Letakkan kartu di atas card recharge


d. Pilih jumlah yang ingin ditambahkan. Saldo yang tersedia antara 10.000-500.000 won. 
e. Masukkan uang sesuai jumlah yang kita pilih. Mesin T-Money hanya menerima uang pecahan 1000 won, 5000 won, 10.000 won dan 50.000 won atau uang koin 50 won, 100 won dan 500 won. 
6. Tunggu hingga semua proses selesai dan saldo telah terisi.

 

Bagi kalian yang tidak ingin repot, seperti yang telah penulis jelaskan di atas, kalian dapat juga meminta bantuan kepada penjual di Convenience Store yang memasang logo “T” di depan toko mereka. Kalian cukup menyodorkan T-Money yang kalian miliki beserta nominal yang kalian inginkan dan meminta dengan sopan kepada penjaga tokonya dengan mengatakan “Recharge (충전/chungjeon)”. Penjaga toko tersebut pasti sudah memahami maksud kalian. Namun isi ulang T-Money hanya menggunakan uang tunai, kalian tidak bisa menyodorkan kartu debet/kartu kredit, karena penjaga toko itupun harus memasukkan uang tunai ke dalam mesin isi ulangnya.

Cara Me-refund T-Money : 
Sebagai kartu pintar atau dengan nama lainnya "Smart Card", tenyata T-Money ini dapat direfund. Jika tiba saatnya kembali ke tanah air dan ternyata masih terdapat sisa saldo yang cukup banyak, akan sayang sekali jika tidak bisa dimanfaatkan. Jangan khawatir. Karena T-Money dapat direfund alias diuangkan.  

Mesin Refund T-Money

Bila saldo yang tersisa dalam T-Money tersebut sebesar 20.000 won atau kurang, kalian dapat melakukan refund alias menarik uangnya kembali, baik melakukannya secara mandiri di mesin-mesin refund yang juga tersebar di setiap sudut stasiun atau di berbagai convenience store seperti : GS25, CU, Seven-Eleven, Mini Stop dll yang menampilkan logo “T” di depan toko mereka. Namun untuk itu, kalian akan dikenai biaya service alias charge sebesar 500 won. Ya iyalah, masak nyuruh orang gratis sih?

Namun bila saldo yang tersisa lebih dari 20.000 won, kalian dapat melakukan refund di T-Money Headquarters yang terletak tepat di luar Exit 8 dari stasiun Seoul.

Sekilas Info : 
Di Korea Selatan, terdapat perbedaan tarif transportasi untuk anak-anak, remaja dan orang dewasa (tarif untuk anak-anak dan remaja lebih hemat dan lebih murah dari tarif orang dewasa kira-kira sekitar 200-500 won). Maka dari itu, disarankan ketika membeli T-Money, sesuaikan dengan usia kalian. Jika kalian (atau mungkin anak kalian) termasuk dalam rentang usia anak-anak dan remaja, maka ketika membeli T-Money juga terdapat peraturan tambahan di dalamnya. Untuk anak-anak dan remaja, ketika membeli T-Money dari convenience store, maka kalian harus meregistrasi alias mendaftarkan T-Money tersebut menggunakan tanda pengenal (KTP) yang ditunjukkan ke penjaga convenience store-nya untuk kemudian dibantu mendaftarkan agar mendaftarkan potongan harga. Lumayan, kan? ^.^

Written by : Liliana Tan 
NOTE : DILARANG MENGCOPAS TANPA IJIN DARI PENULIS !!! REPOST WITH FULL CREDITS !!!