Kamis, 29 Juni 2017

Tips Singkat Liburan ke Korea Selatan



Sejak gelombang Korea “Menyapu” Indonesia, dengan semakin banyaknya drama Korea yang tayang di layar kaca (Walaupun saat ini drama korea di layar kaca sudah lama menghilang), namun tak bisa dipungkiri jika aroma sapuan gelombang Korea tersebut masih terasa hingga saat ini. Terbukti dengan munculnya nama “Korea Selatan” sebagai tujuan wisata nomor 1 yang digandrungi oleh para wisatawan dalam negeri. Semakin banyaknya Travel Agent yang menawarkan paket wisata murah ke Korea Selatan menjadi bukti bahwa Korea Selatan masih berada di urutan nomor 1 negera tujua wisata terfavorit. Bagi Anda yang memiliki rencana untuk melewatkan liburan ke Negeri Ginseng tersebut, mungkin ada baiknya Anda membaca beberapa tips di bawah ini. Bukan bermaksud menggurui, namun hanya sekedar berbagi informasi ^.^

“Tips Singkat Liburan ke Korea Selatan


 

 

 



Korea Selatan adalah salah satu negara di wilayah Asia Timur yang meliputi bagian Selatan Semenanjung Korea. Di sebelah utara, Korea Selatan berbatasan dengan Korea Utara, di mana keduanya dulu pernah bersatu sebagai sebuah negara hingga tahun 1948. Ibukota negara Korea Selatan adalah Seoul. Dan ibukota Korea Utara adalah Pyongyang. Namun kita tidak akan membahas Korea Utara di sini, melainkan Korea Selatan. (Penulis sih tidak menyarankan liburan ke Korea Utara, entahlah kalau di antara Anda ada yang memaksa hihihi ^.^)

 

Selain Seoul, kota di Korea Selatan lainnya yang cukup terkenal adalah Busan. Busan adalah kota kedua terbesar setelah Seoul, Busan juga merupakan kota pelabuhan dan metropolitan di sebelah tenggara Korea Selatan.

 

Well, untuk Anda yang ingin berlibur ke Korea Selatan, berikut ini adalah beberapa tips/panduan singkat travelling ke Korea Selatan.


1. Kota mana saja yang menawarkan lokasi wisata yang bagus di Korea Selatan? 
Seoul, Busan, Jeju Islands dan Nami Islands adalah nama-nama lokasi wisata yang tak boleh dilewatkan. Jika ke Korea Selatan usahakan minimal mengunjungi salah satunya. Yang pasti mungkin harus ke Seoul ya, sisanya terserah Anda.


2. Obyek wisata apa saja yang ada di Seoul? 
Banyak. Untuk yang menyukai pemandangan alam, Anda bisa mengunjungi Han River, Nami Islands (Walau harus naik ferry dulu dari Seoul, namun termasuk wilayah Seoul), N Seoul Tower. Untuk yang suka shopping, mungkin Myeongdong dan Dongdaemun bisa dijadikan referensi. Untuk yang menyukai taman hiburan, Everland dan Lotte World adalah saran terbaik.



JYP *whisper* Ahgase, are you see GOT7's "Flight Log: Arrival" big banner on JYP building? I'm a proud Ahgase here ^.^

Untuk penggemar Kpop, pastikan Anda tidak melewatkan Kpop Tour Agencies yaitu mengelilingi area agensi para idol Korea. Area yang termasuk berdekatan adalah JYP Entertainment, SM Entertainment dan FNC Entertainment. Ketiga Agensi tersebut terletak di wilayah Gangnam. 


Di wilayah Gangnam juga ada K-Star Road di mana di sepanjang jalan tersebut terdapat maskot boneka dari beberapa perwakilan boygroup/girlgroup di Korea Selatan. Walaupun harus sedih karena maskot boneka GOT7 masih belum ada T__T

 Sebagai ganti maskot yang gak ada, ini juga boleh deh hihihi ^.^

Namun bagi penggemar GOT7, anda jangan khawatir karena Anda masih dapat melihat poster duplikat idola Anda yang sangat mirip dengan aslinya di wilayah Apgeujeong Rodeo, tepatnya di G+ Star Zone. Di sana para fans dapat bebas berfoto dengan para member GOT7 KW yang benar-benar tampak seperti aslinya. Daripada cuma foto sama maskot boneka di pinggir jalan, rasanya lebih asyik foto dengan GOT7 KW di dalam gedung yang adem kale ya? Hehehe ^.^



3. Berapa hari biasanya para wisatawan menghabiskan liburan di Korea selatan? 
Tergantung dari pilihan para wisatawan. Jika memakai jasa travel agent, biasanya antara 4-6 hari, Namun ada juga yang menawarkan waktu yang lebih lama dari itu, yaitu 10 hari. Namun jika Anda memutuskan untuk pergi tanpa bantuan travel agent, saya sarankan minimal 10 hari. Kenapa? Karena ada banyak lokasi yang harus dikunjungi.

Dan umumnya para wisatawan harus menghabiskan waktu sehari penuh untuk mengelilingi sebuah lokasi wisata. Seperti misalnya Anda ingin mengunjungi Everland atau Lotte World, anda tak bisa mengelilingi taman bermain seluas itu hanya dengan waktu setengah hari lalu kemudian berpindah ke lokasi lain. Juga bila Anda berkunjung ke Nami Islands atau Han River.


 
Bahkan untuk mengelilingi seluruh Wilayah Gangnam termasuk K-Star Road, dibutuhkan waktu sehari penuh berjalan kaki. Intinya, walau direncanakan dalam sehari akan mengunjungi minimal 2 obyek wisata, faktanya hal tersebut sangat tidak mungkin.

Apalagi mengingat orang-orang Indonesia tidak memiliki kebiasaan berjalan kaki jadi mayoritas para wisatawan Indonesia akan cenderung cepat lelah, jadi jangankan berpindah dari lokasi 1 ke lokasi yang lain dalam waktu sehari, untuk mengelilingi 1 lokasi wisata saja sudah terasa begitu melelahkan.

4. Waktu terbaik mengunjungi Korea Selatan 
Tergantung. Jika Anda memakai jasa travel agent, sangat tidak disarankan memilih Peak Season (Natal, Tahun Baru atau Tahun Baru Imlek) sebagai moment liburan Anda. Kenapa? Karena jasa travel agent tersebut pastilah mematok harga yang mahal dan juga lokasi wisata pastilah sangat penuh.

Saran terbaik pada waktu Musim Semi (Spring) di mana bunga-bunga mulai bermekaran dengan indahnya, selain itu suhu udara juga terasa lebih hangat dan angin yang sepoi-sepoi semakin menambah suasana keromantisan.

Musim terbaik kedua adalah Musim Gugur (Autumn), karena suhu udara tidak begitu panas juga tidak begitu dingin. Sangat pas untuk tubuh wisatawan Indonesia yang terbiasa dengan 2 musim. Selain itu pemandangan daun-daun Maple yang berguguran dan beterbangan terbawa angin juga menimbulkan keromantisan tersendiri. Namun hujan juga kadang kala turun secara tiba-tiba di Musim Gugur dan kadang disertai dnegan angin yang bertiup cukup kencang, ada baiknya Anda sedia payung sebelum hujan atau setidaknya jas hujan kecil di dalam tas Anda.

Musim Panas di Korea identik dengan hujan

Musim Panas (Summer) sebenarnya juga tidak begitu buruk, namun kadang suhu udara pernah menjadi sedikit panas (bagi orang Korea terasa sangat panas, tapi bagi orang Indonesia yang terbiasa dengan musim panas, panasnya Korea sebenarnya gak ada apa-apanya) sehingga wisatawan pasti akan terasa cepat lelah bila berjalan di bawah terik matahari. Selain itu, Musim Panas di Korea identik dengan hujan, hujan yang turun hampir setiap hari. Aneh bukan? Kadang matahari bersinar terik, namun tiba-tiba saja hujan turun tanpa diduga. Ada baiknya Anda membawa jas hujan atau payung kecil untuk sekedar berjaga-jaga. Sebenarnya suhu udara Musim Panas di Korea hanya sekitar 23-26 derajat sih, gak terlalu panas bila dibandingkan suhu udara di Surabaya yang pernah mencapai 34 derajat, namun tetap saja bila harus berjalan jauh sepanjang hari, keringat tetap saja akan mengalir dengan derasnya.

Musim Dingin (Winter) di Korea konon sangatlah dingin, bahkan pernah mencapai suhu di bawah nol derajat. Bagi wisatawan Indonesia yang belum pernah mengunjungi negara 4 musim, sangat tidak disarankan untuk mengunjungi Korea di Musim Dingin seperti ini, karena bila Anda tidak tahan menghadapi dinginnya cuaca, Anda bisa-bisa malah jadi mimisan atau bahkan jatuh sakit dikarenakan kondisi tubuh tidak tahan menghadapi Musim Dingin yang sangat dingin dan kering. (berdasarkan cerita dan pengalaman dari teman-teman)

5. Musim di Korea Selatan 
Seperti yang penulis jelaskan di atas, Korea Selatan adalah negara yang memiliki 4 musim : Musim Dingin (Winter), Musim Semi (Spring), Musim Panas (Summer), dan Musim Gugur (Autumn).

* Musim Semi (Spring) dimulai dari akhir bulan Maret sampai awal bulan Mei. 
* Musim Panas (Summer) dimulai pada bulan Juni hingga Agustus, dan puncaknya adalah bulan Agustus, di mana suhu udara mencapai panas-panasnya (bagi orang Korea), tapi panasnya Korea gak sepanas Surabaya kok. Tenang saja ^.^ Suhu terpanas di Seoul hanya sekitar 23-26 derajat. Kalau bagi penulis yang terbiasa dengan suhu udara di Surabaya yang pernah mencapai 34 derajat, sebenarnya masih tidak ada apa-apanya. Namun Musim Panas di Korea identik dengan hujan. Ada baiknya Anda membawa jas hujan atau payung kecil untuk sekedar berjaga-jaga.

* Musim Gugur (Autumn)  di Korea dimulai pada bulan September hingga bulan November, dan puncaknya adalah saat akhir Oktober sampai awal November. Saat Musim Gugur inilah, wisatawan dapat melihat daun-daun Maple berjatuhan ke tanah dan kadang terbang terbawa angin, memberikan kesan romantisme tersendiri. Di Musim Gugur, kadang angin bertiup cukup kencang dan kadang pula disertai dengan hujan yang tiba-tiba turun walaupun intensitasnya tak sebanyak saat musim panas.

* Musim Dingin (Winter) di Korea biasanya dimulai antara bulan Desember hingga bulan Februari, dengan suhu terdingin yang muncul pada bulan Januari. Suhu terdingin tersebut bahkan pernah mencapai suhu di bawah nol derajat, bahkan pernah mencapai MINUS 3 hingga MINUS 6 derajat celcius.

6. Mata uang Korea Selatan dan berapa banyak yang harus dibawa untuk berlibur ke Korea Selatan 
Mata uang Korea Selatan adalah Won (KRW). 1 KRW = 11,78 IDR (Indonesian Rupiah) untuk nilai tukar per tanggal 14 Juni 2017. Namun berapa nilai tepatnya, hal tersebut dapat berubah setiap harinya tergantung fluktuasi. Jika Anda berencana untuk berlibur sekitar 10 hari, saya rasa Rp 15.000.000 sudah lebih dari cukup. Uang tersebut tergantung dari berapa hari Anda ingin berada di sana.


7. Tansportasi di Korea 
Transportasi di Korea Selatan terdiri dari : Taksi, KTX dan UTX, Express Bus, City Bus dan Subway. Sistem pembayarannya bukanlah dengan uang tunai seperti di Indonesia melainkan dengan sebuah kartu elektronik yang bisa diisi ulang yang disebut T-Money. T-Money ini dapat dibeli di Seven Eleven di lantai 1 Bandara yang akan menuju Arex Train Station, seharga 2500 - 8000 WON, namun masih berupa kartu kosong karena Top Up saldonya ada di tempat lain dengan menggunakan mesin. (Akan dibahas di artikel lain untuk transportasinya)


Seperti yang Anda lihat-lihat di drama Korea, transportasi massal Korea memang sangat bersih, dingin dan nyaman. Ada kursi khusus yang disediakan untuk wanita hamil, anak-anak dan lansia yang diperuntukkan khusus untuk orang-orang tersebut dan tak boleh diduduki oleh orang lain.


Mental orang Korea juga sangat bagus dan pantas untuk ditiru, karena tak ada seorangpun yang berani duduk di kursi khusus tersebut, beda dengan mental orang Indonesia yang sebodo amat. Walau sudah ada tulisan “untuk wanita hamil, anak-anak dan lansia” namun masih tetap saja ada gadis remaja yang sehat walfiat dan tidak hamil tetap duduk di kursi tersebut. (berita tentang gadis remaja yang tak mau mengalah pada wanita hamil tersebut bahkan pernah sempat booming di media sosial beberapa waktu yang lalu). Hal ini benar-benar membuat penulis berpikir “Indonesia sepertinya memang benar-benar mengalami krisis moral yang parah.”

Di bawah ini adalah mesin pengisi saldo T-Money. Pengisian saldo antara 1000-50.000 WON.


Saat Anda menggunakan transportasi massal untuk berkeliling Seoul, Anda akan disuguhkan pemandangan menggoda yaitu para cowok ganteng yang memakai jas saat akan berangkat/pulang dari kantor, atau para mahasiswa keren dengan tas ransel di pundak yang berkulit putih, ganteng, tinggi, bening, mirip idola Kpop di televisi. Duh, cuci mata bangetlah pokoknya hehehe ^.^

 

8. Penginapan di Seoul dan alternatif lain selain Hotel 
Ada dong ya. Menginap di Seoul tak harus di Hotel jika hanya menginginkan lokasi yang bersih, nyaman, sejuk, dan berada strategis di tengah kota atau di dekat stasiun kereta bawah tanah. Pemerintah setempat mungkin menyadari jika bisnis pariwisata mereka berkembang pesat dan banyak sekali wisatawan mancanegara yang berkunjung ke sana, itu sebabnya hampir di setiap stasiun kereta bawah pasti di sekitarnya banyak sekali berjejer penginapan, mulai dari hotel berbintang 5 hingga Guest House yang menawarkan harga yang bersahabat.


Guest House di Seoul sangatlah bersih dan nyaman, tidak seperti Guest House di China yang kebanyakan jorok dan kotor (maaf). Keuntungan menginap di Guest House adalah harganya yang murah, bersih, nyaman, menyediakan kamar-kamar ber-AC, sarapan pagi (breakfast) dan WIFI, kita juga bisa mendapatkan kenalan turis dari negara lain.

Jika kalian memutuskan untuk menginap di Guest House, saran terbaik adalah carilah Guest House di sekitar distrik Hongdae. Kenapa? Karena Hongdae dikenal sebagai kawasan anak muda di Seoul, mungkin karena di sekitar lokasi tersebut ada Universitas Hongik yang mana sudah pasti, kalian para gadis-gadis yang masih jomblo bisa sekalian cuci mata dengan mantengin para mahasiswa Hongik yang keren abiz ^.^

9. Saran Penginapan yang bersih, nyaman dan murah meriah 
Beberapa yang bisa saya sarankan, diurutkan mulai dari yang termurah bila dikurs-kan ke Rupiah : 
Wilayah Hongdae : 
a. Kimchee Guest House
Guest House ini memiliki cabang di mana-mana, yaitu di Sinchon, Gangnam, Dongdaemun, Hongdae, Seoul Station dan Downtown. Saat ini mereka sedang banyak promosi sehingga harga per orang per malamnya cuma dimulai dari 120.000 rupiah saja. Jika kamu seorang blogger (Seperti saya), kamu bisa mendapatkan gratis satu malam menginap di sana.


b. Mr. Comma Guest House 
"Bersih, nyaman, dan ramah-tamah" adalah motto mereka. Letaknya juga di daerah Hongdae, cocok untuk anak muda. Harga per orangnya hanyalah 190.500 rupiah. 


c. Trick Art Guest House 
Terletak di daerah Hongdae, guest house ini berkonsep seni 'tipuan mata' atau trick eye. Harga per orang adalah 238.000 rupiah per malamnya.


d. Kpop Stay
Guest house ini memiliki ranjang 'pod' masing-masing untuk asramanya, jadi kamu bisa merasa lebih nyaman untuk tinggal sendirian. Harga per 'pod'nya dimulai dari 297.500 rupiah. 



e. ZZZIP Guest House 
Juga terletak di keramaian Hongdae, guest house yang satu ini berkonsep kartun dan animasi. Harga per malam untuk asrama cowok adalah 286.000 rupiah dan 310.000 rupiah untuk cewek.


f. U Wa Guest House 
Terletak di tengah keramaian daerah Hongdae, ini adalah guest house yang asyik buat para anak muda. Harga per orangnya dimulai dari 350.000 rupiah. Kamu juga akan disuguhi sarapan ringan di sana.


Untuk yang berada di wilayah selain Hongdae : 
a. Blueboat Hostel Myeongdong 
Terletak di keramaian pusat perbelanjaan Seoul, yaitu Myeongdong. Harga per orang dimulai dari 274.000 rupiah saja.


b. Stay in GAM 
Terletak di dekat istana Changdeokgung, guest house ini letaknya strategis. Kamu juga bisa jalan-jalan ke daerah Samcheongdong yang penuh dengan kafe dan toko-toko yang menarik. Harga per orangnya adalah 286.000 rupiah.


c. Han River Guest House 
Terletak di dekat sungai Hangang, kamu bisa menikmati pemandangan Hangang dari beranda atap di guest house ini. Desain tempatnya juga lucu dan unik. Harga per orangnya adalah sekitar 297.500 rupiah per malamnya.


d. The JA Garosu 
Guest house yang satu ini terteletak di daerah Garosu-gil di Gangnam. Tempatnya nyaman dan bersih. Harga per orang per malamnya adalah 340.000 rupiah. Sarapan ringan juga termasuk dalam harganya.

10. Bahasa yang digunakan di Korea 
Namanya aja uda Korea, ya sudah tentu bahasa Korea adalah bahasa Nasional mereka. Tapi tenang saja, bagi kalian yang kurang memahami bahasa Korea, kalian bisa menggunakan bahasa Inggris untuk berkomunikasi di sana. Generasi muda Korea Selatan, umumnya mengerti bahasa inggris dan juga bahasa Mandarin, jadi bagi yang menguasai bahasa Mandarin tentu akan memiliki nilai tambah tersendiri. Jadi jika Anda tersesat dan ingin bertanya jalan pada seseorang, saran saya carilah seseorang yang tampak seperti anak muda, entah itu mahasiswa, anak sekolah berseragam atau bisa juga pegawai kantoran yang masih terlihat cukup muda, karena pasti mereka mengerti dan bisa berbicara dalam bahasa inggris. Tapi kalau Anda berbelanja di pasar tradisional di mana penjualnya adalah ahjumma/ahjussi, saran saya gunakan saja bahasa tubuh atau body language karena mayoritas dari mereka tidak mengerti bahasa inggris. Maklumlah orang tua hehehe ^.^

11. Seputar makanan 
Masakan Korea sudah terkenal sangat pedas dan asam. Mungkin sama seperti mie instan Samyang yang belakangan ditarik dari peredaran karena diduga tidak halal. Kalau penulis sih memang tidak peduli haram atau gaknya, karena penulis memang keturunan China dan beragama Kristen, jadi memang tidak berpengaruh dengan label halal atau tidak. Bagi yang sudah pernah mencicipi Samyang, kurang lebih seperti itulah rasa pedasnya. 


Selain rasa masakannya yang umumnya pedas dan asam, masakan Korea umumnya berkuah dan agak basah, berbahan mayoritas sayur yang mana jujur, itu bukan selera saya. Bagi yang memiliki selera seperti saya, yang lebih suka makanan yang digoreng garing kriuk-kriuk dan cenderung kering-keringan alias tidak suka kuah, anda dapat menemukan makanan dengan jenis seperti itu dengan mudah di pedagang kaki lima atau yang lebih keren disebut Korean Street Food. Makanan berjenis gorengan seperti itu akan anda temukan dengan mudah di daerah Myeongdong, namun bukan berarti di distrik lain tidak tersedia. Di distrik lain pun, kedai makanan pinggir jalan dapat dengan mudah ditemui di sepanjang jalan. M'cd dan KFC banyak tersebar di sana.


Makanan yang digoreng kriuk-kriuk alias crispy food yang enak menurut saya adalah : 
a. Udang goreng tepung dengan saos keju dan sambal. 
Satu porsi terdiri dari 5 udang goreng tepung yang digoreng garing, udangnya pun cukup besar dan bukan udang-udang kecil yang biasanya digunakan untuk masakan rumah. Harusnya sih ini termasuk makanan ringan alias snack, namun jika anda ingin memakannya dengan nasi putih juga boleh-boleh saja, namun cukup udang gorengnya saja tanpa perlu ditambahkan saus kejunya.

 Tanpa saos sambal dan keju
Dengan saos keju dan sambal

b. Roast Lobster with cheese alias Lobster goreng dengan saus keju. 
Entah kenapa saus keju begitu populer di sini. Sama seperti Udang goreng tepung, bila anda ingin menyantapnya dengan nasi putih, cukup makan lobsternya saja tanpa perlu gunakan saus kejunya, saus kejunya pun bisa dibungkus terpisah sesuai permintaan.


c. Kepiting goreng dengan saus pedas. 
Kepiting goreng juga bisa dijadikan lauk dan dimakan bersama nasi putih. Dan karena sausnya adalah saus pedas maka menyantapnya dengan menggunakan sausnya pun terasa enak.


d. Kentang goreng dengan sambal ABC. 
Aslinya sih bukan sambal ABC namun maksud saya di sini adalah seperti sambal ABC gitu yang dimasukkan dalam sachet kecil seperti layaknya makan kentang goreng di KFC, paham kan? Nah, seperti itulah penggambarannya. Makan nasi putih dengan kentang goreng juga enak kok. Bukankah orang Indonesia juga terbiasa memakan nasi putih dan kentang goreng?


e. Daging ayam fillet dengan bumbu pedas. 
Alternatif lain bagi yang gak suka masakan korea yang cenderung basah-basahan alias kuah dan yang lebih menyukai makanan yang digoreng garing kriuk-kriuk seperti saya. Daging ayam fillet ini seharusnya adalah snack juga, sama seperti yang lainnya. Namun jika keadaan memaksa dan masakan Korea tidak cocok di lidah anda, maka makanan yang di sana dianggap “Snack” pun dapat dijadikan menu makan malam yang nikmat ^.^


Note : Semua makanan di atas hanya berlaku untuk orang-orang yang tak begitu menyukai masakan Korea dan bagi mereka yang lebih menyukai makanan yang digoreng garing kriuk-kriuk seperti saya. Oh ya, harga makanan tersebut di atas kurang lebih sekitar 3000 Won – 6000 Won seporsi.

Korea mungkin akan menjadi surga bagi Anda penggemar Seafood. Di Korea sana, bahkan lobster pun berubah menjadi makanan pinggir jalan alias makanan yang dijual kaki lima atau nama kerennya Korean Street Food. Padahal di Indonesia, Lobster adalah menu makanan mahal yang hanya dijual di restoran-restoran mewah kelas atas.

12. Maskapai Penerbangan menuju Korea Selatan 
Ada banyak maskapai penerbangan yang menawarkan jasa penerbangan dari Indonesia ke Korea Selatan, tergantung dari mana lokasi Anda berdomisili. Bagi wisatawan yang berdomisili di Jabodetabek, Anda dapat langsung terbang dari Bandara International Soekarno Hatta menuju Bandara Incheon Korea Selatan tanpa terlebih dulu transit.

Namun bagi yang berdomisili di luar Jakarta, misalnya Surabaya, memang harus terlebih dahulu melewati transit di beberapa bandara international lain di luar negeri atau bisa transit di Bandara International Soekarno Hatta.



Beberapa maskapai yang menawarkan jasa penerbangan ke Korea Selatan adalah : China Airlines, Cathay Pacific, Garuda Indonesia, Korean Airlines dan Singapore Airline. Dan dari beberapa nama maskapai penerbangan di atas, penulis lebih menyukai terbang menggunakan CHINA AIRLINES. Kenapa? Sebelum saya jelaskan alasannya, penulis ingin memberitahukan bahwa alasan ini dibuat berdasarkan lokasi penulis yang berdomisili di Surabaya, yang memang mengharuskan adanya transit.

Alasan pertama : Karena harga tiket yang ditawarkan China Airlines lebih terjangkau dibandingkan yang lainnya. Singapore Airlines dan Korean Airlines bahkan mematok harga belasan juta rupiah untuk sekali terbang. Wow! Namun walaupun lebih terjangkau dibandingkan empat lainnya, namun China Airlines menawarkan pelayanan kelas atas, pesawat sangat bersih, nyaman, dengan kursi yang empuk dan juga fasilitas bantal dan selimut yang diberikan secara cuma-cuma, para pramugari juga sangat ramah. 


Alasan kedua : karena China Airlines harus melewati rute transit di Singapore (1 hours transit) dan juga Tao Yuan International Airport Taiwan (2 hours 40 minute transit). Bagi penulis, transit di luar negeri jauh lebih menyenangkan daripada transit di Jakarta seperti yang ditawarkan maskapai lain yaitu : Garuda Indonesia, Cathay Pacific, Korean Airlines dan Singapore Airlines. Jika transit di luar negeri memberikan kesan keren karena walaupun hanya transit beberapa jam saja namun penumpang dapat sekalian numpang foto di logo-logo bandara luar negeri tersebut dan dapat dijadikan kenang-kenangan.



Dan yang paling penting adalah Tao Yuan International Airport memiliki waiting room yang sangat mewah, keren, nyaman, bersih dan High Class.^.^ 




Waiting room-nya Changi Singapore juga keren abiz. Gak nyesel kalau terbang dengan China Airlines dan transit di kedua airport ini. Oh ya, China Airlines juga keren abiz loh pesawatnya. Kelihatan High Class walaupun di antara yang lainnya, termasuk yang paling murah. Uda paling murah, bagus pula ^.^ Recomended banget.



13. Syarat-syarat membuat Visa Korea Selatan 
Syarat umum seperti : Pasport yang memiliki masa berlaku minimal 8 bulan, Foto ukuran 4x6 atau 3x4 berwarna dan terbaru dengan BACKGROUND putih, fotokopi Kartu Keluarga, Fotokopi surat nikah (Bagi yang sudah menikah), fotokopi NPWP, fotokopi SPT Tahunan, Surat Keterangan dari Kantor jika Anda hanya ingin berwisata dan akan segera kembali ke Indonesia, atau jika anda seorang wirausaha, anda dapat membuat sendiri Surat Ijin Usaha yang sudah distempel oleh Kelurahan/Kecamatan (saya lupa karena saya bukan wirausaha) dan yang paling penting adalah SALDO REKENING KORAN MINIMAL 50 JUTA RUPIAH. Untuk membuktikan ini, Anda harus meminta surat referensi dari bank yang bersangkutan.

Kenapa? Karena pihak Korea hanya berjaga-jaga dan tidak ingin Anda diam-diam menjadi Tenaga Kerja Ilegal di negara mereka. Dengan memiliki rekening koran minimal 50 Juta sudah menjadi jaminan bagi mereka bahwa anda adalah orang yang berkecukupan dan tidak berniat mencari kerja di negara mereka, dan tujuan Anda ke sana hanyalah murni berjalan-jalan.

14. Pengurusan Visa 
Mengurus Visa mungkin sama repotnya dengan mengurus pasport. Jika Anda tidak ingin repot, Anda cukup meminta bantuan Travel Agent untuk membuatkannya untuk Anda sementara Anda hanya tinggal mengisi formulirnya yang sudah disediakan dan bisa didapat dengan mudah melalui internet yang disediakan khusus oleh Embassy Korea lalu menyerahkannya ke Travel Agent beserta semua kelengkapan administrasinya. Mereka yang berdomisili di luar Jakarta, umumnya cenderung meminta bantuan Travel Agent terpercaya untuk membantu mengurus visa untuk mereka. Ada beberapa jenis Visa Korea : Single Entry (90 days or less = USD 40), Longer Single Entry (91 days or longer = USD 60), Double Entry (usable up to 2 times = USD 70) dan Multiple Entry (1 years - 2 years = USD 90).

Itulah beberapa tips/panduan singkat mengenai travelling ke Korea Selatan yang bisa saya bagikan. Lebih atau kurangnya akan saya tambahkan lagi kemudian. So, sudah siapkan Anda berlibur ke Korea Selatan? What are you waiting for?

Written by : Liliana Tan 
WARNING : DILARANG MENGCOPY PASTE TANPA IJIN DARI PENULIS !!! REPOST WITH FULL CREDITS !!!