Selasa, 18 April 2017

Leptospirosis, bahaya yang mengintai di balik datangnya banjir

Beberapa bulan yang lalu, tepatnya bulan September 2016 lalu saya pernah mengalami demam tinggi selama 10 hari yang tak kunjung turun. Berbagai test kesehatan sudah ditempuh, dua klinik berbeda sudah saya datangi, namun semua test yang dilakukan baik itu test darah lengkap maupun test urine menunjukkan HASIL NEGATIF. Lalu apa yang menyebabkan tubuh saya mengalami demam tinggi selama 10 hari tersebut? Ada yang memiliki pengalaman seperti ini? Jika Ada, ada baiknya Anda membaca artikel di bawah ini karena barangkali apa yang pernah saya alami adalah apa yang Anda alami saat ini.




Leptospirosis, penyakit yang bisa menyebabkan KEMATIAN jika tidak segera ditangani. Awalnya saya ragu untuk menulis pengalaman ini. Namun mengingat ada banyak sekali orang-orang di sekitar saya yang meninggal karena penyakit ini atau diduga mungkin karena penyakit ini, jadi saya memutuskan untuk membagi pengalaman ini agar bisa dijadikan peringatan bagi yang lain. Sebelum saya jelaskan tentang penyakit tersebut, ada baiknya Anda membaca lebih dulu pengalaman saya terinfeksi penyakit ini.

Penyakit ini termasuk penyakit YANG SULIT DIDETEKSI dengan hanya sekedar test darah dan test urine biasa. Karena pengalaman membuktikan, dua test darah dan test urine yang saya lakukan di dua kilinik yang berbeda memberikan HASIL NEGATIF alias semua baik-baik saja. Bukan Typus, bukan demam berdarah, bukan chikunguya, bukan juga infeksi saluran kencing ataupun batu ginjal, lalu apa yang menyebabkan saya demam tinggi selama 10 hari?


Berawal dari demam tinggi selama 3 hari berturut-turut. Saya memutuskan untuk mengunjungi dokter langganan saya dan berpikir mungkin saat itu saya terkena typus mengingat demam tersebut awalnya hanya terjadi saat malam. Namun setelah di test darah lengkap plus urine, menunjukkan HASIL NEGATIF. Tidak percaya dengan hasil test laboratorium di klinik pertama, di hari ke-4, saya memutuskan untuk mengunjungi klinik lain dan sekali lagi melakukan test darah dan test urine. Namun lagi-lagi hasil test lab tersebut menunjukkan HASIL NEGATIF.

Tak ada yang salah dengan tubuh saya, namun tubuh saya mengalami demam tinggi selama berhari-hari lamanya. Bagaimana mungkin tubuh manusia yang secara test kesehatan dinyatakan sehat mengalami demam tinggi selama berhari-hari? Pasti ada sesuatu yang salah yang terjadi pada tubuh saya namun dokter tidak bisa mengetahuinya berdasarkan hasil test kesehatan.


Karena dokter tak bisa menemukan penyebab penyakit saya akhirnya dokter kedua tak berani memberikan obat apa pun dan hanya berpesan agar memakan makanan yang halus. Selama sekitar 6 hari saya hanya bisa pasrah pada Tuhan, karena demam yang masih melanda, kakak sempat menyarankan agar dirawat di RS saja. Namun saya menolak keras karena takut dijadikan “Kelinci Percobaan” oleh dokter RS yang tidak mengetahui penyebab sakitnya namun hanya mengandalkan obat coba-coba.

Di hari ke-10, Mukjizat pun menghampiri saat Pendeta dan Penatua dari gereja saya datang untuk menjenguk. Dari Ibu Pendeta-lah, saya mendapat petunjuk tentang seorang Dokter yang menurut informasi dari orang-orang, dokter tersebut mampu menyembuhkan segala macam penyakit karena mendapatkan semacam anugerah dari Tuhan. Ibu Pendeta pun akhirnya mengantar saya ke sana keesokan harinya mengingat dokter tersebut tidak membuka praktek di Hari Minggu.

Dari sanalah, saya mengetahui jika saya terinfeksi BAKTERI LEPTOSPIROSIS. Dan berhubung gejala penyakit ini berlainan antara pasien yang satu dengan yang lain dan menyerang berbagai area yang berbeda pula pada setiap pasien, jadi sangat sulit untuk mendeteksi penyakit tersebut.



Selain gejala yang berbeda-beda, KETERBATASAN ALAT di Rumah Sakit untuk mendeteksi penyakit ini adalah beberapa penyebab yang membuat penyakit ini sulit ditangani. Karena dokter tak mengetahui penyebabnya dikarenakan KETERBATASAN ALAT alias TAK ADA SATUPUN RUMAH SAKIT DI INDONESIA YANG MEMILIKI ALATNYA maka umumnya Pihak RS hanya akan memberikan obat penurun panas.

Sebenarnya penyakit ini rentan sekali di Indonesia dan penyakit ini tidak akan berbahaya kalau penanganannya tidak terlambat. Namun karena KETERBATASAN ALAT tersebut sehingga banyak sekali pasien yang berakhir dengan meregang nyawa karena tidak mendapatkan pengobatan dengan cepat. Well, mari kita mencoba sedikit mengetahui tentang penyakit ini dan mencegah hal itu terjadi kembali.

Pengertian Leptospirosis :
Leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan oleh kuman Leptospira yang ditularkan melalui air seni atau darah hewan yang terinfeksi bakteri ini. Beberapa jenis hewan yang dapat menjadi pembawa leptospirosis, yaitu anjing, hewan pengerat seperti tikus, dan kelompok hewan ternak seperti sapi, kuda, serta babi. 

Leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan oleh patogen genus Leptospira, yang dapat menginfeksi secara langsung atau tidak langsung dari hewan kepada manusia.


Bakteri genus Leptospira ini menginfeksi saluran darah melalui luka, kulit  yang lecet dan bisa juga melalui mata, hidung dan mulut. Selain itu, cara yang paling umum terkena penyakit ini adalah melalui GENANGAN AIR yang di dalamnya terdapat air seni hewan yang membawa bakteri ini. Khususnya genangan air setelah hujan dan air banjir. Tempat yang kotor dan tidak terjamin kebersihannya lebih berisiko tinggi untuk menjadi kawasan Leptospira.

Gejala Leptospirosis : 
Gejala penyakit Leptospirosis berbeda-beda pada setiap orang. Itu sebabnya ada yang menjuluki Leptospirosis sebagai “PENYAKIT DENGAN SERIBU WAJAH”. Aneka gejala ini bisa meniru gejala penyakit lain jadi menyulitkan diagnosa. Ada beberapa pasien yang mendapat gejala seperti demam dan sesak napas (seperti yang saya alami), ada pula yang mendapat gejala seperti demam dan sakit di bagian ginjal (seperti yang dialami kakak saya) dsb.

Dan ketika dilakukan test darah dan test urine, semua menunjukkan HASIL NEGATIF namun tubuh si penderita tetap mengalami demam tinggi yang tak kunjung turun. Gejala yang berbeda-beda ini kerap kali membuat para dokter salah mendiagnosa hingga akhirnya berujung pada kesalahan dalam memberikan obat pada pasien.


Namun walau begitu, gejala dini Leptospirosis yang umumnya sama adalah demam tinggi dan sakit kepala parah. Walaupun ada beberapa sumber yang menambahkan nyeri otot, gerah, muntah dan mata merah (yang kesemuanya ini tidak saya alami). Bahkan ada penderita yang tidak mendapat semua gejala tersebut. Ditambah lagi dengan kenyataan bahwa semua Rumah Sakit di Indonesia tidak memiliki alat untuk mendeteksi penyakit ini.

Penyakit ini dapat berujung pada KEMATIAN jika penyakit ini tetap tidak berhasil didiagnosa dengan cepat dan sesegera mungkin diobati. Bakteri Leptospirosis menyerang seluruh sel tubuh di tempat yang berbeda-beda pada setiap pasien. Pada saya sendiri, bakteri tersebut sempat menyerang paru-paru yang berujung pada Bronkitis dan pada kakak saya, bakteri tersebut menyerang ginjal hingga menyebabkan terjadinya infeksi ginjal. Namun untunglah penyakit itu kini telah berhasil disembuhkan dan kondisi kami berdua sudah kembali sehat sekarang.


Penderita Leptospirosis yang lebih parah dapat menyebabkan penyakit Weil yakni kegagalan ginjal (seperti yang dialami kakak saya), sakit kuning (menguningnya kulit yang menandakan penyakit hati) dan perdarahan masuk ke kulit dan selaput lendir. Pembengkakan selaput otak atau Meningitis dan infeksi di paru-paru pun juga dapat terjadi (sama seperti yang saya alami). Kebanyakan penderita yang sakit parah memerlukan rawat inap dan Leptospirosis yang sudah terlanjur parah ada kalanya merenggut nyawa. 

Cara menyebarnya penyakit Leptospirosis : 
Dilansir dari berbagai sumber, Kuman Leptospira biasanya memasuki tubuh lewat luka atau kulit yang lecet, dan kadang-kadang melalui selaput di dalam mulut, hidung dan mata. Namun jika melihat kondisi di Indonesia yang rawan akan banjir atau mungkin hanya sekedar timbulnya genangan air di waktu hujan, genangan air tersebut juga bisa menjadi sarana penyebaran bakteri Leptospirosis. Umumnya air seni dari hewan yang membawa bakteri tersebut tanpa disadari ada di dalam genangan air.


Tips dari penulis : 
1. Ada baiknya saat Anda turun dari mobil atau berjalan di daerah yang rawan genangan air, anda selalu mengenakan sepatu dengan model boats/kets yang mampu menutupi seluruh mata kaki atau setidaknya sepatu ber-hak tinggi untuk wanita. Kenapa? Agar kaki anda tidak terkena genangan air tersebut yang kemungkinan besar terdapat bakteri Leptospirosis yang berasal dari hewan yang membawanya.

Karena sepertinya saya dan kakak saya terinfeksi oleh penyakit ini saat tidak sengaja menginjak genangan air yang di dalamnya terdapat air seni tikus, kucing atau anjing tersebut, mengingat setiap kali musim hujan tiba, saya kerap kali melepas sepatu yang saya kenakan ketika bekerja dan menggantinya dengan sendal jepit agar sepatu saya tidak rusak.

Namun begitu mengalami kejadian ini, saya tidak mau lagi melepas sepatu saya dan menggantinya dengan sendal jepit, mengenakan sepatu jelas lebih aman karena mata kaki saya tertutup rapat dan mencegah agar tidak terkena genangan air yang kemungkinan terdapat bakteri Leptospirosis yang berasal dari hewan yang membawanya.

2. Jika Anda memiliki gudang, ada baiknya Anda menata dengan rapi barang-barang di gudang Anda agar tidak ada tikus yang bersarang di sana. Karena jika anda tak sengaja menginjak air seni tikus tersebut, dapat dipastikan anda akan segera terjangkit penyakit ini 

Hewan-hewan apa sajakah yang membawa bakteri Leptospirosis : 
Dilansir dari berbagai sumber, berbagai binatang menyusui bisa mengidap kuman Leptospira. Beberapa hewan seperti : tikus, anjing, kucing, sapi, kuda bahkan babi adalah media umum yang membawa bakteri Leptospirosis. Namun binatang yang membawa bakteri ini mungkin sama sekali tak mendapat gejalanya atau sehat walafiat.


Itulah sedikit pengalaman saya tentang leptospirosis, jika di antara Anda saat ini ada yang sedang mengalami DEMAM TINGGI berhari-hari namun test darah dan test urine menunjukkan HASIL NEGATIF, kemungkinan besar Anda mungkin terinfeksi penyakit ini. Semoga artikel ini bisa membantu.

NOTE :
Jika Anda berdomisili di Surabaya dan sekitarnya dan ingin mengetahui Dokter tempat saya berobat hingga saya sembuh total seperti sekarang, Anda bisa menghubungi saya melalui IG : @Lilianatan1708 atau @Xians.corner dan saya akan memberitahu di mana lokasi dokter tersebut berada. 

Yang pasti Dokter tersebut berdomisili dan membuka praktek di wilayah tengah kota Surabaya. Jika Anda mengetahui lokasi Ayam Goreng Primarasa yang ada di jalan Kaca Piring, dokter tersebut ada di sekitar sana. Namun satu hal yang sangat penting adalah PASIEN HARUS PERCAYA jika dokter tersebut bisa menyembuhkannya. Jika Anda tidak percaya, maka semua pengobatan akan percuma.

Credit untuk pengertian Leptospirosis : berbagai sumber
Based On TRUE STORY,

Liliana Tan

Sabtu, 25 Februari 2017

Goodbye Lee Yong Dae : The King Of Superseries Title (2008 – 2017)

Sebenarnya sedih juga waktu mau nulis artikel ini, apalagi penulis sudah ngefans Lee Yong Dae selama 9 tahun lamanya, tepatnya sejak tahun 2008 waktu do’i memenangkan Olimpiade Beijing 2008 di sektor Ganda Campuran bersama Lee Hyo Jung. Saat itu do’i bahkan belum genap berusia 20 tahun. Yong Dae tercatat menjadi atlet bulutangkis termuda yang memenangkan Medali Emas Olimpiade. Sejak itu penulis selalu mengikuti sepak terjang cowok ganteng dari Korea ini. Ganteng, penuh prestasi dan tak pantang menyerah di lapangan. Tapi sepertinya sekarang sudah tiba saatnya untuk mengakhiri kekaguman selama 9 tahun lamanya.




Suka do’i sejak Olimpiade Beijing 2008 waktu do’i memenangkan Olimpiade Beijing 2008 di sektor Ganda Campuran bersama Lee Hyo Jung. Saat itu do’i bahkan belum genap berusia 20 tahun. Tapi seperti pada hakekatnya sebuah kehidupan, ada awal pasti akan ada akhir. Dan sepertinya sekarang telah tiba saatnya untuk mengakhiri kekaguman selama 9 tahun lamanya.

Kenapa? Kabar bahwa dia sudah menghamili pacarnya (menurut RUMOR, ada yang bilang mereka sebenarnya sudah pemberkatan di gereja secara diam-diam setelah Olimpiade Brazil 2016. Tapi ini MASIH RUMOR loh... Belum ada konfirmasi resmi dari Yong Dae atau officialnya) dan akan menggelar pesta pernikahan secara resmi bulan Juni 2017 mendatang setelah sang bayi lahir (perkiraan) April 2017 ini, mendadak membuat penulis merasa shock mode on. Kecewa gitu... Gak keliatan pacarannya tapi mendadak uda hamil aja ceweknya.


Ya tahu kok, kalau aku cuma Fans, gak lebih dari itu. Dan gak mungkin dong ya idola kita gak nikah selamanya? Tapi hamilnya dulu dan nikahnya belakangan itu loh yang bikin ilfil. Iya tahu kalau di Korea hal itu sudah biasa, tapi entah kenapa, gak enak rasanya mengidolakan seseorang yang sudah menjadi milik orang lain alias sudah memiliki pendamping hidup. Kayak yang jomblo sudah habis stoknya aja hahaha ^.^

So, sebelum aku benar-benar mengucapkan “Selamat Tinggal” pada idolaku selama 9 tahun, gak ada salahnya mencoba mendapatkan foto bareng Yong Dae untuk yang pertama sekaligus yang terakhir sebagai kenang-kenangan.

Dan sepertinya Tuhan pun bersedia membantu dengan langsung memberi kesempatan itu hari rabu lalu. Cukup sekali nyari’in Yong Dae, langsung bisa foto bareng do’i. Padahal waktu berangkat ke Mall uda pasrah tuh, gak dapet pun gak papa, anggep aja cuci mata jalan-jalan di mall hehehe ^.^ Eh, ternyata sekali langsung dapet xixixi ^.^ Dan tak perlu bersusah-susah pula hehehe ^.^


Rasanya seperti penantian selama 9 tahun kini terbayar sudah. Walau hanya sekali saja, well, lebih baik sekali daripada tidak sama sekali, kan? Intinya tetap bersyukur apa pun yang terjadi. Kenangan  22 Februari 2017 akan kuanggap sebagai salam “Perpisahan” pada Lee Yong Dae yang akan kukenang selamanya, sebelum aku benar-benar move on ke JB GOT7 and no more Lee Yong Dae.

Lee Yong Dae, Pangeran bulutangkis dari Korea Selatan berwajah tampan spesialis ganda ini kerap kali mampu membawa pasangannya menjadi PERINGKAT NOMOR 1 DUNIA. Tercatat telah 4 kali Lee Yong Dae duduk manis di peringkat nomor 1 Dunia tanpa ada pasangan manapun yang sanggup menurunkan mereka selain mereka sendiri yang mengundurkan diri alias gantung raket, yang otomatis membuat peringkat mereka (Yong Dae dan partnernya) terus merosot bila tak bermain lagi.

Ranking Dunia : 
Mixed Double dan Men Double : 
Highest Ranking : 
Men Double/Ganda Putra  : 1 (Bersama Jung Jae Sung, Ko Sung Hyun dan Yoo Yeon Seong) 
XD/Ganda Campuran : 1 (January 2009, bersama Lee Hyo Jung)

Current Ranking : 
XD/Ganda Campuran : 38 (October 2016) 
Men Double/Ganda Putra : 1 (October 2016, bersama Yoo Yeon Seong sebelum akhirnya menghilang dari list karena Lee Yong Dae mengundurkan diri)


Lee Yong Dae tercatat pernah duduk manis di Puncak Tangga NOMOR 1 DUNIA bersama ke-4 pasangannya : Jung Jae Sung, Ko Sung Hyun, Yoo Yeon Seong dan Lee Hyo Jung.

Sebelum akhirnya Jung Jae Sung dan Lee Hyo Jung pensiun (timing yang tepat, karena Jae Sung dan Hyo Jung memilih pensiun saat mereka tetap berada di nomor 1 Dunia. Yang itu berarti gak ada yang bisa mengalahkan hingga mereka mengundurkan diri).

Lalu bersama Ko Sung Hyun yang kemudian dipecah saat dia dan Yong Dae masih berada di nomor 1 Dunia karena dianggap tidak cocok lagi, kemudian Yoo Yeon Seong yang pada akhirnya Lee Yong Dae yang memutuskan untuk mundur cantik setelah Olimpiade Brazil 2016 hingga spontan membuat peringkat mereka turun dan hilang dengan sendirinya karena tidak bertanding.

Lee Yong Dae memutuskan untuk mundur saat dia dan partnernya Yoo Yeon Seong masih berada di peringkat NOMOR 1 DUNIA. Yang mana kemudian baru penulis ketahui jika alasan sebenarnya Yong Dae memutuskan untuk mundur karena ingin menjadi suami siaga jika istrinya (kalau RUMOR sudah pemberkatan di Gereja itu memang benar) melahirkan nanti (nangis guling-guling T__T)


Rumor terbaru menyebutkan jika setelah istrinya melahirkan, Yong Dae berniat untuk kembali ke timnas Korea. Tapi mungkin ketika saat itu tiba, penulis uda gak ngefans lagi seperti sekarang. Kan uda say goodbye. Paling juga feelnya uda biasa banget. Gak heboh-heboh banget kayak sekarang. Kalau TV nyiarin ya diliat, gak nyiarin juga bodo amat. Kalau Yong Dae kalah gak sedih atau dongkol lagi, kalau menang ya selamat. Gitu deh ibaratnya. Mungkin saat itu feelnya uda kayak ke atlit lain gitu, biasa aja.

Buat apa? Kan  uda jadi suami orang... Uda gak menarik lagi, kan? Makanya sebelum menjadi suami orang secara resmi (secara pestanya kan belum, dan yang bilang kalau uda pemberkatan di gereja kan masih seputar RUMOR SEMATA, BELUM ADA OFFICIALNYA), penulis memutuskan foto bareng lebih dulu, setidaknya untuk kenang-kenangan sekali seumur hidup. Jadi kelak ada sesuatu yang bisa dikenang gitu, “Oh, ini dulu mantan idolaku loh, Lee Yong Dae. Lumayan deh pernah foto bareng mantan idola”, gitu ^.^


Dan sebelum mengucapkan “Selamat Tinggal” pada Lee Yong Dae, mari kita Flashback lebih dulu prestasi yang pernah dia dapatkan selama penulis mengikuti sepak terjangnya sejak tahun 2008. Tapi kayaknya Penulis cuma menuliskan gelar yang prestise-prestise aja kale ya dan yang penulis inget juga...

1. Olimpiade : 
Di tahun 2008, bersama Lee Hyo Jung (yang juga telah pensiun), Lee Yong Dae sukses menggondol MEDALI EMAS OLIMPIADE BEIJING 2008 di sektor Ganda Campuran setelah berhasil mengalahkan Lilyana Natsir/Nova Widianto 2 set langsung dalam Beijing Olympic 2008. Sejak itulah nama Lee Yong Dae mulai diperhitungkan di kancah bulutangkis dunia. Lee Yong Dae pun tercatat sebagai peraih MEDALI EMAS OLIMPIADE TERMUDA dalam sektor Bulutangkis.



Lalu di tahun 2012, Lee Yong Dae bersama Jung Jae Sung juga sukses meraih MEDALI PERAK OLIMPIADE LONDON 2012 di sektor Ganda Putra. Walaupun hanya medali perak, ini merupakan peningkatan prestasi setelah di Olimpiade sebelumnya, Yong Dae/Jae Sung hanya mampu menembus hingga Round 2. Medali Perak Olimpiade London 2012 ini juga merupakan kado perpisahan yang manis untuk Jung Jae Sung yang memutuskan untuk gantung raket tepat setelah pesta Olahraga Dunia ini berakhir.



2. All England : 
I think 2008 is the best year for Yong Dae’s carrer so far. Tahun terbaik untuk karir Lee Yong Dae. 2 gelar bergengsi berhasil do’i kantongi di tahun 2008 yaitu Medali Emas Olimpiade Beijing 2008 dan Gelar Juara All England untuk yang pertama kalinya. Bersama Jung Jae Sung (yang telah pensiun lebih dulu), Lee Yong Dae berhasil menggebrak panggung ALL ENGLAND 2008 dan meraih Gelar All England pertama dalam karirnya.


Gelar All England ke-2 Lee Yong Dae berhasil diraih di tahun 2012 bersama pasangan yang sama yaitu Jung Jae Sung. Kali ini Yong Dae/Jae Sung berhasil menumbangkan pasangan Ganda Putra Terkuat China saat itu yaitu Cai Yun/Fu Hai Feng. Yong Dae tercatat telah meraih 2 kali Gelar Juara All England.


3. Juara Asia (Badminton Asia Championship) : 
Lee Yong Dae juga pernah menjuarai turnament bergengsi Kejuaraan Asia sebanyak 4 kali dengan 3 pasangan berbeda. Di tahun 2008 bersama Jung Jae Sung, Lee Yong Dae menjadi juara setelah mengalahkan Candra Wijaya dan Nova Widianto di Final. Tahun 2009 bersama Lee Hyo Jung, tahun 2015 dan 2016, dia berhasil menjadi Juara Asia bersama Yoo Yeon Seong.

 2015

2016

4. Superseries Final : 
Lee Yong Dae juga tercatat pernah menjadi Juara Superseries Final sebanyak 2 kali yaitu di tahun 2009 bersama Jung Jae Sung, dan di tahun 2014 bersama Yoo Yeon Seong.
 


5. Superseries Tournament : 
Sepertinya julukan "The King Of Superseries Title" memang pantas disandangnya karena Lee Yong Dae tercatat telah mengantongi sebanyak 43 gelar Superseries selama karirnya di dunia Bulutangkis, baik itu Ganda Putra maupun Ganda Campuran. Meskipun medali terbanyak tetap do’i dapatkan dari sektor Ganda Putra.
 
INA OPEN 2012

INA OPEN 2014

Berikut ini gelar-gelar Superseries yang pernah do’i menangkan sepanjang karirnya. Kalau ada yang salah/kurang/atau mungkin turnamentnya bukan Superseries, mohon maaf ye, agak bingung kalau membedakan kelasnya. 

* Korea Open : 2008 (Lee Hyo Jung), 2009 (Lee Hyo Jung), 2010 (Jung Jae Sung), 2011 (Jung Jae Sung), 2013 (Ko Sung Hyun), 2015 (Yoo Yeon Seong) 
* Indonesia Open : 2009 (Jung Jae Sung), 2012 (Jung Jae Sung), 2014 (Yoo Yeon Seong), 2016 (Yoo Yeon Seong) 

INA OPEN 2016

* China Open : 2008 (Lee Hyo Jung XD & Jung Jae Sung MD), 2009 (Jung Jae Sung MD & Lee Hyo Jung XD), 2010 (Jung Jae Sung), 2013 (Yoo Yeon Seong), 2014 (Yoo Yeon Seong) 
* China Master : 2011 (Jung Jae Sung), 2013 (Yoo Yeon Seong), 2016 (Yoo Yeon Seong) 
* Denmark Open : 2011 (Jung Jae Sung), 2013 (Yoo Yeon Seong), 2015 (Yoo Yeon Seong) 
* French open : 2011 (Jung Jae Sung), 2015 (Yoo Yeon Seong) 
* Swiss Open : 2007 (Jung Jae Sung), 2008 (Jung Jae Sung), 2010 (Lee Hyo Jung) 
* Malaysia Open : 2009 (Jung Jae Sung) 
* German Open : 2008 (Lee Hyo Jung), 2009 (Shin Baek Cheol), 2011 (Jung Jae Sung) 
* Canada Open : 2011 (Ko Sung Hyun) 
* Japan Open : 2014 (Yoo Yeon Seong), 2015 (Yoo Yeon Seong) 
* Australian Open : 2014 (Yoo Yeon Seong), 2015 (Yoo Yeon Seong), 
* Hongkong Open : 2008 (Jung Jae Sung), 2009 (Jung Jae Sung), 2013 (Yoo Yeon Seong), 2015 (Yoo Yeon Seong)

6. Turnament beregu : 
Lee Yong Dae juga kerap selalu berhasil menyumbang poin untuk timnya dalam setiap turnament beregu seperti : Thomas Cup, Sudirman Cup dan Asian Games, walaupun kemenangan Yong Dae dan pasangannya tetap tidak bisa memberikan hasil yang signifikan karena tim Korea selalu kalah dari China dengan skor 3-1, di mana Lee Yong Dae/Jung Jae Sung selalu menjadi satu-satunya penyumbang poin untuk tim mereka. 

 Sudirman Cup 2015

Namun di tahun 2014, tim Korea akhirnya berhasil membawa pulang Medali Emas untuk tim beregu Putra Asian Games setelah selama ini mereka hanya puas menjadi Runner Up (kebanyakan) dalam setiap turnament beregu Putra.

Asian Games 2014

Well, inilah sekilas tentang Lee Yong Dae, pemain badminton favorite Penulis. Setelah 9 tahun lamanya mengikuti sepak terjangnya di dunia bulutangkis, sepertinya sekarang adalah saatnya untuk berhenti. Well, sejak Lee Yong Dae memutuskan untuk gantung raket setelah Olimpiade Brazil 2016 lalu, penulis memang tak lagi mengikuti info tentang pertandingan bulutangkis.

Gak ada Yong Dae, apa yang perlu dilihat? Aku bukan suka Bulutangkis, tapi aku suka Lee Yong Dae-nya. I watched Badminton just because of Lee Yong Dae. NO LEE YONG DAE, NO BADMINTON !!! Mungkin Djarum Superliga 2017 Final adalah turnament bulutangkis terakhir yang penulis tonton minggu (26 Februari 2017) nanti, karena setelah ini, penulis uda males banget pantengin bulutangkis. Toh, uda "say goodbye" ke Yong Dae juga, kan? Dia uda mau nikah, uda jadi suami orang plus aslinya emang bukan penggemar bulutangkis hehehe ^.^
 

Thank to Musica Champion yang sudah memboyong Lee Yong Dae ke Surabaya dan memberiku kesempatan untuk berfoto bersama Lee Yong Dae untuk yang pertama sekaligus yang terakhir sebelum Yong Dae menikah dan menjadi suami orang dan aku jadi ilfil dan uda gak suka lagi. Idola yang menikah sudah tidak menarik lagi. Kesannya kayak jadi cewek gatel pengganggu rumah tangga orang gitu kalau nyukain suami orang lain wkwkwk ^.^ Kayak yang single gak ada aja xixixi ^.^

Selamat juga untuk Tim Putra Musica Champion karena berhasil melaju ke Final Djarum Superliga 2017, berkat kalian, besok aku akan bisa menonton Lee Yong Dae di TV untuk yang terakhir kali sebelum dia menikah dan aku uda mulai ilfil (jangan disebut mulu dong mbak ilfilnya hehehe ^.^)

Do Your Best dan semoga menang. Gak menang pun aku gak peduli lagi, feelnya uda beda sih. Kalau dulu sih liat Yong Dae kalah rasanya dongkol abiz, badmood, pengen ngamuk, nyesek, sedih dll, tapi sekarang uda mulai biasa aja. Kadar suka udah berkurang drastis sejak berita kehamilan tersebut tersiar (-__-)

Lee Yong Dae at Hypermart Ciputra World Mall Surabaya

Makanya waktu nyari’in Yong Dae di Mall buat minta foto pun pasrah aja, nyante, gak menggebu-gebu, gak ada ambisi sama sekali, soalnya feelnya juga uda ilang separuh. Jadi andaikan gak ketemu Yong Dae pun gpp, woles aja. Kalau dapet berarti aku memang beruntung, gak pun ya anggap aja jalan-jalan cuci mata hehehe ^.^

Besok-besok pun kalau misal Lee Yong Dae datang lagi ke Surabaya, ya coba cari aja di Mallnya, ketemu syukur, gak ketemu ya uda. Pokoknya happy go lucky aja mulai sekarang hehehe ^.^ Walaupun bukan lagi Fans, tapi kalau ada public figure pasti pengen foto dong ya. Aku bukan fans Hendra Setiawan, tapi waktu Hendra lewat depan mata, ya tetep kumintain foto hehehe ^.^ Ibaratnya kan masa ada kesempatan disia-sia’in? Yang nyari aja belum tentu ketemu, apalagi yang kebetulan lewat depan mata? Gila aja kalau disia-sia’in hehehe ^.^ Kapan lagi ketemu orang terkenal?

Lee Yong Dae at Juanda International Airport 18.02.2017

Sekarang, aku akan melepasmu pergi dengan senyuman, Yong Dae. Terima kasih telah memberiku kenangan terakhir yang begitu indah. Semoga kau bahagia dengan calon istrimu dan anak kalian. Goodbye Lee Yong Dae, thank you for 9 years berautiful memories. Goodbye My Love... 我的爱人再... Since now on, I'm not your fans anymore. Mulai hari ini kau kehilangan 1 orang fansmu...

Regards,

Liliana Tan