Sabtu, 27 Desember 2014

Surat Untuk Penghuni Surga : Angel Will Replace Us To Love You

Hadiah Natal terindah tahun ini adalah sebuah Novel Antalogi #Surat_Untuk_Penghuni_Surga yang kupersembahkan khusus untuk kakak laki-lakiku tersayang, Erwin Adi Irwanto yang sekarang sudah beristirahat dengan tenang di alam sana. Novel Antalogi yang berisi kumpulan surat-surat terpilih untuk seseorang yang telah berada di Surga ini merupakan kompetisi menulis yang bertujuan untuk amal yang diselenggarakan oleh Nulis Buku dan resmi diluncurkan pada tanggal 13 Desember 2014 lalu di Jakarta.


“Surat Untuk Penghuni Surga (Buku Empat) : Angel Will Replace Us To Love You.”


My Brother is so handsome, right? Erwin Adi Irwanto, My Lovely Brother in Heaven, this Novel I Dedicated for you....



Dear My Lovely Brother In Heaven, I just want you to know that starting from that day, from the last day in your life, Angel will replace us to love you but I hope you to never forget that we always love you forever and Ever...


“Aku menulis surat ini untukmu agar kau tahu betapa aku sangat merindukanmu.
Aku masih ingat hari itu, hari minggu yang cerah, 26 Januari 2014.
Setelah hujan membasahi bumi semalaman,
akhirnya pagi itu matahari kembali menampakkan sinarnya.
Tak pernah terlintas dalam pikiranku akan mendengar berita,
yang akan menjungkir balikkan duniaku yang penuh warna.
Pagi itu aku membuka mata penuh sukacita,
Mendengar cicit burung di pagi hari,
Yang berkicau riang tanda pagi kembali datang.
Tapi sebuah dering telepon sontak mengubah segalanya.

“Li, kokomu Erwin sudah gak ada.
Koko meninggal pagi ini pukul 04.00 pagi karena pembuluh darahnya pecah.”
Aku ingat papa berkata padaku dengan mata berkaca-kaca.
Mama spontan menangis tersedu mendengar berita itu.
Dan aku hanya bisa terdiam membisu...."


Novel ini sebagai tanda penghormatan terakhirku untukmu, untuk seseorang yang sudah pergi ke tempat yang jauh. Tempat yang takkan pernah bisa kuraih...


Tak pernah terpikir untuk menang dan terpilih menjadi salah satu peserta yang suratnya dibukukan, diantara ribuan surat yang masuk, rasanya sangat bangga dan bahagia. Awalnya murni karena sebuah kerinduan pada kakak laki-laki tercinta yang telah berpulang ke rumah Bapa, aku menulis surat ini dan kupersembahkan khusus untuknya, Koko Erwin, orang yang tak pernah kubayangkan akan pergi secepat ini, tanpa kata, tanpa pesan dan tanpa ucapan selamat tinggal.




Tapi dengan adanya kompetisi menulis “Surat Untuk Penghuni Surga” ini akhirnya aku dapat menuangkan segala kesedihan dan kerinduanku pada sosoknya yang takkan pernah tergantikan. Terima kasih Nulis Buku, karena dengan adanya kompetisi ini, kami peserta bukan hanya bisa menyampaikan rasa rindu kami yang menyesak dalam dada tapi juga sekalian dapat beramal kepada orang yang membutuhkan.




Nyesek banget rasanya saat membaca lembar demi lembar surat yang ditulis oleh para peserta terpilih dalam buku ini, dan akhirnya aku menyadari bahwa kematian adalah salah satu cara Tuhan menyayangi umat-Nya. Kematian takkan pernah mengakhiri cinta. Karena walau fisik sudah tiada, mereka akan selalu ada di dalam hati orang-orang yang menyayanginya.




Koko Erwin, kupersembahkan buku ini untukmu. Mulai sekarang, Malaikat akan menggantikan kami untuk menyayangimu. Rest In Peace, Ko. Damailah bersama Allah Bapa, Tuhan Yesus, dan para Malaikat di Surga. Hanya ini yang bisa kulakukan agar seluruh dunia tahu bahwa aku menyayangimu selamanya. We Love You Forever....


With Love,

Your Little Sister...

=========

Nb : Inilah Daftar Lengkap Proyek Menulis "Surat Untuk Penghuni Surga" : Antalogi "Surat Untuk Penghuni Surga"
Jika kalian ingin mengoleksi Novel Antalogi "Surat Untuk Penghuni Surga" ini, Anda bisa memesannya disini : Surat Untuk Penghuni Surga

Rabu, 24 Desember 2014

Chapter 11 : Angels VS Demons II Lucifer (Teaser)

Yyyeeeyy... Sampailah kita di teaser yang terakhir hehehe =) Sekali lagi, yang namanya teaser gak boleh banyak-banyak ^.^ Berikut ini adalah cuplikan terakhir dari Novel Fantasy Thriller "Return Of The Living Dead", bila anda ingin mengetahui kelanjutan kisah Lucifer, Sang Malaikat Yang Terbuang ini maka kalian bisa membelinya di Google Playbook. Still promote nih ceritanya xixixi =) Oke, langsung dibaca aja bonus cuplikannya! Let's check it out !!



Lucifer memandang semua musuhnya satu per satu. Garis batas antara hitam dan putih, gelap dan terang, kejahatan dan kebaikan, semua tampak tak jelas. Dia sama sekali tak pernah berpikir ini akan terjadi. Dia juga tak pernah bermaksud menjadikannya seperti ini. Pemberontakan ini seharusnya terjadi di Surga, antara Iblis dan Malaikat, BUKAN antara pasukan Iblis dan Tuannya sendiri. Lucifer tersenyum miris. Lucifer tak pernah berharap dia akan merasakan ini pada Lily, tapi disinilah dia sekarang, berdiri berhadapan dengan teman-temannya sendiri demi melindungi seorang gadis.

“Jadi seperti ini rasanya dikhianati? Seperti ini rasanya ditentang oleh orang yang kau percaya? Mungkin seperti ini jugalah yang dirasakan Tuhan saat aku memberontak melawan-Nya. Sedih, tak percaya, dan sakit sekali rasanya mengetahui semua orang yang dulunya berdiri di pihakmu sekarang berbalik melawanmu. Lucifer, sekarang kau merasakan apa yang Tuhan rasakan saat itu. Apa ini hukuman untukku karena pernah memberontak melawan-Nya? Inikah yang Tuhan rencanakan dengan mengirim gadis itu padaku? Agar aku menentang teman-temanku sendiri? TIDAK! Mungkin lebih tepat dikatakan, merekalah yang berbalik menentangku saat ini. Tapi aku benar-benar tak mampu melawan. Walau mungkin benar ini bagian dari rencana Tuhan, aku tak mampu melawan perasaanku sendiri. Aku mencintai Lily dan demi Lily, aku rela melawan Surga ataupun Neraka, aku tak peduli lagi. Aku Lucifer, Malaikat Kesayangan Tuhan, akan kupertaruhkan segalanya untuk menyelamatkan nyawanya, even if it means My own Destruction.” Lucifer bertekad dalam hati.

Dia benar-benar sudah jatuh sangat dalam. Terlalu dalam untuk bisa kembali keatas. Lily sudah membuatnya jatuh ke lubang penderitaan cinta yang sangat dalam. Dia mampu kehilangan Surga, tapi dia tak mampu bila harus kehilangan gadis ini. Dia sudah cukup kehilangan. Dia tak ingin sekali lagi kehilangan hal yang paling penting dalam hidupnya. Tidak untuk yang kedua kalinya. Lucifer mengangkat tinggi-tinggi pedang Malaikatnya, sebagai tanda dia siap melawan, walau dia hanya sendirian, walau dia harus dikepung oleh segerombolan Pasukan Iblis dan Neraka. Dia sama sekali tak gentar.

Lucifer menggenggam pedang Malaikatnya, pedang yang dulu pernah digunakannya untuk bertarung melawan Michael dan bala tentara Surgawi, hari ini dipakainya lagi untuk melawan sekutunya sendiri. Dengan masih menggenggam pedang Malaikatnya, mata Lucifer mencari, dan akhirnya dia melihat seorang wanita berambut pirang yang terpasung dengan wajah tersenyum penuh cinta padanya. Dia harus bisa membebaskan wanita itu dari rantai belenggu yang mengikatnya di tiang itu.

Skip...

Hades, Beelzebub, Asmodeus, Abbadon dan bala tentara Iblis lainnya, akhirnya menyerang Lucifer bersamaan. Sehebat apapun dia, tentu takkan sanggup melawan mereka sendirian secara serentak. Saat Lucifer sedang lengah karena asyik menghadapi Beelzebub dan Asmodeus, Hades memanfaatkan kesempatan ini untuk menyerangnya dari belakang, dia menghujamkan trisulanya ke punggung Lucifer, dalam hingga menembus perutnya, membuat Lucifer terluka parah.

Skip...

“Cahayaku. Dialah cahaya hidupku. Aku takkan biarkan cahaya itu mati. Akan kugunakan hidupku untuk melindungi cahaya itu.” Sumpah Lucifer dalam hati, walau dia sudah terluka parah dan darah mengucur dari seluruh tubuhnya. Dia terus maju, maju dan maju hingga akhirnya sampai di hadapan Lily. 

“LUCIFER...” Lily menangis sedih melihat Lucifer terluka parah. Lucifer tersenyum lembut menenangkan. Dia tak punya waktu. Mereka tak punya waktu. Mereka harus segera meninggalkan Neraka ini secepatnya.

Skip...

“MICHAEL, andai kau bisa membantuku...” Lucifer memohon dalam hati. Saat seperti ini dia berharap Malaikat di Surga bisa membantunya. Tapi siapalah dia ini, selain seorang Pengkhianat dan Malaikat Yang Terbuang. Lucifer tahu dia hanya bisa mengandalkan dirinya sendiri.

Skip...

Perlahan sayap malaikat Lucifer mulai patah, pedang Malaikatnya mulai menghilang seiring dengan kekuatannya yang semakin menipis. Tapi dia terus mendekap Lily dalam pelukannya, erat,  agar wanita itu tidak terhempas ke tanah dan tewas sekali lagi. 

“Tidak boleh jatuh. Tidak boleh jatuh. Ayo Lucifer, kau pasti mampu.” Lucifer terus berjuang untuk terbang, selama mungkin, sejauh mungkin, walau sayapnya mulai patah dan darah mengucur dari tubuhnya.

Merasa tak sanggup lagi bertahan, dia lalu menangis dan memohon pada Tuhan. “Tuhan…Aku tahu aku bersalah karena telah memberontak melawan-Mu. Aku akui itu, aku terima Kau membuangku dari sisi-Mu, aku terima hukuman apapun yang Kau berikan padaku. Hanya satu keinginanku, wahai penguasa Dunia ini, tolong lindungilah wanita ini. Dia tidak bersalah. Hukumlah aku saja! Dia tidak harus menanggung dosa besar yang diakibatkan olehku sendiri. Lindungilah dia! Jangan biarkan Hades dan para Iblis itu menangkapnya. Aku tak sanggup lagi melindunginya.” Untuk yang pertama kalinya, Lucifer memohon pada Tuhan sejak dia dilempar dari Surga.

“Lucifer...” dia mendengar wanita itu memanggil namanya sambil menangis, tapi Lucifer tak sanggup lagi, dia terluka parah, pandangannya mulai menggelap, sayapnya telah hilang seiring kesadarannya yang perlahan mulai menghilang. Mereka berdua meluncur kencang ke bumi, keras menghantam tanah.

*********

PREVIEW : 

“Hallo Lucifer. Kita bertemu lagi.” Ujar seorang Malaikat tampan berambut pirang keemasan dan bersayap putih. Di belakangnya berjejer para Malaikat Surga yang lain. Bala Tentara Surga berdiri dibelakang Michael, siap menunggu perintah.

“MICHAEL?” ujar Lucifer terkejut, lebih terkejut lagi saat melihat bala tentara Malaikat Tuhan di belakangnya.

*To Be Continued In Novel *

==========

Author Note : What Happened with Lucifer and Lily? Apakah akhirnya para Pasukan Iblis berhasil mengejar dan menangkap mereka? Dan apakah Tuhan mendengar doa Lucifer setelah apa yang dia lakukan? Lucifer sudah memberontak melawan Tuhan, itu adalah sebuah kejahatan besar, pantaskah mendapatkan pengampunan dan pertolongan? 


Jika kalian tertarik dengan kisah ini, pastikan kalian tidak lupa untuk mengoleksi novel yang satu ini. Kebingungan bagaimana membelinya? Gampang kok. Tinggal buka Google Play Book dan cari judul "Return Of The Living Dead" lalu lakukan pembelian seperti biasa.

Chapter 4 : The Devil's Trap II Lucifer (Teaser)

Juliana La Faye in action! That's right!! Now it's Juliana La Faye's turn to make the last sacrifice for her sister's sake. Ada yang keberatan novel ini bertabur bahasa inggris? Tenang saja. Versi Ebook terbaru yang dijual di Google Playbook sudah direvisi semua dan semua kosakata bahasa Inggris sudah dihapus dan dibahasa Indonesiakan, ya walaupun jadinya agak kaku sih auranya. Tapi karena banyak yang gak ngerti bahasa inggris dan protes minta dibahasa Indonesia'in semuanya, jadinya aku gak mau harus menuruti permintaan pasar. Aku uda nurutin kalian loh, awas kalau gak beli *ngancem hehehe* 


<<< Jika kalian tertarik dengan kisah ini, pastikan kalian tidak lupa untuk mengoleksi novel yang satu ini. Kebingungan bagaimana membelinya? Gampang kok. Tinggal buka Google Play Book dan cari judul "Return Of The Living Dead" lalu lakukan pembelian seperti biasa. >>>




Juliana La Faye sedang berdiri di depan makam kakaknya sambil merenung. Setahun sejak Lily tewas dalam kebakaran, Julia berlatih dan berlatih agar bisa menemukan cara untuk membawa kembali kakaknya dari kematian, melepaskannya dari jeratan Sang Dewa Kematian, Hades dan membuatnya hidup kembali. Tapi sekeras apapun Julia berlatih, dia tak menemukan cara untuk membawa kakaknya kembali.

Dia bukan Penyihir. Dia tidak terlahir dengan kekuatan supranatural seperti kakaknya. Jadi walau amulet bertuah itu menyimpan kekuatan sihir Lily dan membuat siapapun yang memakainya akan memiliki kekuatan yang sama, tapi saat amulet itu dilepaskan maka Julia tidak memiliki kekuatan apa-apa, alias sama seperti manusia biasa.

Julia tak ingin membahayakan anak-anaknya, jadi sejak hari pemakaman kakaknya, dia mengirim ketiga anaknya ke asrama di Lousiana untuk sekolah disana selama beberapa tahun lamanya hingga mereka lulus SMU.

Tak boleh ada yang tahu selain suaminya, kalau dia selalu berusaha mempelajari sebuah sihir yang mengerikan, NECROMANCY, untuk menghidupkan kembali kakaknya dari kematian. Apalagi bila sampai ada yang tahu bahwa dia sudah membuat kesepakatan dengan Raja Iblis Lucifer untuk itu.

Malam itu dia baru saja kembali dari Kastil Lucifer yang ada di dalam Hutan Bisikan, salah satu bagian dari Hutan Terlarang yang tak pernah bisa dimasuki orang karena tertutup sebuah sihir pelindung yang sangat kuat.

“I want blood...Aku menginginkan darah dari tiga orang gadis muda sebagai pertukarannya. Kau bisa mencarikannya untukku? KILL THEM and I WILL SAVE YOUR SISTER.” Kenang Julia pada ucapan Lucifer.

Pria itu tampak dingin dan misterius, selalu terkurung dalam kegelapan bersama beberapa bawahannya, sesama Malaikat Yang Terbuang dalam sebuah kastil tua ditengah hutan belantara yang dilindungi oleh sebuah sihir yang sangat kuat.

Kastil itu ada, tapi tak ada yang mampu melihatnya dengan mata terbuka, jika mereka tidak diijinkan untuk melihatnya dan tak punya kekuatan untuk melihatnya. Tapi Juliana La Faye bisa, kekuatan Lily yang terkunci dalam amulet bertuah itu memberinya kekuatan dan ini bukan pertama kalinya Julia mendatangi Lucifer untuk membuat permohonan.

“Apa kau akan mengembalikan kakakku padaku?” tanya Julia memastikan, merasa mendapat secercah harapan.

“TIDAK!” jawab Lucifer dengan suaranya yang tegas dan menggelegar dari singgasananya yang tinggi dan besar yang terletak di tengah ruangan.

Kastil Lucifer sangat gelap dan menyeramkan, tak ada cahaya yang menerangi kastil itu selain dari cahaya bulan yang menerobos masuk melalui jendela-jendela kecil yang ada diatap-atap, berbagai simbol-simbol aneh terpasang di sekeliling kastil tua itu juga patung-patung yang mengerikan bentuknya.

Piramida, Patung manusia berkepala kambing, simbol pentagram, angka 666, ataupun angka 13 yang tersebar di sekeliling kastil mulai dari pintu masuk hingga ruangan tempat Lucifer berada sekarang. Lucifer duduk di singgasananya yang gelap dan tinggi dengan dikelilingi oleh ketujuh bawahan setianya. Mereka semua menutupi wajah mereka dengan jubah hitam yang terjuntai hingga ke tanah, semakin menambah kesan misterius yang ada disana.

“Apa maksudmu?” Julia tak percaya mendengar apa yang dikatakan sosok di hadapannya. Bukankah mereka sudah sepakat? Julia mulai bertanya-tanya apa maksudnya.

“Bukankah kau baru saja berkata “KILL THEM AND I WILL SAVE YOUR SISTER”? My sister.” Protes Julia tak terima, dia sama sekali tidak mengerti apa yang dipikirkan ‘Makhluk’ ini.

“I said I will save your sister from Hades tapi bukan mengembalikannya padamu. LILIANA LA FAYE AKAN JADI MILIKKU! HANYA MILIKKU! Dan dia baru bisa pergi jika aku yang mengijinkannya. HANYA JIKA AKU MENGIZINKAN!” tegas Lucifer, pelan dan dingin, membuat bulu kuduk Julia meremang.

Julia dilanda dilema. Kakaknya kembali terperangkap. Lucifer want her sister. Ini sama saja dengan lepas dari mulut harimau tapi masuk ke mulut buaya. Lepas dari Dewa Kematian tapi jatuh ke tangan Malaikat Yang Terbuang, apa bedanya itu? Batin Julia miris. Kenapa sulit sekali?

“Jika kau ingin kakakmu kembali padamu, maka kau harus korbankan keluargamu atau dirimu sendiri. Sama seperti yang dilakukan kakakmu dulu, dia mengorbankan dirinya sendiri. Tapi jika kau mengorbankan orang lain, maka dia akan jadi milikku. Akan kubebaskan dia dari cengkeraman Hades tapi dia akan jadi milikku selamanya. HANYA MILIKKU!” Jawab Lucifer, seolah mengerti yang Julia pikirkan.

Suaranya terdengar dingin dan tegas, tak ada nada kompromi di dalam nada suaranya. Ini perintah, Julia menyadari apa yang diinginkan Lucifer sebagai pertukarannya.

“Sejak kapan Raja Iblis Lucifer membuat kompromi dengan manusia? Bukankah selama ini manusia yang selalu menuruti apa yang diinginkannya? Manusia hanyalah budak baginya.” Batin Julia miris. Dia tahu dia tak punya pilihan lain. Sekarang atau tidak selamanya. Bukankah sebelumnya dia sudah memohon pada Beelzebub, Abbadon, Asmodeus dan Setan tapi tak ada seorangpun yang mau membantunya? Lucifer adalah satu-satunya pilihan yang tersisa.

“Setidaknya dia hidup kembali kan? Setidaknya kau bisa melihatnya ada disini. Setidaknya dia bisa melihat matahari lagi. Setidaknya dia tidak berada dalam Neraka yang panas. Kau boleh mengunjunginya disini kapanpun kau mau, tapi kau tak bisa membawanya pergi.” Lanjut Lucifer, menegaskan persyaratannya. Julia terdiam. Dia tahu Lucifer benar dan hanya dia yang bisa membebaskan kakaknya dari jeratan Dewa Kematian.

“Baik. Asal dia hidup kembali dan asalkan aku bisa melihatnya kapanpun aku mau, aku terima tawaranmu.” Jawab Julia akhirnya, pasrah. Lucifer tersenyum puas melihat Julia tak punya pilihan.

“Bawa pentagram itu! Bunuh tiga orang gadis muda dan lakukan ritualnya. Malam ini. Lakukan malam ini juga. Tanggal 31 Oktober, bertepatan dengan Halloween Day, adalah hari yang pas untuk melakukan ritualnya. Kau lakukan ritual untukku dan aku akan membawa kakakmu kembali dari kematian.” Perintah Lucifer seraya melemparkan sebuah simbol Satanisme berbentuk Pentagram dengan Baphomet di tengahnya. Julia berlutut dan mengambilnya.

“Malam ini? BAIK.” Julia menyanggupi karena teringat Claudette akan datang malam ini untuk mengungkap “kebenaran.” Kebenaran menurut versinya sendiri.

“YA. Lakukan malam ini atau perjanjian batal. Semoga berhasil!” seru Lucifer datar, tak ingin mengubah keputusannya. Dalam hati dia berdebar kencang. Setelah meyakinkan dirinya jika kakak gadis ini adalah Liliana La Faye, gadis yang menurut versi Michael adalah belahan jiwanya, Lucifer menjadi tak tenang.

Dia tak sabar menunggu hari dimana dia bisa menyelamatkan gadis itu dari Neraka dan melihat seperti apa gadis yang sudah disiapkan Tuhan untuk menjadi pasangan hidupnya. Sebenarnya tanpa perjanjian inipun, dia bisa turun kapan saja ke Neraka untuk merebut gadis itu dari Hades.

Tapi Lucifer butuh alasan, dia tidak ingin bawahannya berpikir macam-macam dan mencurigai perbuatannya yang bisa dibilang tidak biasa. Lagipula sisi Iblisnya mengatakan bahwa tak ada sesuatu yang gratis di dunia ini kan? Gadis ini harus membayar bantuannya. Darah persembahan dari gadis desa dan diri Lilian adalah harga yang pantas baginya.

“Satu hal lagi, aku tak mau kau mengatakan padanya bahwa aku adalah Malaikat Yang Terbuang. Aku akan menghapus sebagian ingatannya. Kuperingatkan padamu. Dont say anything about me!” Lucifer kembali mengingatkan Julia sebelum akhirnya lenyap begitu saja menjadi kepulan asap hitam, diikuti oleh ketujuh bawahannya yang lain. Hanya tinggal Julia sendiri ditengah ruangan yang dingin dan besar itu di depan singgasana yang sudah kosong.

Juliana La Faye sedang berpikir keras, Claudette Maggie Wall bisa menjadi tumbal pertama, tapi siapa calon korban kedua dan ketiga? Andai saja kedua temannya juga datang, maka lengkaplah semuanya. Ritual Necromancy itu pasti bisa langsung dilaksanakan.

“Bagaimana caranya aku memancing dua yang lain untuk datang kemari?” Juliana berpikir. Dia harus mulai mencari tiga orang gadis muda untuk persembahan kepada Lucifer malam ini juga. Waktunya tak banyak. Hanya tersisa beberapa jam saja sebelum tengah malam tiba dan hari berganti.

To be continued...
 

Chapter 3 : The Fallen Angel II Lucifer (Teaser)

Novel yang mengundang sedikit kontroversi, karena di negara Indonesia yang mayoritas Muslim, umat muslim tidak mengakui adanya Malaikat Yang Terbuang bernama Lucifer, berbeda dengan kami umat Kristiani yang mengakui adanya Lucifer dan bahkan dijelaskan di dalam kitab suci kami, yaitu di ayat Yesaya mengenai kejatuhannya dari Langit. Mungkin perbedaan paham itulah yang membuat Novel dengan tema seperti ini masih sulit diterima oleh publik *sigh* 


Jika diluar negeri, tema The Fallen Angel bisa dibilang cukup umum, tapi tidak jika di Indonesia ini. Sebelum aku hadir dengan tema Lucifer, di #GWP2 belum ada penulis lain yang menulis tema ini, tapi setelah aku hadir dengan tema Angels vs Demons ditambah dengan kenyataan bahwa aku selalu menjadi Penulis Terpopuler di Gramedia Writing Project selama 2 bulan berturut-turut *nomor 1 Bulan November dan Nomor 2 Bulan Desember* maka tema sejenis seperti ini langsung bermunculan *sigh* Plagiatisme di mana-mana *sambil nari hula-hula* Latah semua *hanya bisa mengelus dada*


<<< Jika kalian tertarik dengan kisah ini, pastikan kalian tidak lupa untuk mengoleksi novel yang satu ini. Kebingungan bagaimana membelinya? Gampang kok. Tinggal buka Google Play Book dan cari judul "Return Of The Living Dead" lalu lakukan pembelian seperti biasa. >>>



Lucifer kembali termenung di balkon kamarnya, mencoba mencerna semua perkataan Michael yang baginya terdengar sama sekali tak masuk akal.

“Jadi kau hanya punya dua pilihan. Bertarung denganku atau menuruti perintah Tuhan? Walau kau berusaha menolaknya, itu tak ada gunanya, cepat atau lambat kau akan menyadari betapa pentingnya dia untukmu. Itu saja yang ingin kusampaikan. Segera selamatkan dia dari Neraka. Aku pergi.” Ujar Michael singkat dan tanpa bisa dibantah, yang hanya dijawab anggukan kepala tak berdaya dari Lucifer. 

Dengan kalimat itu pula, Michael segera mengepakkan sayap Malaikatnya dan terbang ke langit, meninggalkan Lucifer dalam kebingungan.

“Belahan jiwa? Jangan buat aku tertawa! Menerobos neraka hanya untuk menyelamatkan seorang gadis yang tidak ku kenal. Sungguh lucu! Aku Lucifer, putera Fajar, terang yang memberikan nuansa baru pada kegelapan. Aku diciptakan dari cahaya-Nya. Sempurna adalah definisi yang tepat untukku. Aku menyukai posisiku. Aku menyukai peranku sebagai Malaikat kesayangan Tuhan. Aku adalah satu dari tujuh Archangel, Malaikat utama Tuhan selain Michael, Gabriel, Raphael, Uriel, Seraphiel dan Zachariel. Tapi itu sebelum Tuhan melemparku dari Surga dan mengangkat seorang Malaikat lain, Phanuel untuk menggantikan posisiku.” 

“Aku hadir saat proses penciptaan manusia. Aku adalah ciptaan Tuhan yang paling sempurna. Aku ingin semua Malaikat di Surga berlutut padaku. Tapi suatu hari Tuhan menciptakan manusia dan menyuruhku untuk menyembah pada manusia itu, makhluk yang tercipta dari debu dan tanah. Aku Lucifer, tak bisa menerima semua itu. Aku memberontak melawan Tuhan. Aku hendak naik ke langit, aku hendak mendirikan tahtaku mengatasi bintang-bintang Allah dan aku akan duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah utara. Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai yang Maha Tinggi. Pada hari itu, Aku, Lucifer menyatakan permusuhan dengan penciptaku. Lalu Tuhan menjadi sangat marah dan memerintahkan Michael dan bala tentara Surganya untuk mengusirku dari Surga.”

“Dan sejak itu aku bukan Malaikat, juga bukan Setan. Aku menyeret sepertiga Malaikat Surga untuk pergi menemaniku. Saat itulah mereka mulai memanggilku, LUCIFER THE FALLEN ANGEL. Sejak Tuhan melemparku dari Surga ke bumi, aku sudah kehilangan semua cahayaku. Aku hidup dalam kegelapan abadi, jiwaku mulai mati. Aku hanya berpikir untuk membalas dendam pada mereka suatu hari nanti, hingga hari Penghakiman tiba, aku akan terus menyesatkan manusia. Aku ingin mereka semua menemaniku di Neraka.” 

“Aku mengangkat diriku sendiri sebagai Penguasa Kegelapan, Raja Iblis Lucifer, itulah diriku yang sekarang. Aku memiliki tujuh bawahan utama : Beelzebub, Azazel, Asmodeus, Abadon, Asytoret, Asyera dan Terafim. Tapi aku tetap Lucifer, sang Putera Fajar yang terang. Aku menguasai seluruh bumi beserta isinya. Aku mempunyai kuasa untuk menyesatkan manusia. Aku yang paling sempurna diantara segala makhluk. Aku adalah Malaikat ciptaan Tuhan yang paling mulia. Dan aku adalah terang. Pada mulanya akulah pemegang terang itu. Tanpa aku, tak ada terang itu. Hanya ada gulita yang meliputi jagat raya. Bukankah di Mesir aku juga dikenal sebagai Dewa Matahari? Ditempat lain ada yang mengenalku sebagai Dewa Api. Bukankah banyak yang menyembah bulan dan bintang? Itu semua menunjukkan hakekatku. Takkan ada manusia yang menyembah sesuatu yang gelap, justru mereka menyembah semua hal yang bersinar terang. Dan itu adalah aku.”

“Tapi Allah telah mengganti namaku dengan Iblis, karena aku dianggap lawan bagi-Nya. Sebenarnya aku bukanlah lawan bagi-Nya karena mudah bagi-Nya untuk memusnahkan aku, aku sendiri tidak mengerti kenapa Allah melepaskan aku. Tapi aku tak peduli semua itu, bagiku kini tujuanku hanya satu : Membuat manusia sujud padaku. Bukankah dulu aku diminta sujud pada manusia itu? Sekarang sebagai balasnya, mereka yang harus bersujud padaku. Jahat, kejam, sadis dan semua konotasi negatif lainnya telah ditujukan padaku. Benar. Aku adalah Iblis, tentu semua predikat itu cocok untukku. Dan sejak kapan ada seorang Iblis yang peduli soal cinta? Belahan jiwa? Lucu sekali. Kurasa ini adalah jebakan dari Malaikat Surgawi untukku, entah dengan alasan apa.” Lucifer berkata dalam hati seraya mengingat hari-harinya yang indah di Surga, sesaat sebelum akhirnya dia dilempar ke bumi dan sejak itu pintu gerbang Surga tertutup untuknya. 

“Aku, Lucifer, bersumpah akan memerangi langit yang sudah membuangku.” batinnya sekali lagi, perih seraya menatap langit dengan penuh kemarahan dalam hatinya. Lucifer mencengkeram erat pagar balkonnya dengan emosi dalam dadanya.

Namun tiba-tiba saja dia teringat pertemuannya dengan Julia, dia ingat bagaimana Julia memohon padanya untuk membantunya membangkitkan kembali kakaknya dari kematian dan membebaskannya dari cengkeraman Hades. 

“Hades? Julia? Bukankah nama lengkap gadis itu Juliana La Faye? Apa mungkin kakaknya itu adalah Liliana La Faye?” Lucifer tersentak.

“TIDAK!” batinnya menolak.

“Tidak mungkin dia orang yang sama yang pernah disampaikan Michael padaku? OH NO! Aku benci jika sabda Tuhan menjadi nyata.” Lucifer mengutuk langit yang masih memiliki kontrol atas dirinya, bahkan bisa menentukan jalan hidupnya seperti ini.

Hal ini semakin membuktikan bahwa sebenarnya dia tak memiliki kuasa apapun atas dunia ini. Dia benci sekali saat sabda Tuhan menjadi kenyataan. Ini menunjukkan bahwa Tuhan masih berkuasa atas dirinya. 

“Aku harus menemui gadis itu. Juliana La Faye. Aku harus pastikan dulu kebenarannya. Siapa nama kakaknya dan benarkah dia adalah gadis yang dimaksud oleh Michael?” tanpa sadar Lucifer mulai tertarik dengan Lily. Dia segera mengeluarkan sayap Malaikatnya lalu dengan bergegas terbang dari atas balkon kamarnya dan menuju kediaman Julia.

To be continued...

Chapter 2 : Witch Hunt II Lucifer (Teaser)

Pembakaran Penyihir...Api di tiang pembakaran yang telah membakar Juliana La Faye yang tak bersalah telah mengubah seorang gadis yang baik hati menjadi seorang pembunuh berdarah dingin. Api yang telah menyalakan dendam kesumat dalam hatinya yang dalam semalam telah kehilangan semua orang yang berarti dalam hidupnya.


Liliana La Faye bersumpah dia akan membangkitkan adiknya dari kematian, walau untuk itu dia harus membayarnya dengan sangat mahal. Pepatah mengatakan "Darah Lebih Kental Daripada Air" dan bagi Liliana La Faye hal itu benar adanya, demi cintanya pada sang adik satu-satunya, dia rela menjual jiwanya pada Dewa Kematian. Well, adakah cinta seperti ini dalam kehidupan saat ini? Cobalah lihat sekeliling kalian atau tanyakan pada hati nurani kalian. Akankah kaliana melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Liliana La Faye ketika misalnya kalian kehilangan salah seorang keluarga kalian karena sebuah ketidakadilan?



Flashback :
New Orleans, Jumat 13 Desember 1805...
Seorang gadis muda dengan rambutnya yang lurus panjang dan berwarna pirang, bergaun ungu muda, bermata hijau zaitun, dengan wajah cantik dan hidungnya yang mancung terpekik tak berdaya saat melihat adiknya dibakar hidup-hidup di tiang pembakaran.

Saat itu di abad pertengahan, Eropa dan Amerika mengalami masa kegelapan yang dikenal dengan nama The Witch atau Jaman Penyihir, dimana banyak wanita yang dituduh sebagai tukang sihir, dan mereka di eksekusi mati tanpa pengadilan yang tepat. Dengan mengatasnamakan Witch Hunt atau perburuan penyihir, banyak wanita tak bersalah menjadi korban. 

Tak seorangpun yang tahu wanita mana yang benar-benar tukang sihir dan mana yang tidak. Tapi yang jelas adalah banyak wanita tak bersalah menemui ajalnya dengan cara yang tragis, dituduh sebagai penyihir. Mereka harus mati di pancung, dirajam, atau bahkan di bakar ditiang pembakaran, tergantung dari jenis vonis yang dituduhkan pada mereka.

Tragedi yang menyakitkan ini juga terjadi di negara bagian New Orleans yang memang sedang melakukan ‘pembersihan’ besar-besaran terhadap pada penyihir wanita atau yang di duga sebagai penyihir wanita. 

Siapapun yang diduga sebagai penyihir, tanpa melalui pengadilan terbuka, langsung ditangkap dan disiksa, sebagian besar dari mereka bahkan langsung dibakar ditiang pembakaran tanpa lebih dulu dibuktikan kebenarannya. Dan salah satu dari banyak korban yang berjatuhan itu adalah seorang gadis muda bernama Juliana La Faye.

“Juliana tidak bersalah! DIA BUKAN PENYIHIR! LEPASKAN DIA!” erang gadis muda itu putus asa tapi tak ada seorangpun yang percaya. Dia terlambat. Adiknya sudah mati terbakar.

Dengan airmata berlinang, gadis muda itu menggenggam amulet yang tergantung di lehernya, mulutnya komat kamit membaca mantera dan dalam sekejap hujanpun turun membasahi lapangan luas yang digunakan sebagai tempat pembakaran, membuat api itu padam seketika. 

Semua orang yang ikut menonton acara pembakaran itu hanya bisa terbengong takjub saat melihat hujan tiba-tiba turun dan memadamkan apinya, tanpa seorangpun menyadari bahwa gadis berambut pirang itulah yang melakukannya.

“Ternyata benar. Keluarga La Faye adalah keluarga penyihir. Lihat! Hujan tiba-tiba turun dan memadamkan apinya.” Seru seorang warga dengan ekspresi takut. Gadis muda itu hanya terdiam pilu tanpa mengatakan apapun. 

Keluarga La Faye adalah keluarga yang sangat kaya, mereka memiliki sebuah kastil tersembunyi di tengah Hutan Terlarang, jauh dari penduduk kota, mungkin itu sebabnya Walikota New Orleans, Benjamin Sherman menangkap seluruh keluarga La Faye dengan tuduhan mempraktekkan ilmu hitam.

Dengan kejam, pria tua botak itu merajam sepasang suami istri La Faye hingga tewas, membantai seluruh pelayan dan keluarga mereka yang lain, dan belum cukup dengan itu, dia juga mendakwa Juliana, puteri suami istri La Faye dengan tuduhan sebagai penyihir dan membakarnya hidup-hidup di tiang pembakaran dan merampas rumah mereka.

Semua orang berpikir keluarga La Faye sudah habis tak bersisa, tapi mereka salah. Penyihir yang sesungguhnya, Liliana La Faye, kakak Juliana yang selama ini disembunyikan masih hidup diluar sana dan berniat menuntut balas. 

“Benar! Aku adalah Seorang Penyihir. Harusnya akulah yang terbakar hidup-hidup disana, bukan Julia! Dendam ini akan kubalas. Aku takkan pernah melupakan hari dimana kalian membakar adikku hidup-hidup!!” sumpah gadis itu pahit dengan ekspresi penuh dendam. Kutukan sudah dilontarkan, kutukan yang menghantui seluruh keluarga Sherman. Tak seorang pun bisa lari. Mereka semua akan membayar mahal.

Seorang gadis manis yang selama ini selalu memakai kekuatannya untuk menolong orang kini terjerat dalam ilmu hitam demi untuk menghidupkan kembali adiknya dari kematian. Walau untuk itu ada harga yang harus dibayar dengan sangat mahal, dan Liliana harus membayarnya. 

********* 

Liliana yang putus asa memutuskan untuk meminta bantuan pada kuasa kegelapan agar bisa membangkitkan adiknya dari kematian. Dia tahu bahwa jauh di dalam Hutan Terlarang, ada seorang penyihir tua yang konon berusia ratusan tahun lamanya, dan dari penyihir inilah dia bisa meminta pertolongan. 

Di suatu malam yang sunyi dan dengan menerjang dinginnya angin di musim gugur, Liliana mendatangi hutan itu sendirian, dia berdiri di depan pintu sebuah rumah tua jauh di dalam hutan. Dia menunggu beberapa saat hingga seorang wanita tua berhidung panjang dan bengkok serta berwajah keriput dengan jubah hitamnya itu membuka pintu rumahnya dan mempersilahkannya masuk.

“Kau sudah datang La Faye. Masuklah!” seru wanita tua berhidung bengkok itu dengan suara serak seraya melemparkan pandangan waspada pada sesuatu di belakang gadis itu. 

“Kau datang sendiri kan?” tanya wanita tua itu curiga.

“Seperti yang Anda lihat, Nyonya.” jawab gadis muda itu tegas. Setelah memeriksa keadaan dan yakin bahwa semuanya telah aman, barulah wanita tua itu mempersilahkannya masuk ke dalam rumahnya yang gelap, kotor dan tua.

“Jadi, kurasa gadis sombong itu telah salah menuduh orang benarkan? Saudaramu tidak bersalah. Bukankah harusnya kau yang dibakar di tiang pembakaran? YOU ARE THE REAL WITCH, Liliana La Faye!” ujar wanita itu yang terdengar seperti sindiran di telinga gadis itu.

Ini jebakan. Ini konspirasi keji yang mengerikan. Walikota Sherman bukan salah menuduh orang tapi dia memang berniat menyingkirkan saudaraku. Yang diinginkannya adalah Julia, bukan aku..Dan semuanya demi pria itu. Betsheba Sherman menyukai kekasih adikku dan selama Julia masih hidup, dia takkan pernah mendapatkan pria itu.” jawab gadis muda itu seraya perlahan mendekati sebuah rak buku tua dan menarik salah satu buku tua bersampul hitam.

“Cinta ternyata bisa membuat orang jadi keji, benarkan?” cibir penyihir tua itu seraya tertawa terkekeh lalu berjalan mendekati kuali dan memasukkan bahan-bahan kedalamnya, entah untuk apa. Bau amis menyengat saat wanita tua itu mengaduk adonan di dalam kualinya. Tapi Lily tak peduli, dia lebih tertarik pada apa yang ditulis di dalam buku tua yang saat ini dia pegang. 

NECROMANCY? Apa ini efektif?” tanya Liliana tiba-tiba seraya mengangkat sebuah buku tua yang terlihat sangat usang, membuka halaman tertentu dan menunjukkannya pada penyihir tua itu.

“Apa kau yakin kau akan melakukannya? NECROMANCY, sebuah sihir hitam untuk membangkitkan seseorang dari kematian, tapi untuk itu kau harus bersekutu dengan Iblis. Bersekutu dengan Iblis, harga yang harus kau bayar sangatlah mahal. Necromancy juga meminta tumbal. Satu nyawa harus mati untuk menggantikan yang lainnya.” wanita tua itu memperingatkan sambil terus mengaduk kualinya. 

“Aku tidak akan biarkan gadis jahat itu tertawa diatas tangis penderitaan saudaraku. Aku tidak akan pernah lupa hari itu, hari dimana dia membakar saudaraku hidup-hidup di tiang pembakaran. Hari pembalasan akan segera tiba, itu sebabnya aku kembali kemari!” jawab gadis itu dingin, lalu membawa buku tua itu bersamanya dan duduk di salah satu kursi yang ada di depan meja makan agar bisa membacanya lebih teliti.

“Kematian saudaramu pasti meninggalkan luka yang sangat besar untukmu kan? Apalagi setelah keluarganya menjebak keluargamu sehingga kalian diusir dan dirajam hingga tewas seperti itu. Kau pasti ingin saudaramu hidup kembali kan?” Tebak wanita tua itu lagi, tepat sasaran.

“Itu sebabnya aku menemui Anda, Nyonya! Aku tahu amulet bertuah itu bukan amulet sembarangan. Ada sebuah sihir hitam untuk membangkitkan orang mati, dan sihir itu ada di dalam buku ini kan? NECROMANCY! Dan aku tahu ada harga yang harus di bayar, tapi aku tidak peduli berapapun harganya. Dengan kemampuanku, apa aku sanggup melakukannya?” tanya gadis muda itu terdengar ragu, dia menggenggam amulet di lehernya dan menunjuk halaman di buku itu.

“Kemampuanmu lebih dari cukup. Tapi kau harus mencari seorang gadis muda dengan kisaran umur yang sama dengan saudaramu. Jadikan mereka tumbal! itu peraturannya jika kau ingin membuat perjanjian dengan setan.” jawab wanita tua itu seraya berjalan mendekatinya lalu membalik halaman buku itu dan menunjuk salah satu halaman yang lain.

“Kurasa dia bisa membantumu.” Ujar wanita tua itu, menunjuk pada gambar seseorang di dalam buku. Lily memandang halaman buku tua itu, wajahnya tampak tak senang, tapi dia tak punya pilihan lain sekarang.

“Bukan masalah! Kurasa aku akan membuat kesepakatan dengannya.” jawab Lily akhirnya, matanya berkobar marah, dia sudah membayangkan akan membantai habis seluruh keluarga Sherman sama seperti mereka membantai habis seluruh keluarganya.

End Of Flashback

~~~~


Jika kalian tertarik dengan kisah ini, pastikan kalian tidak lupa untuk mengoleksi novel yang satu ini. Kebingungan bagaimana membelinya? Gampang kok. Tinggal buka Google Play Book dan cari judul "Return Of The Living Dead" lalu lakukan pembelian seperti biasa.


Chapter 1 : The Medallion II Lucifer (Teaser)

Chapter 1 is coming =) Hhhmm, mungkin akan ada perbedaan yang signifikan antara setting di dalam Novel dengan setting yang ada di Gramedia Writing Project Batch 2. Jika di #GWP2 kisah ini bersetting di Salem, Massachusets maka di dalam novel sebenarnya kisah ini bersetting di New Orleans di abad pertengahan. 


Jika kalian tertarik dengan kisah ini, pastikan kalian tidak lupa untuk mengoleksi novel yang satu ini. Kebingungan bagaimana membelinya? Gampang kok. Tinggal buka Google Play Book dan cari judul "Return Of The Living Dead" lalu lakukan pembelian seperti biasa.



New Orleans Village, Oktober 1817...
Seorang wanita muda berusia sekitar 28 tahunan, berambut panjang lurus dan berwarna coklat terang, dengan jubah hitam yang membalut kulit putihnya yang pucat sedang duduk bersimpuh ditengah ruangan kamarnya yang gelap gulita, di sekelilingnya belasan lilin menyala dan dia tampak memegang sebuah bola kristal, di lehernya  sebuah amulet tergantung dengan indahnya.

Awalnya semua baik-baik saja, tapi sesaat kemudian nyala lilin-lilin itu mulai bergoyang dan tampak tirai jendela kamar itu perlahan tersingkap, pintu balkon mendadak terbuka dan sesosok tubuh berjubah hitam dengan sepasang sayap hitam di punggungnya melayang masuk dari sana.

Sosok itu terlihat sangat tampan, dia memiliki kesempurnaan Malaikat Surga, tetapi juga memiliki aura misterius yang tidak biasa. Tubuhnya seperti manusia, berwajah tampan seperti Malaikat Surga pada umumnya, dengan bola mata yang berwarna biru terang, raut ketegasan tergambar jelas di wajahnya, rambutnya berwarna hitam lekat sangat kontras dengan kulitnya yang putih pucat bagaikan salju, dia memiliki sayap serupa dengan Michael dan Gabriel, dan para Malaikat Tuhan yang lain, tetapi sayap itu berwarna hitam dan pada saat sayapnya terbuka, terlihat bulu-bulunya bagaikan anak pedang yang tajam.

 “Aku tahu kau pasti akan datang.” ujar gadis itu tenang, seolah bisa menebak kedatangan “tamunya”.

“Juliana La Faye, apa yang kau inginkan dariku?” tanya sosok hitam itu dengan dingin dan angkuh. 

“Aku yang seharusnya terbaring didalam pusara itu kan?” ujar wanita itu menerawang, tidak mempedulikan pertanyaan pria bersayap itu.

Aku tak punya pilihan. Kaulah satu-satunya yang bisa membantuku. Gadis itu. Betsheba Sherman. Dia yang telah mengkhianatiku dan membakarku hidup-hidup ditiang pembakaran sebelas tahun yang lalu. Harusnya itu makamku, tapi kakak menukar hidupnya dengan hidupku agar aku bisa bangkit dari kematian. Ini tidak adil untuknya...” serunya sambil menangis pelan, mengingat detik-detik terakhir ketika kakaknya, Liliana La Faye harus terbakar hidup-hidup di dalam gudang sebagai harga yang harus dibayarnya untuk pertukaran nyawa adiknya. 

“Kakakku orang yang baik. Aku tak percaya dia membunuh orang hanya demi aku.” ujarnya menyesal, airmata masih menetes pelan di wajahnya yang cantik. Sosok itu masih terdiam.

Amulet ini telah memberitahuku semuanya. Kakakku menggunakan tubuh dan jiwa Betsheba Sherman sebagai persembahan dan pertukaran agar aku hidup kembali. Dia menyihir semua penduduk kota dan memanipulasi ingatan mereka soal siapa yang mati dibakar hari itu. Bukan hanya itu, Kakak juga membantai seluruh Keluarga Sherman dan untuk semua pembantaian yang telah dia lakukan, dia harus membayarnya dengan nyawanya. Kenapa harus membangkitkanku dari kematian? Karena aku, banyak orang yang mati sia-sia.” ujarnya sedih dan menyesal, masih tetap bersimpuh di dalam formasi berbentuk pentagram yang penuh lilin tanpa menoleh pada ‘tamunya’.               

Kurasa Kakakmu sangat mencintaimu, demi kau, dia rela lakukan apapun. Tapi sayang sekali aku tak punya waktu untuk mendengarkan curahan hatimu.” Jawab sosok itu tetap dengan dingin dan angkuh.

Perlahan Julia berdiri, dengan menggenggam amuletnya dia menatap pria bersayap itu dan berkata dingin “Tolonglah aku! Apa yang harus kulakukan agar kau mau menolongku? Hanya kau yang bisa, Lucifer. Aku mempelajari sihir di buku itu, aku ingin membawa Kakakku kembali dari kematian dan aku butuh bantuanmu.” Ujar Julia, merendahkan suaranya, memohon pelan. 

“Apa kau yakin kau akan melakukannya? Kau bukan Penyihir. Kemampuanmu takkan cukup untuk melakukannya. Tanpa amulet itu, kau tak punya kemampuan apa-apa. Kau kuat karena amulet itu tergantung dilehermu, karena kekuatan kakakmu ada dalam amulet itu. Lagipula, bersekutu dengan Iblis, harga yang harus kau bayar sangatlah mahal. Lupakan saja keinginanmu! Jangan lakukan hal yang sia-sia. Kau takkan sanggup melakukannya! sosok itu memperingatkan, seolah tak berniat mengabulkan permintaanya.

“TIDAK! AKU PASTI BISA! AKU HARUS BISA!” Julia bersikeras, dia tidak akan menyerah begitu saja. 

“Dulu kakakmu menjual jiwanya pada Hades agar bisa membangkitkanmu dari kematian. Sekarang, kau ingin menjual jiwamu padaku agar dia bisa bangkit kembali dari kematian. Kalian berdua sungguh sangat membingungkan.” Cibir sosok hitam itu, Lucifer sang Malaikat Kegelapan.

“Jika itu memang perlu, aku rela menjual jiwaku padamu. Katakan apa yang kau inginkan dariku?” jawab Julia tegas dan tak ada keraguan dalam suaranya. 

“Aku tak pernah berselisih dengan Hades sebelumnya. Dan aku pun tak punya alasan untuk berselisih dengannya saat ini. Hanya demi kau, pantaskah aku melakukannya? Apa yang bisa kau berikan padaku sebagai imbalan untuk menerobos masuk Neraka dan menculik Ratu Dunia Bawah?” Lucifer balik bertanya.

“Kau tahu siapa aku, aku tak mau membantu manusia secara cuma-cuma. Pikirkan apa yang bisa kau berikan padaku sebagai pertukarannya. Datanglah padaku jika kau sudah tahu jawabannya.” Ujar Lucifer lalu menghilang dalam kepulan asap hitam dalam detik berikutnya. 

Aku tak peduli apapun persyaratannya. AKU PASTI BISA! NECROMANCY. Aku akan pakai cara yang sama seperti kakakku melakukannya. SEGERA!! AKU AKAN MEMBAWA KAKAKKU KEMBALI DARI KEMATIAN!” Julia bertekad, sambil menangis pelan mengingat Lily yang tewas dalam kebakaran.

Julia tenggelam dalam kenangan kematian kakaknya yang menyakitkan hingga dia tidak sadar saat pintu kamar itu terbuka dan seorang pria lain masuk kedalam ruangan dengan wajah yang terlihat cemas. Dia memiliki raut wajah yang tegas, dengan rambut ombak berwarna coklat gelap pendek, hidung mancung dan bola mata berwarna biru terang, pria itu terlihat sangat tampan, tapi kini kecemasan terlihat jelas di wajahnya yang tampan. 

“Kau melakukannya lagi? Tolong hentikan, Julie! Ini tak ada gunanya untukmu. Kau bukan Penyihir! Kau takkan mampu melakukannya. Tolong jangan membuat tragedi yang sama terulang. Jika kau menyayangi kakakmu, jangan buat semua pengorbanannya sia-sia.” Ujar pria itu terlihat putus asa karena istrinya tidak mau menuruti kata-katanya.

“TIDAK! AKU PASTI BISA! Jika kakakku bisa, aku juga pasti bisa. Aku punya amulet ini. Kekuatan kakakku ada didalamnya.” Jawab gadis muda itu bersikeras seraya menggenggam erat amulet bertuah yang tergantung di lehernya yang jenjang.

“JULIANA LA FAYE!” bentak pria itu dengan nada putus asa.

“ALEXANDER FLETCHER, jika kau mencintaiku, kau harus mendukungku. Aku tak bisa hidup dengan rasa bersalah atas kematian kakakku. Please, biarkan aku mencobanya.” Pinta Julia memelas, sambil berjalan keluar dari dalam formasi pentagram api, tempat tadi dia bersimpuh dan melakukan ritual. 

“Apa kau tahu aku sangat putus asa? Aku sudah mencoba ke semua nama, ke semua kekuatan kegelapan yang pernah ada di dunia : Setan, Beelzebub, Abbadon, Asmodeus, Lucifer. Dan hanya Lucifer yang bisa menolongku. Hanya Lucifer yang bisa membawa kakakku kembali dari kematian. Biarkan aku mencobanya.” Julia kembali meminta ijin pada suaminya dengan ekspresi putus asa, perlahan berjalan mendekati suaminya dan berusaha membujuknya.

“Tapi ini gila! Kau tahu siapa itu Lucifer. He is The Great Demon Lord. Dia Malaikat Yang Terbuang, dia Raja Iblis yang sangat kejam, dia Penguasa Kegelapan. Dan kau memohon padanya? Aku tak mau kau main-main dengan kuasa kegelapan. Itu sangat berbahaya Julia.” Alex terlihat tak kalah putus asa saat menasehati isterinya, dia menyadari bahwa Julia takkan berhenti sebelum melihat kakaknya hidup kembali. 

“Justru karena dia adalah Penguasa Kegelapan, jadi hanya dialah yang bisa membantuku sekarang. Jika Bala Tentara Surga saja berani dilawannya, apalagi hanya seorang Dewa Kematian? Dialah yang paling kuat diantara yang lainnya.” Julia pasrah saja, karena memang hanya itulah satu-satunya jalan.

Lucifer yang terkuat, dia adalah Malaikat Kesayangan Tuhan sebelum akhirnya Tuhan melemparnya dari Surga ke bumi. Hanya Michael dan Tuhan sendirilah yang bisa mengalahkannya. Hanya Lucifer yang bisa menolongnya saat ini, hanya dia yang mampu membebaskan Lily dari jerat Sang Dewa Kematian, Hades. 

“Tapi tak ada sesuatu yang gratis di dunia ini. Apalagi untuk pertukaran sebuah nyawa. Lucifer pasti meminta imbalan.” Ujar Alex tak suka. Julia mengangguk pelan, mengingat bahwa memang Lucifer dengan jelas mengatakan bahwa tak ada sesuatu di dunia ini yang cuma-cuma.

To be continued...