Kamis, 20 Oktober 2016

Minum Obat Cacing? Siapa Takut?

Lagi-lagi melenceng dari tema blog ini. Well, aku hanya ingin berbagi tentang pengalaman pribadi yang aku jamin pasti ada banyak orang yang juga mengalami hal ini. Cacingan. Terdengar gak keren. Tapi aku yakin banyak di antara kalian semua yang merasakannya.

Cacingan bukan hanya dialami oleh anak-anak saja, tapi sekarang orang dewasa pun banyak yang mengalaminya, termasuk aku sendiri. Malu? Gak lah. Kenapa harus malu ngakuin kalau cacingan? Toh cacingan masih mending daripada HIV/Aids, kan? Karena lingkungan gak bersih?

Gak sih, kalau aku pribadi mungkin karena kebanyakan makan daging babi. Well, I’m Chinese Christian so makan babi sudah hal yang biasa
bagiku apalagi aku makannya sejak kecil hehehe =) Berikut ini aku akan berbagi pengalaman tentang minum obat cacing yang akua yakin mayoritas orang di luar sana masih takut banget minum obat cacing. Iya gak? Ngaku deh...



Well, diawali karena rasa penasaran karena sejak dulu sampai sekarang berat badanku gak nambah-nambah, gak peduli walau aku sudah makan 4 kali sehari (pagi, siang, sore dan malam), ditambah makan banyak camilan plus kalau menunya enak kayak ayam/bebek goreng/panggang, babi kecap, babi goreng, siobak, gurami panggang/goreng, empal goreng dan menu-menu enak lainnya saya selalu makan banyak. Tapi anehnya walau udah makan banyak sekalipun, badanku tetap kurus, walau anehnya perut gak buncit sih. Karena perut gak buncit itulah aku curiga yang membuatku gak bisa gendut adalah sejenis penyakit bernama Tyroid, yang kata dokter sih emank bisa bikin gak bisa gemuk.

Tapi setelah di test hormon dan segala macem, kok hasil test menunjukkan Tyroidnya bukan penyebab aku gak bisa gemuk. Lalu apa dong? Bingung awalnya, lalu kemudian terbersit ide, “Apa jangan-jangan aku cacingan? Makanya gak bisa gemuk karena makanannya dimakan sama cacingnya,” Mengingat aku suka banget makan daging babi sejak kecil jadi aku rasa wajar kalau cacingnya banyak. Akhirnya walau jijik, aku putuskan untuk test feses di sebuah klinik di Surabaya. Aku diberi sebuah tempat kecil panjang yang berisi cairan formalin untuk kemudian contoh tinja tersebut dimasukkan ke dalam sana.

Dan tada, hasil test lab menunjukkan positif cacingan. Tidak!!! Akhirnya singkat cerita aku beli obat cacing Combantrin yang 500 mg sekali minum 2 tablet. Tapi gak langsung minum, takut soalnya. Apa yang aku takutkan? Simple.

Karena sejak kecil mama selalu nakutin kalau minum obat cacing pasti tar cacingnya keluar dari mulut, mata, hidung, telinga dan dubur dalam keadaan hidup alias kluget-kluget. Lah? Siapa yang gak takut tuh?

Apalagi setelah baca komentar orang-orang di blog-blog di internet yang sama horornya T___T Makin takut awalnya. Duh, tuh para manusia resek bisa
gak sih gak nakutin orang lain? Kalau punya pengalaman horor gitu mbok ya jangan dibagi-bagi. Jadi kasian kan orang-orang yang pengen minum obat cacing jadi ketakutan setengah idup kayak gini? Gak punya ati banget sih yang nakutin gtu? *termasuk mama kale ya?*

Tapi karena aku pengen gemuk dan karena ada yang bilang kalau setelah minum obat cacing nantinya bakal bisa gemuk karena cacingnya uda ilang, jadi walau aku takut, tetap nekad minum sambil berdoa dulu dalam hati. Semoga yang diomongin mama gak bener dan cacingnya uda keluar dalam keadaan hancur seperti yang sudah dijanjikan oleh obatnya. 

Dan akhirnya SEMUANYA TERBUKTI BENAR!!! COMBANTRIN-NYA YANG BENAR maksudku. Waktu buang air besar keesokan harinya GAK ADA TUH CACING KLUGET-KLUGET KELUAR DARI PANTAT!! GAK ADA SAMA SEKALI!!! Semuanya kayak biasa.

Oh ya, aku minum saat malam hari, jadi dengan harapan, saat aku tidur sekitar 8-9 jam itu semua cacingnya sudah digilas mati dan ancur lebur badannya. Soalnya ada yang bilang kalau cacingnya keluarnya hidup itu karena waktu minum obatnya berdekatan sama waktu buang air besar jadi obatnya belum sempet ngehancurin cacingnya, gitu. Jadi aku pikir malam adalah saat yang tepat. Kalau sudah tidur kan, gak bakal kebelet BAB tuh, itu kalau aku.

Tapi sayangnya, Combantrin kurang kuat atau mungkin karena cacingku terlalu banyak, jadi yang terbunuh hanya setengahnya saja. Waktu aku test lab lagi ternyata masih ada. Dan akhirnya aku ganti minum Vermox 500 mg sekali minum yang mengandung MEBENDAZOLE yang konon LEBIH KUAT dari Pirantel Pamoat.

Vermox obat kunyah yang manis dan tersedia dalam berbagai varian rasa, dan punyaku kebetulan rasa anggur yang enak banget kayak permen karet Lotte tahun 1990-an. Oh ya, kata dokter gpp minum obat cacing dalam jeda seminggu selama OBATNYA BEDA!!!

Walau udah pengalaman minum Combantrin dan gak terjadi apa-apa tapi tetap aja waktu mau minum Vermox, rasa takut itu masih ada. Apalagi di kemasan Vermox ada tulisan, “Jika infeksi cacing gelang sudah terlalu parah, cacing bisa keluar melalui mulut atau dubur.

Anjiiirrr!! Horornya masih ada. Tapi kemudian aku mikir lagi, kan cacingnya uda kebunuh setengahnya tuh, jadi uda gak parah donk berarti? Well, bermodal nekat sama doa, akhirnya aku minum tuh Vermox di malam hari.

Dan tada, lagi-lagi SEMUANYA TERBUKTI BENAR!!! VERMOX-NYA YANG BENAR maksudku. Waktu buang air besar keesokan harinya GAK ADA CACING KLUGET-KLUGET KELUAR DARI PANTAT!!! GAK ADA CACING KELUAR DARI MULUT, HIDUNG, TELINGA, atau MATA!!! GAK ADA CERITA CACING KELUAR DARI PANTAT DALAM KEADAAN HIDUP TERUS DITARIK SAMPAI PANJANG!!! GAK ADA SAMA SEKALI!!!

Semuanya kayak biasa aja. Cacingnya uda mati, ANCUR LEBUR TANPA SISA!!! Lega deh, terima kasih Tuhan.

NB : Sorry, Capslock Jebol. Ini biar kalian yang merasa takut minum obat cacing gak perlu merasa takut lagi.

Aku sudah buktikan sendiri gak ada yang terjadi. Semuanya fine-fine aja. Semuanya aman terkendali. Jangan dengerin cerita horror yang kalian baca di blog-blog atau komentar-komentar negative di blog tersebut karena FAKTANYA OBAT CACING SEKARANG SUDAH CANGGIH!!! CACING SUDAH MATI DAN UDAH HANCUR TANPA SISA saat dikeluarin dari dalam tubuh. So jangan takut minum obat cacing mulai sekarang.

Dan tolong kalian emak-emak, berhenti menakuti anak-anak kalian seperti mamaku menakutiku, ya! Trauma psikologisnya kebawa sampe gede soalnya. 


Akupun bertekad rutin minum obat cacing setiap 6 bulan sekali mengingat makanan favoritku adalah babi dan aku sama sekali tidak berniat untuk berhenti makan babi (Habis enak sih ^.^) jadi solusinya adalah minum obat cacing aja secara rutin hehehe =)

Inti dari sharing kali ini adalah JANGAN TAKUT MINUM OBAT CACING ya, guys! Trust me, semua cerita horror tentang cacing itu SALAH DAN GAK TERBUKTI BENAR!!! Setidaknya, itu GAK TERJADI PADAKU.

Based On True Story!!!

Liliana Tan

Bebek P*k J*ng**t : Spanduk Yang Menipu. According To : Liliana Tan

Agak melenceng dari tema blog ini, kali ini saya hanya ingin menceritakan uneg-uneg saya alias ketidakpuasan atas pelayanan sebuah Rumah Makan Bebek di daerah Kusuma Bangsa Surabaya. Bagi yang berdomisili di kota Surabaya pasti sudah bisa menebak dong ya Rumah Makan yang saya maksud hehehe =) Tapi bagi yang bukan penduduk kota Surabaya tak ada salahnya ikut menyimak agar apa yang terjadi pada saya, tidak akan menimpa Anda di kemudian hari. JANGAN TERTIPU OLEH SEBUAH SPANDUK PROMOSI !!! Itu yang ingin saya sampaikan di sini !!!

“Bebek P*k J*ng**t : Spanduk Yang Menipu. According To : Liliana Tan”

 Ini yang saya harapkan akan saya makan T___T
 Harusnya ini yang akan saya makan, lengkap sama nasinya T__T

Spanduk Yang Menipu. Well, memang seperti itulah yang saya rasakan, ditipu sebuah spanduk promosi yang dipasang di depan Rumah Makan. Bebek adalah makanan favorit sebagian besar orang Indonesia, termasuk saya. Tentu menemukan menu bebek dengan harga murah meriah adalah sebuah kebahagiaan tersendiri bagi seorang pecinta kuliner Bebek. Bermacam-macam bebek di Surabaya pernah saya coba dan beberapa di antaranya yang menjadi favorit saya adalah : Bebek Papin, Bebek HT, Bebek Cak Sandy yang ada di wilayah SMU Kompleks, Bebek Jiwasraya yang dulunya warungnya dibuka di depan Asuransi Jiwasraya tak jauh dari kantor Jayanata di Jalan Mawar tapi sekarang sudah pindah entah ke mana dan Bebek Sinjay yang pusatnya ada di Madura.

Tapi bebek yang akan saya bahas di sini BUKAN SALAH SATU DI ATAS. Sebenarnya saya sudah tahu tentang Bebek ini sejak lama tapi awalnya Rumah Makan ini hanya menjual Bebek Jumbo dengan harga Rp 25.000 (tanpa nasi) dan Rp 29.000 (dengan nasi). Karena mahal, jadi ya males nyoba hehehe =) Kalau sama mahalnya, saya lebih pilih Bebek HT di Karangempat yang menurut saya lebih enak dan merupakan favorit saya sejak kecil.

Tapi karena baru-baru ini mereka memasang spanduk promosi yang dipajang di depan pagar Rumah Makan berwarna coklat di Jalan Kusuma Bangsa Surabaya yang menjanjikan paket-paket pilihan yang MURAH MERIAH jadinya saya tertarik nyobain.

Spanduk promosi tersebut bertuliskan 4 paket dari 4 macam menu yang berbeda yang menawarkan harga yang sama yaitu : Rp 19.500 
Paket 1 Rp 19.500 : Bebek goreng, nasi putih, Lalapan, Sambel gila, Es Milo/Es Lemon Tea. 
Paket 2 Rp 19.500 : Ayam goreng ¼ ekor, nasi putih, Lalapan, Sambel gila, Es Milo/Es Lemon Tea. 
Paket 3 Rp 19.500 : Lele goreng/Empal goreng, nasi putih, Lalapan, Sambel gila, Es Milo/Es Lemon Tea. 
Paket 4 Rp. 19.500 : Tahu, tempe goreng, Nasi putih, Lalapan, Sambel gila, Es Milo/Es Lemon Tea.

Siang itu saya masuk dengan santainya ke Rumah Makan di Jalan Kusuma Bangsa tersebut. Rumah Makan tersebut kosong melompong, gak ada 1 pengunjungpun dan terlihat mbaknya yang duduk-duduk santai sambil dengerin musik pake Headset. Saya samperin mbaknya dan mulai tanya : 
Liliana : “Mbak, saya mau beli PAKET 1 yang Rp 19.500 ada gak? Bungkus 1 bawa pulang tapi gak pake minumnya.” 
Mbak Bebek : “Oh, ada mbak. Silakan tunggu sebentar,”

Selang hampir 20 menitan nungguin mbaknya keluar sambil bawain bungkusan saya. Tapi dia malah bilang sesuatu yang gak masuk akal. 
Mbak Bebek : “Maaf Mbak, setelah saya lihat ternyata nasinya habis dari kemarin. Jadi ini gak pake nasi ya. Saya tadi lupa bilang kalau nasinya habis,” (Masuk akal gak seh? Masak tadi pagi dia buka dagangan gak nyadar kalau nasinya habis? ) 

Liliana : “Loh kok bisa nasinya habis tapi mbaknya lupa sih? Ya udah, kalau paket lengkap kan Rp 19.500 ya? Kalau cuma bebek doank gak pake nasi dan minum jadinya lebih murah dong?” 
Mbak Bebek : “Bebeknya Rp 25.000 mbk. Saya lupa juga kalau kemarin malem bebek yang buat Paket itu udah habis, adanya yang bebek JUMBO yang Rp 25.000 aja.” 

Liliana : “Hah? Lupa lagi? Mbaknya ini amnesia atau gimana sih? Masak tadi lupa nasinya habis dan sekarang lupa kalau bebeknya habis. Jangan suka ganti menu seenaknya dong mbak. Kalau gak ada ya bilang gak ada sejak awal. Kalau gini kan saya merasa ditipu mentah-mentah. Saya gak minta jumbo malah dikasih jumbo. Pengennya beli yang murah malah dikasih mahal kayak gini,” (Ngamuk dong saya digini’in. Masuk akal gak sih? Masak orang dagang lupa apa yang dijualnya? ) 

Mbak Bebek : “Saya kan lupa mbk. Terus gimana ini? Sudah terlanjur digorengin mbak. Nanti saya dimarahin atasan saya,” (sambil dengan wajah gak enak dan nada yang agak tinggi)

Akhirnya walau dengan kesal dan marah karena merasa DITIPU SPANDUK PROMOSI dan karena gak mau ribut-ribut siang hari, bikin malu, cari musuh, dengan terpaksa saya membayar tuh Bebek Jumbo Rp 25.000 disertai dengan sumpah dalam hati, “Aku gak akan pernah lagi makan bebek sialan penipu ini. Liat aja, nih bebek sialan bakal kumasukin blog biar setidaknya seluruh Surabaya tahu penipuan kalian dan betapa gak profesionalnya kalian,”

Kalau Anda di posisi saya emosi gak tuh? Sebel gak tuh digituin. DITIPU SPANDUK PROMOSI yang dipajang di depan pagar rumah berwarna coklat di Jalan Kusuma Bangsa Surabaya ini. Udah jelas-jelas promosinya Rp 19.500 (paket komplit) tapi saya disuruh bayar Rp 25.000 (HANYA BEBEK) dan yang lebih parahnya lagi, pegawainya seenak jidat mengubah menu yang tadinya PAKET 1 yang MURAH jadi Bebek Jumbo yang mahal dengan alasan LUPA KALAU PAKET 1-nya HABIS BAIK NASI MAUPUN BEBEKNYA. Hadoh, masak sih orang jualan bisa lupa menu yang dijualnya sendiri? 19.500 ??? PALSUUUUUUUUUUUUUUU !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

INI BUKAN MASALAH UANG, tapi masalah konsumen yang merasa tertipu, masalah menu yang diganti seenak jidat dan pegawainya GAK JUJUR bilang kalau PAKETNYA HABIS SEJAK KEMARIN MALAM, mbaknya bilang ada tapi nyatanya gak ada atau emang gak diadain supaya bebek yang mahal laku terjual. Sebaiknya kalau pengen makan bebek, mending cari aja di tempat lain. Setidaknya walau mahal, gak bikin sakit hati T___T

Pokoknya yang pasti, saya gak bakal balik ke sana lagi. Uda terlanjur sebel soalnya dan pengalaman seperti ini gak akan pernah saya lupakan. Bagi Anda yang suka tergiur dengan spanduk-spanduk promosi yang menjanjikan harga murah, sebaiknya berhati-hati sebelum melakukan pemesanan sebelum Anda tertipu seperti saya. Pastikan dulu, bener gak barangnya ada dan pastikan juga kalau menunya gak bakal diganti seenak jidat dengan alasan makanannya habis dan dia lupa jadi menunya diganti gitu aja.

According to : Liliana Tan, konsumen yang tertipu. 
Credit Photos : As Tagged Google (gak sempet memfoto bebek saya sendiri karena sudah terlalu kesal, makanpun sambil dongkol)

Minggu, 28 Februari 2016

My Personal Angel : Chapter 4



Upppzz...Sepertinya berperang melawan Iblis adalah tugas yang jauh lebih muda bagi Michael daripada harus berhadapan dengan seorang wanita, benarkan? But well, suka atau tidak, Michael harus tetap melaksanakan tugas tersebut karena itu adalah perintah dari Yang Maha Kuasa. Sanggupkah Michael, Sang Panglima Tertinggi Bala Tentara Surgawi menyelesaikan tugas ini?

“My Personal Angel : Chapter 4”
 




“Dear Michael”

Roh Lily sedang berjalan tanpa arah, begitu bimbang dan tak tahu harus berbuat apa. Dia kasihan pada ibunya yang tak bisa melihat, tapi dia juga takut untuk kembali hidup setelah mengetahui apa yang sebenarnya. Mereka semua membencinya, mereka semua menginginkan kematiannya. Apa gunanya dia hidup jika hanya untuk disakiti saja? Mungkin mati jauh lebih baik, pikirnya saat itu.

Dia sedang duduk di tengah taman Rumah Sakit saat tiba-tiba sebuah cahaya menyilaukan menyinarinya. Roh Lily mengangkat kedua tangannya menutupi matanya yang silau karena cahaya itu, cahaya yang seolah sengaja diarahkan padanya. Lalu sekejap kemudian dia melihat sebuah tangga berwarna putih yang sangat panjang, menjulang tinggi hingga ke langit. Penasaran, Lily pun menghampiri tangga itu dan menaikinya. Selangkah demi selangkah, hingga akhirnya dia sampai di sebuah tempat yang sangat aneh. Sebuah tempat yang terletak diantara awan-awan putih yang indah, begitu menyilaukan, dari jauh dia bisa melihat sebuah istana putih yang indah dan besar, tampak banyak pepohonan tumbuh di sini, juga ada sebuah sungai dengan air yang begitu bersih, bunga-bunga bertebaran berwarna-warni, terdengar nyanyian yang begitu merdu, entah dari mana datangnya. Tapi yang pasti, di tempat ini dia merasakan kedamaian.

“Tempat apa ini?” batinnya tak mengerti, seraya mengamati sekelilingnya dengan bingung.

Tak jauh dari sana, dia melihat seorang pria berwajah tampan yang berpakaian serba putih sedang duduk di bawah salah satu pohon di tengah lapangan luas ini, menuliskan sesuatu di dalam sebuah buku kecil dengan asyiknya, rambut pirangnya yang keemasan terpantul terkena cahaya matahari dan membuatnya semakin terlihat menyilaukan, sayap putihnya yang lebar terkembang menutupi kepalanya, seolah sengaja melindunginya dari terik sinar matahari.

Lily terkesiap. “Sayap? Apa dia seorang Malaikat? Yang benar saja? Ini pasti hanya mimpi kan?” batinnya seraya perlahan mendekatinya.

“Tempat apa ini? Apa ini Surga?” batinnya sekali lagi, masih tak percaya sambil mengamati keadaan di sekelilingnya. Sunyi sekali. Dan sangat menyilaukan. Ada banyak sekali pohon, sungai, bunga-bunga yang indah, nyanyian merdu, juga kupu-kupu dan burung-burung di sana tapi dia tak melihat ada orang lain di sana selain pria itu.

“Apa yang terjadi? Kenapa aku ada di sini?” batinnya lagi. 
“Hi, apa yang kau lakukan disini? Kau belum waktunya mati, Nona!” sebuah suara yang lembut tapi terdengar canggung menyapanya ramah. Lily tersadar dan melihat pria tampan berbaju putih itu sedang menatapnya penuh tanya. Matanya yang berwarna biru langit, memancarkan sebuah kehangatan.

“Aku...Aku tidak tahu kenapa aku ada di sini. Aku hanya menaiki sebuah tangga yang sangat panjang yang tadi terbentang di hadapanku. Tempat apa ini? Dan siapa kau?” tanyanya bingung. Benar-benar tak mengerti sama sekali.

“My Name is Michael. And you?” jawabnya ramah, keramahan yang terlihat canggung, dia berusaha tersenyum semanis mungkin untuk menghilangkan kecanggungannya, tapi sikapnya itu justru membuatnya semakin manis. Seperti anak remaja yang malu-malu saat melihat gadis yang ditaksirnya.

Lily terkikik dalam hati, “Mungkin pria ini belum pernah berhadapan dengan seorang wanita cantik sepertiku sebelumnya, itu sebabnya dia terlihat salah tingkah.” Batin Lily geli dengan pikirannya sendiri dan geli melihat sikap pria muda itu.

“Michael. Apa aku tak salah dengar? Bukankah itu nama seorang Malaikat yang dulu pernah melempar Lucifer dari Surga ke bumi.” Batin Lily lagi sambil mengamati pemuda tampan di hadapannya.

“Michael nama yang indah. Bukankah Michael berarti “Dia yang seperti Tuhan”? Namamu sangat mirip dengan nama salah satu Malaikat Utama Tuhan, The Prince Of Seraphim, The Leader of Army of God, Archangel Michael. Kurasa sekarang aku sedang bermimpi indah, benarkan?” sahutnya sambil tertawa canggung. Michael ikut tertawa melihat gadis itu tertawa, suara tawa yang mungkin hanya bisa didengar dalam mimpi terindah gadis itu.

“Well, it’s actually me. Welcome to Heaven!” jawabnya seraya tersenyum manis, lagi, dengan sikapnya yang canggung dan salah tingkah, membuat hati Lily berdebar kencang, saat itulah dia sadar, dia pernah melihat pemuda itu sebelumnya.

“Kau yang tadi ada di bawah jendela kamarku kan?” tanyanya lagi, penasaran.
"Sepertinya begitu.” Jawab Michael ramah, masih kaku tapi sudah tidak begitu canggung.
“Kau bisa melihatku?” tanya Lily skeptis seraya memicingkan matanya curiga.
“Menurutmu bagaimana?” Michael balik bertanya iseng. 

“Tunggu! Benarkah kau seorang Malaikat? Kau benar-benar Archangel Michael yang itu? Ini benar-benar Surga?”Lily benar-benar masih sulit percaya, dia memelototkan matanya seraya menuding pemandangan di sekitarnya.

“Wow! Banyak orang yang membenciku di dunia, kupikir itu pasti karena aku sangat jahat. Kupikir aku akan berada di neraka, tapi ternyata Tuhan menempatkanku di Surga. Ini hebat! Aku seperti sedang menonton film Fantasy.” Ujar Lily sambil tersenyum senang.

“TIDAK! Siapa bilang kau akan masuk Surga? Kau belum saatnya mati, Nona. Aku akan membawamu kembali ke dunia.” Ujar Michael, kembali bersikap formal. Dia benar-benar bingung bagaimana menghadapi seorang wanita.

“Tapi aku tak mau hidup lagi. Mereka semua membenciku. Mereka semua ingin aku mati. Aku tak mau kembali.” Jawab Lily menolak tegas.

“Oh ya? Dan apa kau yang putuskan semua itu? Aku tak suka manusia sombong sepertimu. Kau pikir kau siapa? Kau hanya satu dari sekian banyak manusia yang beruntung karena pernah bertemu denganku, Archangel Michael. Tapi itu tidak membuatmu istimewa. Tuhan yang putuskan kau harus bagaimana.” Jawab Michael tak senang. Gadis ini memang cantik tapi sangat angkuh dan keras kepala, dia juga sangat aneh. Disaat semua orang berjuang untuk tetap hidup, gadis manja ini malah menginginkan kematian.

“Kau tampan tapi sangat kasar.” Ujar Lily kesal. 
“Dengar gadis manja! Kalau saja aku tidak merasa bersalah...” Michael spontan terdiam, sedikit lagi dia hampir saja keceplosan.

“Tidak! Dia tidak boleh tahu kalau gara-gara aku dia jadi seperti ini. Kalau dia tahu, dia akan lebih sulit diajak bekerja sama. Manusia memang merepotkan. Kalau saja dia bukan wanita, aku sudah mengajaknya berkelahi.” Batin Michael pasrah. Ini salahnya, ini tanggung jawabnya. Jadi walau sepertinya gadis ini sangat sulit diajak bekerja sama, dia tidak akan menyerah.

“Kau masih punya kesempatan untuk hidup tapi kau malah meminta mati, apa kau tahu kalau masih banyak orang di luar sana yang berjuang demi hidup mereka sendiri? Banyak orang di bumi ini yang lebih menderita daripada kau, tapi mereka tetap berjuang demi hidupnya tanpa kenal menyerah. Tapi lihat dirimu! Kau punya segalanya, tapi kau malah lebih memilih mengakhirinya? Begitu saja? Apa kau tak pernah berpikir bahwa hidupmu adalah anugerah?” tanya Michael kesal. Gadis ini benar-benar tak mengerti bahwa hidup itu sangatlah berharga.

“Tuhan sudah berbaik hati menciptakanmu dan memberimu napas kehidupan, enak saja kau tidak menghargai pemberian-Nya. Jangan jadi seperti Lucifer, atau aku akan mengangkat pedangku dan melemparmu ke Jurang Maut.” Ancam Michael lagi, membuat wajah Lily seketika pucat pasi.

“Hei, mana ada Malaikat yang sepertimu? Bukankah Malaikat itu seharusnya lembut dan baik?” Lily terlihat gentar, suaranya yang tadi sombong berubah menjadi pelan dan gemetar. Pria tampan di depannya mendadak berubah menjadi menakutkan.

“Benar. Aku memang seperti ini. Aku bukan Gabriel atau Raphael yang ramah, jika aku sebaik mereka, mana bisa aku bertempur melawan Iblis? Dan kau, bahkan lebih memusingkan dari Iblis.” Jawab Michael cuek. Dia yang awalnya berusaha bersikap ramah merasa tak bisa lagi berpura-pura. Itu bukan dirinya. Aneh rasanya jika harus tersenyum manis, berbicara lembut dan mengucapkan kalimat yang indah di depan seorang wanita. Rasanya canggung sekali saat harus bersikap lembut seperti tadi. Benar-benar bukan seperti Michael si Panglima Perang Tertinggi Bala Tentara Surgawi.

“Kalau begitu aku mau pergi. Aku tak mau bertemu dengan Malaikat galak sepertimu. Beginikah sikap seorang Archangel?” ujar Lily kesal, lalu berbalik pergi dan berniat mencari tangga yang tadi.

“Aku bukan hanya Archangel tapi Panglima Perang Tentara Surgawi dan aku selalu memang dalam setiap pertempuran, jadi aku takkan biarkan gadis manja, egois, dan keras kepala sepertimu membuat tugasku berantakan. Tugasku adalah membawamu kembali ke bumi dan membuatmu mengerti apa arti kehidupan yang sebenarnya.” Jawab Michael tegas dan dalam, mendadak muncul di hadapan gadis itu dan menghalangi jalannya.

“Jadi apa yang kau inginkan dariku, Malaikat galak?” tantang Lily dengan berani, menatap tajam mata Michael yang sebiru langit yang cerah.
“Galak tapi sangat tampan, benarkan?” goda Michael, membuat Lily seketika merona dan memalingkan wajahnya jengah.

“Siapa bilang kau tampan?” sangkal Lily salah tingkah. 
“Aku Malaikat. Aku tahu apa yang kau pikirkan.” Jawab Michael singkat dan tegas, dengan gayanya yang mengintimidasi yang biasanya sukses membuat lawannya gentar.
“Lalu apa maumu sekarang?” tanya Lily mulai tak nyaman dengan gaya mengintimidasi Michael.

“Kau bilang hidupmu menderita kan? Sekarang aku akan tunjukkan padamu apa arti penderitaan yang sebenarnya. Kematian ayahmu, Ibumu yang buta dan pengkhianatan tunangan dan sahabatmu bukanlah apa-apa dibanding penderitaan mereka. Ikut aku! Gadis manja sepertimu sekali-kali harus melihat arti penderitaan yang sesungguhnya.” Ujar Michael seraya menarik tangan Lily dan mencengkeramnya erat lalu membawanya terbang bersamanya.

“Hei, kau mau bawa aku ke mana?” Lily terlihat takut saat Michael mendekapnya dalam pelukannya dan mengajaknya terbang bersama, tapi dalam hati, ada sebuah perasaan aneh yang menerobos masuk hatinya. Sebuah perasaan hangat, aman, terlindungi, dan nyaman mendadak memenuhi hatinya yang tadinya terasa dingin. Dengan hati berdebar kencang, sesekali dia melirik Michael yang tampak serius saat sedang terbang, merasakan pelukan hangat lengannya yang kokoh dan terbang bersamanya menembus awan putih yang indah, terbang luas mengelilingi angkasa.

“Malaikatku...Andai saja aku bisa selamanya seperti ini, berada dalam dekapan sayapmu yang hangat, walau harus menderita di neraka karena perasaanku yang lancang, aku tidak keberatan.” Batin Lily, seraya menatap wajah tampan Michael yang terlihat sangat serius saat sedang terbang.

To Be Continued...