Sabtu, 02 Januari 2016

Menikmati Sensasi Pertemuan Matahari dan Bulan di Sun Moon Lake Taiwan

Happy New Year Everyone. First Post in 2016. Masih musim liburan Tahun Baru. Still with the Lonely Planet, Taiwan.Walau terbilang sebagai negara yang kecil, tapi Taiwan sangatlah maju dan makmur dengan berbagai keindahan alam yang melimpah. Selain berbagai gunung tinggi yang indah yang tersebar di seluruh wilayah, Taiwan juga memiliki berbagai danau yang indah, salah satunya yang paling terkenal adalah Sun Moon Lake yang terletak di Nantou, Taiwan.




Selain Danau Sihu yang indah di wilayah Guang Zhou - China, ada satu lagi sebuah Danau di Taiwan yang tidak kalah indahnya yaitu Danau Matahari dan Bulan atau Sun Moon Lake di Taiwan. Begitu terkenalnya danau ini sehingga ada pepatah yang mengatakan “Seseorang belum dikatakan benar-benar pergi ke Taiwan jika belum mengunjungi Sun Moon Lake”.




Sun Moon Lake terletak di kota Nantou, Taiwan Tengah. Danau ini disebut sebagai Danau Matahari dan Bulan karena konon bila dilihat dari Puncak Pagoda Emas Chi En, bentuk danau ini di sebelah barat tampak seperti Bulan Sabit dan di sebelah timur tampak seperti Matahari. Sun Moon Lake adalah danau pertemuan antara arus panas dan arus dingin, itulah sebabnya pengunjung tidak diijinkan untuk berenang di danau ini.



Ada beberapa cara yang bisa ditempuh oleh pengunjung dari Taipei jika ingin sampai di tempat ini :
1. Kereta (THSR atau TRA)
a. Untuk THSR atau kereta cepat:
Harga tiket : NTD 700 (atau sekitar Rp 294.000)
Jarak tempuh : 1 jam.

Namun harus turun di kota Taichung, yang merupakan kota terdekat dari Nantou. Hal ini karena Nantou tidak memiliki stasiun kereta. Jadi dari stasiun kereta Taichung, pengunjung bisa naik bus selama 1 jam untuk sampai di Sun Moon Lake.

Harga Bus dari Taichung ke Nantou dan sebaliknya : NTD 375 (atau sekitar Rp 157.608)

b. Untuk TRA atau kereta biasa:
Harga tiket : NTD 375 (atau sekitar Rp 157.608)
Jarak tempuh : 4 jam.

Dan tetap harus turun di kota Taichung, untuk kemudian dilanjutkan lagi menggunakan bus selama 1 jam untuk sampai di Sun Moon Lake, Nantou.

Harga Bus dari Taichung ke Nantou dan sebaliknya : NTD 375 (atau sekitar Rp 157.608)

2. Bus.
Harga tiket : NTD 460 (atau sekitar Rp 193.332)
Jarak tempuh : 4,5 jam, berangkat dari Taipei West Station Bus Terminal dan langsung tiba di kota Nantou tanpa perlu berganti alat transportasi lain.



Bus yang menuju ke Sun Moon Lake akan berhenti di Xiangshan Visitor Center yang merupakan gerbang masuk menuju Sun Moon Lake. Untuk menjelajahi seluruh wilayah sekitar danau berikut 3 pulau terdekat danau, dibutuhkan waktu minimal 2 hari. Tapi jangan khawatir karena banyak tersebar penginapan dan hotel di sekitar danau dengan harga yang bervariasi.




Harga Tiket Sun Moon Lake :
1. Paket Terusan.
Adalah harga paket yang sudah meliputi semua wilayah wisata danau. Pengunjung hanya perlu membeli tiket sekali saja dan sudah bisa menjelajahi seluruh wilayah Danau.

Harga Paket : NTD 990 (atau sekitar Rp 416.085)
Paket ini termasuk :
* Sun Moon Lake Ropeway atau Cable Car (kereta gantung) yang akan membawa pengunjung melihat pemandangan Danau dari atas ketinggian.
* Tiket kapal boat PP yang akan membawa pengunjung masuk ke wilayah 3 pulau di sekitar Danau, yaitu Pulau Ita Thao, Shuishe, dan Xuang Guang.
* Tiket untuk naik turun shuttle bus yang mengelilingi danau.
* Transfer bus ke Stasiun Taichung.
* Tiket masuk ke Formosan Aboriginal Cultural Village (FACV).

2. Paket Eceran.
Adalah harga yang tidak meliputi semua wilayah wisata Danau, jika ingin menjelajahi semua obyek wisata yang tersebut di atas, pengunjung harus membayar lagi di tempat tujuan, yang mana bila ditotal semua bisa mencapai sekitar NTD 1500 (atau sekitar Rp 630.433)

Harga Tiket Per kawawan wisata :
* Sun Moon Lake Ropeway atau Cable Car : NTD 300 (atau sekitar Rp 126.000)
* Formosa Aboriginal Cultural Village (FACV) : NTD 700 (atau sekitar Rp. 294.000)




Begitu memasuki pintu Gerbang Masuk Danau, hanya berjalan kaki sekitar 5 menit, pengunjung sudah bisa melihat dermaga di mana di sana bersandar banyak sekali kapal boat yang siap mengantar pengunjung untuk menikmati keindahan Sun Moon Lake dari atas kapal dan bagi yang memiliki tiket terusan juga akan langsung mengantar Pengunjung mengunjungi ke-3 pulau kecil yang ada di sekitar Danau, yaitu Pulau Ita Thao, Shuishe, dan Xuang Guang,




Dari atas boat, pengunjung akan disajikan pemandangan air danau yang bening dengan view yang nyaris sempurna. Deburan ombak dan semilir angin yang bertiup lembut dari atas kapal memberikan kesan damai dan tenang.





Pulau Ita Thao adalah sebuah pulau kecil yang untuk dapat mengelilinginya, pengunjung cukup berjalan kaki. Ada banyak sekali kios yang menjual makanan, souvenir, dll yang seperti umumnya tempat wisata, tentu saja harganya relatif mahal.

Tapi ada juga gerai Seven Eleven yang menjual makanan dengan harga terjangkau, mulai dari NTD 45 (atau sekitar Rp 18.912). Di pulau juga ada Butterfly Garden atau Taman Kupu-kupu, tapi di Musim Dingin sekarang ini tak banyak kupu-kupu yang bisa dilihat dan waktu yang tepat untuk mengunjungi Butterfly Garden yaitu di Musim Panas.


Pulau Xuang Guang adalah sebuah pulau kecil yang terdiri dari bukit-bukit yang tinggi, di mana dari bukit tersebut, pengunjung dapat melihat keindahan Sun Moon Lake. Selain itu, pengunjung juga bisa melakukan pendakian ke puncak bukit Ching Long setinggi 850 meter di mana di puncak bukit tersebut terdapat 2 buah kuil yaitu : Kuil Xuang Guang dan Kuil Xuang Zang.




Hal yang tak kalah seru adalah menaiki Sun Moon Lake Ropeway alias Cable Car alias Kereta Gantung untuk menikmati keindahan Sun Moon Lake dari ketinggian. Bagi hampir semua pengunjung, Kereta Gantung ini adalah atraksi wajib yang sangat sayang untuk dilewatkan. Panjang lintasan Cable Car ini adalah 1.877 meter dan membutuhkan waktu sekitar 8 menit untuk melintas ke satu arah.


Jalur kereta gantung ini membentang dari tepi danau dan melewati 2 perbukitan. Harga tiket Sun Moon Lake Ropeway ini jika dibeli eceran adalah NTD 300 (atau sekitar Rp 126.086) dan Cable Car ini bisa menampung kapasitas 8 orang.

Ujung perhentian Cable Car ini adalah Formosa Aboriginal Cultural Village (FACV), yang juga merupakan obyek wisata yang wajib dikunjungi dan merupakan Landmark dari Sun Moon Lake.



Formosan Aboriginal Cultural Village (FACV) ini adalah tempat di mana para pengunjung dapat melihat kehidupan suku tradisional yang ada di Taiwan. Dengan luas sekitar 62 hektar, pengunjung memerlukan waktu 1 hari penuh untuk menjelajahi seluruh kawasan wisata.

FACV adalah kawasan wisata yang menampilkan kehidupan budaya suku asli di Taiwan yang dikombinasikan dengan wisata, budaya dan pendidikan. Suku-suku asli di Taiwan tersebar menempati berbagai tempat di berbagai kota di antaranya : Saisiyat, Atayal, Sediq, Thao, Bunun, Paiwan, Puyuma, Tsou, Rukai dll.



FACV terbagi menjadi 5 zona wisata :
*  The European Gardens.
*  The Alladin Plaza.
*  The Aboriginal Village.
*  Amusement Isle.
*  Ti Ka Er Rainforest.

Harga tiket masuk FACV ini bila dibeli eceran adalah NTD 700 (atau sekitar Rp 294.202) untuk dewasa. Fasilitas hiburan di tempat ini bisa dibilang sangat lengkap karena meliputi : Theme Park (Taman Bermain), Alun-alun budaya, Air mancur yang sangat artistik, Museum, Theater 3D, Pertunjukan seni dan tari dari suku-suku tradisional dll.



Berikut ini adalah beberapa foto Sun Moon Lake yang menawarkan keindahan yang memanjakan mata :






======

Berminat berkunjung ke sana? Andai saja Indonesia bisa meniru sistem Manajemen Pariwisata Taiwan, aku yakin Danau Toba juga bisa menjadi seterkenal Danau Sihu di Guang Zhou atau Danau Matahari dan Bulan di Taiwan ini. Bukan berarti Danau Toba belum terkenal, tapi menurutku manajemen Pariwisatanya masih kurang maksimal jika dibandingkan dengan Danau Sihu atau Sun Moon Lake ini.

Rabu, 30 Desember 2015

Alishan (阿里山), Snow Mountain In Taiwan : Negeri di atas Awan

Masih bertema liburan aka Travelling in Taiwan. Setelah puas bermain di Taman Hiburan Terbesar di Taiwan yang dijuluki Miniatur Disneyland – Janfusun Fancy World, kali ini saya akan mengajak Anda mendaki gunung untuk menikmati keindahan alam pegunungan sekaligus menikmati salju di Taiwan yang tepatnya berada di Alishan National Scenic Area Taiwan... Sebuah wilayah pegunungan indah yang dijuluki “Negeri di atas Awan” ini memang menjadi destinasi utama para wisatawan domestik maupun mancanegara yang ingin berlibur dan menikmati pemandangan alam yang jauh dari hiruk pikuk keramaian kota besar.

 





Alishan adalah salah satu dari 8 situs wisata andalan Taiwan. Alishan National Scenic Area adalah resort pegunungan yang menyajikan pemandangan alam yang indah yang terletak di wilayah Chiayi di Taiwan. Bagi kalian yang menyukai wisata alam dan memiliki kegemaran mendaki gunung, obyek wisata Alishan ini sangat sayang untuk dilewatkan.




Alishan memiliki luas area 415 km² yang meliputi pegunungan liar, empat wilayah pedesaan, air terjun, kebun teh, Stasiun kereta api Alishan, tempat untuk mendaki gunung dan area bermain ski. Yup, Alishan adalah sebuah wilayah dataran tinggi sehingga setiap Musim Dingin tiba, salju akan turun di wilayah ini.

Alishan sangat popular di kalangan wisatawan domestik maupun mancanegara, dalam setiap itinerary yang ada di Tour and Travel di Indonesia pun, pihak Tour and Travel kerap menawarkan Alishan sebagai tujuan destinasi mereka.





Selain terkenal sebagai wilayah pegunungan dengan pemandangan alam yang indah dan salju yang selalu turun di setiap Musim Dingin, Alishan juga terkenal dengan julukan "Negeri di atas awan". Karena terletak di wilayah dataran tinggi inilah, setiap kali pengunjung berdiri di atas tebing terlihat awan-awan putih yang mengelilingi mereka, itulah sebabnya wilayah Alishan juga terkenal dengan sebutan “Negeri di Atas Awan”, membuat para pengunjung yang berdiri di atas tebing tersebut merasa bagaikan melayang di angkasa dengan dikelilingi awan-awan putih yang indah.




Selain itu, Alishan juga terkenal sebagai wilayah yang sangat pas untuk menikmati indahnya matahari terbit, banyak wisatawan yang rela bangun pagi-pagi sekali hanya agar bisa melihat matahari terbit yang sangat indah dari atas pegunungan Alishan yang terbentang di antara wilayah Yushan dan Alishan. Spot yang paling sempurna adalah melihat matahari terbit dari balik gunung Yushan (Jade Mountain), gunung tertinggi di Asia Timur.




Alishan dan Sun Moon Lake adalah wisata alam yang paling terkenal di seluruh wilayah Asia. Sebuah lagu lawas era tahun 1970an yang berjudul "Kau San Ching" di mana ada sebuah lirik yang menyebutkan Alishan te khu niang (阿里山的姑娘)” adalah sebuah lagu yang menunjuk pada gadis-gadis Alishan yang merupakan suku asli dari Taiwan. Lagu ini pernah sangat populer di jamannya, baik di China sendiri ataupun di luar negeri.






Sebagai wilayah dataran tinggi, Alishan memiliki udara yang cukup sejuk, di mana umumnya iklim di Alishan terbagi menjadi :

a. Musim Panas, berkisar antara : 14°C – 18 °C

b. Musim Gugur, berkisar antara : 12 °C – 16 °C

c. Musim Dingin, berkisar antara : 0 °C – 5 °C

d. Musim Semi, berkisar antara : 5 °C – 12 °C


Untuk sampai ke pegunungan Alishan, pengunjung harus naik kereta yang akan membawa mereka ke atas. Kereta yang bernama “Alishan Mountain Railway Forest” atau “Kereta Gunung Alishan” adalah salah satu dari 3 kereta gunung yang tersisa di dunia saat ini, yang lainnya ada di Darjiling di India dan Semmering Railway di Austria. Tiket kereta gunung Alishan seharga NTD 100 untuk orang dewasa.





Kereta api yang mayoritas berwarna merah menyala ini akan membawa para pengunjung menikmati pemandangan alam yang indah yang terdapat di kedua sisi kereta, dan di wilayah-wilayah tertentu ada sebuah area yang terdapat lukisan-lukisan indah tentang Alishan. 





Selama perjalanan, pengunjung juga akan dibawa menembus pegunungan dan hutan-hutan Alishan yang masih liar namun sangat indah. Tapi jangan kaget bila kereta ini terkesan kuno karena memang kereta yang digunakan adalah kereta diesel kuno seperti yang banyak digunakan pada jaman kolonial, walau begitu kereta ini tetap terlihat bersih dan terawat dengan baik.

Kereta gunung ini akan membawa pengunjung dari kota Chiayi yang terletak kurang lebih 20 meter di atas laut menuju kota Alishan yang terletak di ketinggian 2400 meter di atas permukaan laut.




Kereta gunung Alishan ini akan transit di beberapa tempat sebelum sampai di tujuannya yaitu di Stasiun Fen Chi Hu di mana di sana dijual nasi kotak khas Fen Chi Hu, juga di wilayah Suei Shi Liao yang merupakan wilayah perkebunan teh. 



Total memakan waktu sekitar 4 jam untuk sampai di puncak Alishan. Dan setelah 4 jam sampailah di tujuan utama yaitu Alishan National Recreation Area. Di wilayah ini juga tinggal suku asli Taiwan yaitu suku Tsou, merekalah yang pertama kali mendiami wilayah Alishan ini.





Pergi ke Alishan, berarti harus siap menginap minimal sehari karena kereta gunung hanya ada setiap pukul 13.00 yang akan mengantar pengunjung naik dan turun gunung. Hotel dengan kamar kelas ekonomi sedikitnya seharga 2500 NTD, tapi biasanya para penduduk sekitar bersedia menyewakan kamar mereka untuk para pengunjung dengan biaya 1000 NTD per malam.





Di sini juga ada sebuah danau legenda yang bernama “The Sister Ponds”, yaitu 2 danau yang terletak di tengah hutan. Menurut legenda, jaman dahulu kala ada 2 bersaudara perempuan yang berasal dari suku aborigin yang mencintai pria yang sama, namun karena tidak ingin menyakiti saudaranya yang lain dan juga tidak ingin kehilangan pria yang mereka cintai maka mereka memutuskan untuk bunuh diri dengan menceburkan diri ke dalam danau.

Ada dua danau di sana, yang besar dinamakan “The Elder Sister” dan yang kecil dinamakan “The
 Younger Sister”.








Selain itu bunga-bunga serta pohon-pohon liar di Alishan juga semakin menambah indah suasana. Walau saat Musim Dingin tiba, bunga-bunga dan pohon-pohon tersebut akan mulai tertutup salju dan berubah menjadi putih. 






Saat salju sudah turun di Alishan, banyak pengunjung yang menikmati moment ini untuk bermain ski di area sekitar penginapan yang menyediakan spot khusus bagi para pengunjung yang ingin menikmati salju di Alishan. Kebalikan dari Kenting yang selalu panas, maka Alishan selalu dingin. Di musim dingin, salju biasa turun di sini sehingga membuatnya benar-benar terlihat seperti resort Musim Dingin yang ada di Swiss.




Well, inilah liputan singkat tentang Alishan. Kalian tertarik ke sana? Bagi kalian yang merasa pecinta alam pasti sangat sayang melewatkan kesempatan untuk memanjakan mata kalian dengan melihat pemandangan indah wilayah pegunungan dan merasakan berdiri di atas tebing dengan dikelilingi awan-awan putih yang membuat kalian bagaikan melayang di angkasa.