Rabu, 28 Desember 2016

(Sinopsis) Anastasia, Princess In Disguise : Sang Putri Yang Hidup Dalam Penyamaran

Back with My Twin Princess Series. Bagi pembaca setiaku di Wattpad, sudah pasti tahu banget sama cerita yang satu ini. Kisah tentang si "Putri Yang Terbuang" dan merupakan salah satu pemenang Wattys Awards 2016 untuk kategory “Hidden Gems” alias “Permata Yang Tersembunyi”, walau tim Wattpad lebih suka menyebutnya “Cerita Kurang Dikenal”.


Bener juga sih, karena cerita ini memang kurang dikenal pada awalnya. Tapi setelah memenangkan gelar "The Wattys 2016" para pembaca di Wattpad sudah mulai mengenal cerita ini terbukti dengan laris manisnya penjualan novel ini apalagi dengan adanya promo akhir tahun IDR 11.000 saja. (di tahun 2016)



Bagi kalian yang bukan pembaca wattpadku, penulis akan bagi sedikit teaser dari si putri kembar, Anastasia. Jika kalian ingin membaca kelanjutan ceritanya, kalian bisa membacanya di blog "Liana Land". Karena cerita itu sudah diupload ulang secara lengkap di blog "Liana Land" sejak tahun 2023. Seneng, kan? ^_^

Mempertimbangkan situasi ekonomi yang semakin sulit dan menyadari bahwa bagi mayoritas pembaca di Indonesia lebih memilih membeli makan daripada membeli buku novel, juga untuk menghindari pembajakan buku ilegal, maka penulis memutuskan untuk menuliskan ceritanya secara lengkap dan membagikannya secara gratis kepada semua pembaca yang menyukai cerita ini. 

New Cover

Sinopsis:
And the Fairytale continued...
Bagaikan dongeng Cinderella, Anastasia Catherine Mauntbatten, harus tinggal bersama Ibu tiri dan kedua saudara perempuannya setelah ayah angkatnya meninggal dunia. Annie, begitu dia dipanggil selama ini, selalu berusaha tetap tabah dan ceria walau Ibu tiri dan kedua saudara tirinya selalu menyiksanya.
 

Sebuah Pesta Dansa Istana akhirnya benar-benar mengubah seluruh hidupnya saat beberapa orang pria tidak dikenal membawanya paksa ke sebuah Istana megah yang jauh dari tempatnya tinggal dan terus memanggilnya “Her Royal Highnesses Crown Princess Analiece”.

“Aku bukan Putri Mahkota Analiece atau siapalah itu. Jadi biarkan aku pergi sekarang,” ujarnya bingung.
Tapi langkahnya terhenti saat dia melihat sebuah lukisan besar yang terpajang di aula Istana. Potret dirinya. Dengan gaun indah dan Mahkota di kepalanya.

Siapakah Anastasia sebenarnya? Kenapa dia bisa memiliki wajah yang sama dengan Sang Putri Mahkota? Dan jika mereka salah membawa Anastasia ke Istana lalu di manakah Putri Yang Asli berada?

Daftar isi (Klik judulnya agar langsung mengarah ke bab yang kalian inginkan) :
Prolog : I'm Not Her  
Chapter 1 : Cinderella ??? 
Chapter 2 : First Time Meeting You 
Chapter 3 : It's Like Dejavu 
Chapter 4 : Once Upon A December 
Chapter 5 : Pesta Dansa Istana 
Chapter 6 : Dancing With The Prince 
Chapter 7 : Putri Yang Tertukar 
Chapter 8 : Where Am I ???

<<<< Cerita lengkap bisa dibaca di blogku yang lain yaitu: Liana Land! >>>>

NOTE : WINNER OF WATTYS AWARDS 2016 for Category “Hidden Gems” alias “Permata Yang Tersembunyi” (Cerita Kurang Dikenal).

~~~~~~

* Promo Akhir Tahun 2016 E-BOOK Version Only IDR 11 Ribu by Penerbit Diandra :
Hai hai hai... Bagi yang suka dengan cerita Anastasia – Princess In Disguise, yang kantongnya bolong tapi pengen ngebaca kelanjutannya, ada promo besar nih di akhir tahun. Tapi hanya berlaku untuk E-Book ya. Dari yang awalnya seharga Rp 55.000 sekarang hanya jadi Rp 11.000 loh... Tunggu apalagi? Yuk buruan dibeli mumpung lagi ada promo nih.

Harga asli : IDR 55.000
Harga Promo : IDR 11.000

Tinggal buka Google Play/Play Store lalu ketik nama “Liliana Tan” ==> Pilih “Judulnya” '==> Lalu klik “Beli” dan anda bisa memilih membayar dengan Debet/Kredit/potong pulsa.

Note : Promo HANYA BERLAKU sejak bulan November hingga Desember 2016 !!!

<<<<< Update 2026: PENULIS SUDAH TIDAK BEKERJA SAMA DENGAN PENERBIT DIANDRA LAGI. Jika Pihak Diandra masih menjual secara sepihak, sudah dipastikan mereka melakukan tindak pidana pencurian Hak Cipta! >>>>>>

Terima kasih.

Senin, 14 November 2016

Winner Of Wattys Awards 2016 : Anastasia, Princess In Disguise

Hi, I’m back *lambai tangan* Apa ada yang nyari’in bloggernya? Kalau gak ada, ya udah. Toh aku juga jarang banget buka yang ini dan lebih aktif buka yang satunya hehehe =) Bingung mau nulis apa kalau di blog yang ini, tapi kayaknya bentar lagi, aku berencana untuk memposting sedikit cerita dari novel terbaru saya yang juga kebetulan memenangkan “Penghargaan Wattys Awatds 2016”. Well, teaser kayak biasanya gitu deh. Gak banyak, paling cuma 4 bab doang kayak biasanya. Kalau mau agak banyak, baca di Wattpad atau beli novelnya ya hehehe =) Soalnya di Wattpad pun hanya setengah doang.


Well, hari ini aku sedang ingin berbagi kebahagiaan dengan semua pembaca setia blog ini. Sabtu lalu, tepatnya tanggal 5 November 2016, aku mendapat kabar yang bagiku sangat menyenangkan yaitu salah satu ceritaku yang aku ikutkan dalam kompetisi menulis online terbesar di Indonesia yaitu Wattys Awards 2016 tanpa disangka terpilih menjadi salah satu pemenang kompetisi tersebut.

Postingan ini adalah ungkapan terima kasih kepada Dewan Juri Wattpad atas kesempatan yang mereka berikan dan sebagai wujud kegembiraan saya. Jika ada di antara kalian yang gak suka liat bloggernya happy karena menangin penghargaan menulis, yaudah, tutup aja gak perlu dibaca hehehe =) This is my blog anyway and I have all the right to posted whatever I want to write...





Sebelumnya, aku ucapkan Terima Kasih banyak kepada para Dewan Juri Wattpad Indonesia (@WattysID) yang telah memilih “Twin Princess – Anastasia, Princesss In Disguise” sebagai salah satu PEMENANG WATTYS AWARD 2016 untuk Kategori “Hidden Gems” atau “Cerita Kurang Dikenal”. Bangga dan bahagia rasanya bisa terpilih di antara 140.000 karya yang diikutsertakan dalam Kompetisi Menulis Online Terbesar di Indonesia tahun ini.




Beberapa bulan yang lalu, cerita ini sempat dibashing dan membuatku down sehingga malas untuk melanjutkan cerita ini karena melihat begitu banyaknya pemaki. Cerita yang awalnya ingin aku abaikan, ternyata justru MEMENANGKAN PENGHARGAAN WATTYS AWARDS 2016. Jujur, aku sama sekali tidak menyangka dan tidak berharap sama sekali akan terpilih menjadi salah satu pemenang Wattys Awards 2016.

Terima kasih kepada @WattysID yang telah mengembalikan kepercayaan diri dan juga semangatku, sehingga aku memiliki semangat baru dalam melanjutkan cerita ini. Terima kasih untuk kesempatan dan juga pengakuan yang kalian berikan *bow*


Untuk semua Readers setiaku di Wattpad. Thank you for read, vote and comment. Khususnya bagi yang vote, terima kasih banyak *bow* Dan untuk semua Unfollowers, walau kalian telah meng-unfoll aku, aku tetap mengucapkan Terima Kasih, karena sekarang itu justru memberi semangat padaku agar membuat karya yang lebih bagus lagi agar gak ada yang unfoll lagi untuk ke depannya, amin. Bagaimanapun juga, UNFOLLOWERS tetap pernah menjadi bagian dari pembacaku. Dear Unfollowers, Penulis yang kalian Unfoll sekarang jadi Pemenang Wattys loh hehehe ^.^ 

Once again, Thank you so much for Panitia Wattpad Indonesia (@WattysID), thank you for giving me a chance *bow*.

“Impian itu memang tidak mudah diraih. Bila mudah diraih bukan impian namanya. Tak peduli walau harus berulang kali terjatuh dan gagal, selama masih ada kesempatan, kita harus tetap mencoba. Try Again, NEVER STOP BELIEVING!!! It’s NOT HOW YOU FALL, it’s HOW YOU GET BACK UP.”

Salam, Liliana Tan

Kamis, 20 Oktober 2016

Minum Obat Cacing? Siapa Takut?

Lagi-lagi melenceng dari tema blog ini. Well, aku hanya ingin berbagi tentang pengalaman pribadi yang aku jamin pasti ada banyak orang yang juga mengalami hal ini. Cacingan. Terdengar gak keren. Tapi aku yakin banyak di antara kalian semua yang merasakannya.

Cacingan bukan hanya dialami oleh anak-anak saja, tapi sekarang orang dewasa pun banyak yang mengalaminya, termasuk aku sendiri. Malu? Gak lah. Kenapa harus malu ngakuin kalau cacingan? Toh cacingan masih mending daripada HIV/Aids, kan? Karena lingkungan gak bersih?

Gak sih, kalau aku pribadi mungkin karena kebanyakan makan daging babi. Well, I’m Chinese Christian so makan babi sudah hal yang biasa
bagiku apalagi aku makannya sejak kecil hehehe =) Berikut ini aku akan berbagi pengalaman tentang minum obat cacing yang akua yakin mayoritas orang di luar sana masih takut banget minum obat cacing. Iya gak? Ngaku deh...



Well, diawali karena rasa penasaran karena sejak dulu sampai sekarang berat badanku gak nambah-nambah, gak peduli walau aku sudah makan 4 kali sehari (pagi, siang, sore dan malam), ditambah makan banyak camilan plus kalau menunya enak kayak ayam/bebek goreng/panggang, babi kecap, babi goreng, siobak, gurami panggang/goreng, empal goreng dan menu-menu enak lainnya saya selalu makan banyak. Tapi anehnya walau udah makan banyak sekalipun, badanku tetap kurus, walau anehnya perut gak buncit sih. Karena perut gak buncit itulah aku curiga yang membuatku gak bisa gendut adalah sejenis penyakit bernama Tyroid, yang kata dokter sih emank bisa bikin gak bisa gemuk.

Tapi setelah di test hormon dan segala macem, kok hasil test menunjukkan Tyroidnya bukan penyebab aku gak bisa gemuk. Lalu apa dong? Bingung awalnya, lalu kemudian terbersit ide, “Apa jangan-jangan aku cacingan? Makanya gak bisa gemuk karena makanannya dimakan sama cacingnya,” Mengingat aku suka banget makan daging babi sejak kecil jadi aku rasa wajar kalau cacingnya banyak. Akhirnya walau jijik, aku putuskan untuk test feses di sebuah klinik di Surabaya. Aku diberi sebuah tempat kecil panjang yang berisi cairan formalin untuk kemudian contoh tinja tersebut dimasukkan ke dalam sana.

Dan tada, hasil test lab menunjukkan positif cacingan. Tidak!!! Akhirnya singkat cerita aku beli obat cacing Combantrin yang 500 mg sekali minum 2 tablet. Tapi gak langsung minum, takut soalnya. Apa yang aku takutkan? Simple.

Karena sejak kecil mama selalu nakutin kalau minum obat cacing pasti tar cacingnya keluar dari mulut, mata, hidung, telinga dan dubur dalam keadaan hidup alias kluget-kluget. Lah? Siapa yang gak takut tuh?

Apalagi setelah baca komentar orang-orang di blog-blog di internet yang sama horornya T___T Makin takut awalnya. Duh, tuh para manusia resek bisa
gak sih gak nakutin orang lain? Kalau punya pengalaman horor gitu mbok ya jangan dibagi-bagi. Jadi kasian kan orang-orang yang pengen minum obat cacing jadi ketakutan setengah idup kayak gini? Gak punya ati banget sih yang nakutin gtu? *termasuk mama kale ya?*

Tapi karena aku pengen gemuk dan karena ada yang bilang kalau setelah minum obat cacing nantinya bakal bisa gemuk karena cacingnya uda ilang, jadi walau aku takut, tetap nekad minum sambil berdoa dulu dalam hati. Semoga yang diomongin mama gak bener dan cacingnya uda keluar dalam keadaan hancur seperti yang sudah dijanjikan oleh obatnya. 

Dan akhirnya SEMUANYA TERBUKTI BENAR!!! COMBANTRIN-NYA YANG BENAR maksudku. Waktu buang air besar keesokan harinya GAK ADA TUH CACING KLUGET-KLUGET KELUAR DARI PANTAT!! GAK ADA SAMA SEKALI!!! Semuanya kayak biasa.

Oh ya, aku minum saat malam hari, jadi dengan harapan, saat aku tidur sekitar 8-9 jam itu semua cacingnya sudah digilas mati dan ancur lebur badannya. Soalnya ada yang bilang kalau cacingnya keluarnya hidup itu karena waktu minum obatnya berdekatan sama waktu buang air besar jadi obatnya belum sempet ngehancurin cacingnya, gitu. Jadi aku pikir malam adalah saat yang tepat. Kalau sudah tidur kan, gak bakal kebelet BAB tuh, itu kalau aku.

Tapi sayangnya, Combantrin kurang kuat atau mungkin karena cacingku terlalu banyak, jadi yang terbunuh hanya setengahnya saja. Waktu aku test lab lagi ternyata masih ada. Dan akhirnya aku ganti minum Vermox 500 mg sekali minum yang mengandung MEBENDAZOLE yang konon LEBIH KUAT dari Pirantel Pamoat.

Vermox obat kunyah yang manis dan tersedia dalam berbagai varian rasa, dan punyaku kebetulan rasa anggur yang enak banget kayak permen karet Lotte tahun 1990-an. Oh ya, kata dokter gpp minum obat cacing dalam jeda seminggu selama OBATNYA BEDA!!!

Walau udah pengalaman minum Combantrin dan gak terjadi apa-apa tapi tetap aja waktu mau minum Vermox, rasa takut itu masih ada. Apalagi di kemasan Vermox ada tulisan, “Jika infeksi cacing gelang sudah terlalu parah, cacing bisa keluar melalui mulut atau dubur.

Anjiiirrr!! Horornya masih ada. Tapi kemudian aku mikir lagi, kan cacingnya uda kebunuh setengahnya tuh, jadi uda gak parah donk berarti? Well, bermodal nekat sama doa, akhirnya aku minum tuh Vermox di malam hari.

Dan tada, lagi-lagi SEMUANYA TERBUKTI BENAR!!! VERMOX-NYA YANG BENAR maksudku. Waktu buang air besar keesokan harinya GAK ADA CACING KLUGET-KLUGET KELUAR DARI PANTAT!!! GAK ADA CACING KELUAR DARI MULUT, HIDUNG, TELINGA, atau MATA!!! GAK ADA CERITA CACING KELUAR DARI PANTAT DALAM KEADAAN HIDUP TERUS DITARIK SAMPAI PANJANG!!! GAK ADA SAMA SEKALI!!!

Semuanya kayak biasa aja. Cacingnya uda mati, ANCUR LEBUR TANPA SISA!!! Lega deh, terima kasih Tuhan.

NB : Sorry, Capslock Jebol. Ini biar kalian yang merasa takut minum obat cacing gak perlu merasa takut lagi.

Aku sudah buktikan sendiri gak ada yang terjadi. Semuanya fine-fine aja. Semuanya aman terkendali. Jangan dengerin cerita horror yang kalian baca di blog-blog atau komentar-komentar negative di blog tersebut karena FAKTANYA OBAT CACING SEKARANG SUDAH CANGGIH!!! CACING SUDAH MATI DAN UDAH HANCUR TANPA SISA saat dikeluarin dari dalam tubuh. So jangan takut minum obat cacing mulai sekarang.

Dan tolong kalian emak-emak, berhenti menakuti anak-anak kalian seperti mamaku menakutiku, ya! Trauma psikologisnya kebawa sampe gede soalnya. 


Akupun bertekad rutin minum obat cacing setiap 6 bulan sekali mengingat makanan favoritku adalah babi dan aku sama sekali tidak berniat untuk berhenti makan babi (Habis enak sih ^.^) jadi solusinya adalah minum obat cacing aja secara rutin hehehe =)

Inti dari sharing kali ini adalah JANGAN TAKUT MINUM OBAT CACING ya, guys! Trust me, semua cerita horror tentang cacing itu SALAH DAN GAK TERBUKTI BENAR!!! Setidaknya, itu GAK TERJADI PADAKU.

Based On True Story!!!

Liliana Tan

Bebek P*k J*ng**t : Spanduk Yang Menipu. According To : Liliana Tan

Agak melenceng dari tema blog ini, kali ini saya hanya ingin menceritakan uneg-uneg saya alias ketidakpuasan atas pelayanan sebuah Rumah Makan Bebek di daerah Kusuma Bangsa Surabaya. Bagi yang berdomisili di kota Surabaya pasti sudah bisa menebak dong ya Rumah Makan yang saya maksud hehehe =) Tapi bagi yang bukan penduduk kota Surabaya tak ada salahnya ikut menyimak agar apa yang terjadi pada saya, tidak akan menimpa Anda di kemudian hari. JANGAN TERTIPU OLEH SEBUAH SPANDUK PROMOSI !!! Itu yang ingin saya sampaikan di sini !!!

“Bebek P*k J*ng**t : Spanduk Yang Menipu. According To : Liliana Tan”

 Ini yang saya harapkan akan saya makan T___T
 Harusnya ini yang akan saya makan, lengkap sama nasinya T__T

Spanduk Yang Menipu. Well, memang seperti itulah yang saya rasakan, ditipu sebuah spanduk promosi yang dipasang di depan Rumah Makan. Bebek adalah makanan favorit sebagian besar orang Indonesia, termasuk saya. Tentu menemukan menu bebek dengan harga murah meriah adalah sebuah kebahagiaan tersendiri bagi seorang pecinta kuliner Bebek. Bermacam-macam bebek di Surabaya pernah saya coba dan beberapa di antaranya yang menjadi favorit saya adalah : Bebek Papin, Bebek HT, Bebek Cak Sandy yang ada di wilayah SMU Kompleks, Bebek Jiwasraya yang dulunya warungnya dibuka di depan Asuransi Jiwasraya tak jauh dari kantor Jayanata di Jalan Mawar tapi sekarang sudah pindah entah ke mana dan Bebek Sinjay yang pusatnya ada di Madura.

Tapi bebek yang akan saya bahas di sini BUKAN SALAH SATU DI ATAS. Sebenarnya saya sudah tahu tentang Bebek ini sejak lama tapi awalnya Rumah Makan ini hanya menjual Bebek Jumbo dengan harga Rp 25.000 (tanpa nasi) dan Rp 29.000 (dengan nasi). Karena mahal, jadi ya males nyoba hehehe =) Kalau sama mahalnya, saya lebih pilih Bebek HT di Karangempat yang menurut saya lebih enak dan merupakan favorit saya sejak kecil.

Tapi karena baru-baru ini mereka memasang spanduk promosi yang dipajang di depan pagar Rumah Makan berwarna coklat di Jalan Kusuma Bangsa Surabaya yang menjanjikan paket-paket pilihan yang MURAH MERIAH jadinya saya tertarik nyobain.

Spanduk promosi tersebut bertuliskan 4 paket dari 4 macam menu yang berbeda yang menawarkan harga yang sama yaitu : Rp 19.500 
Paket 1 Rp 19.500 : Bebek goreng, nasi putih, Lalapan, Sambel gila, Es Milo/Es Lemon Tea. 
Paket 2 Rp 19.500 : Ayam goreng ¼ ekor, nasi putih, Lalapan, Sambel gila, Es Milo/Es Lemon Tea. 
Paket 3 Rp 19.500 : Lele goreng/Empal goreng, nasi putih, Lalapan, Sambel gila, Es Milo/Es Lemon Tea. 
Paket 4 Rp. 19.500 : Tahu, tempe goreng, Nasi putih, Lalapan, Sambel gila, Es Milo/Es Lemon Tea.

Siang itu saya masuk dengan santainya ke Rumah Makan di Jalan Kusuma Bangsa tersebut. Rumah Makan tersebut kosong melompong, gak ada 1 pengunjungpun dan terlihat mbaknya yang duduk-duduk santai sambil dengerin musik pake Headset. Saya samperin mbaknya dan mulai tanya : 
Liliana : “Mbak, saya mau beli PAKET 1 yang Rp 19.500 ada gak? Bungkus 1 bawa pulang tapi gak pake minumnya.” 
Mbak Bebek : “Oh, ada mbak. Silakan tunggu sebentar,”

Selang hampir 20 menitan nungguin mbaknya keluar sambil bawain bungkusan saya. Tapi dia malah bilang sesuatu yang gak masuk akal. 
Mbak Bebek : “Maaf Mbak, setelah saya lihat ternyata nasinya habis dari kemarin. Jadi ini gak pake nasi ya. Saya tadi lupa bilang kalau nasinya habis,” (Masuk akal gak seh? Masak tadi pagi dia buka dagangan gak nyadar kalau nasinya habis? ) 

Liliana : “Loh kok bisa nasinya habis tapi mbaknya lupa sih? Ya udah, kalau paket lengkap kan Rp 19.500 ya? Kalau cuma bebek doank gak pake nasi dan minum jadinya lebih murah dong?” 
Mbak Bebek : “Bebeknya Rp 25.000 mbk. Saya lupa juga kalau kemarin malem bebek yang buat Paket itu udah habis, adanya yang bebek JUMBO yang Rp 25.000 aja.” 

Liliana : “Hah? Lupa lagi? Mbaknya ini amnesia atau gimana sih? Masak tadi lupa nasinya habis dan sekarang lupa kalau bebeknya habis. Jangan suka ganti menu seenaknya dong mbak. Kalau gak ada ya bilang gak ada sejak awal. Kalau gini kan saya merasa ditipu mentah-mentah. Saya gak minta jumbo malah dikasih jumbo. Pengennya beli yang murah malah dikasih mahal kayak gini,” (Ngamuk dong saya digini’in. Masuk akal gak sih? Masak orang dagang lupa apa yang dijualnya? ) 

Mbak Bebek : “Saya kan lupa mbk. Terus gimana ini? Sudah terlanjur digorengin mbak. Nanti saya dimarahin atasan saya,” (sambil dengan wajah gak enak dan nada yang agak tinggi)

Akhirnya walau dengan kesal dan marah karena merasa DITIPU SPANDUK PROMOSI dan karena gak mau ribut-ribut siang hari, bikin malu, cari musuh, dengan terpaksa saya membayar tuh Bebek Jumbo Rp 25.000 disertai dengan sumpah dalam hati, “Aku gak akan pernah lagi makan bebek sialan penipu ini. Liat aja, nih bebek sialan bakal kumasukin blog biar setidaknya seluruh Surabaya tahu penipuan kalian dan betapa gak profesionalnya kalian,”

Kalau Anda di posisi saya emosi gak tuh? Sebel gak tuh digituin. DITIPU SPANDUK PROMOSI yang dipajang di depan pagar rumah berwarna coklat di Jalan Kusuma Bangsa Surabaya ini. Udah jelas-jelas promosinya Rp 19.500 (paket komplit) tapi saya disuruh bayar Rp 25.000 (HANYA BEBEK) dan yang lebih parahnya lagi, pegawainya seenak jidat mengubah menu yang tadinya PAKET 1 yang MURAH jadi Bebek Jumbo yang mahal dengan alasan LUPA KALAU PAKET 1-nya HABIS BAIK NASI MAUPUN BEBEKNYA. Hadoh, masak sih orang jualan bisa lupa menu yang dijualnya sendiri? 19.500 ??? PALSUUUUUUUUUUUUUUU !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

INI BUKAN MASALAH UANG, tapi masalah konsumen yang merasa tertipu, masalah menu yang diganti seenak jidat dan pegawainya GAK JUJUR bilang kalau PAKETNYA HABIS SEJAK KEMARIN MALAM, mbaknya bilang ada tapi nyatanya gak ada atau emang gak diadain supaya bebek yang mahal laku terjual. Sebaiknya kalau pengen makan bebek, mending cari aja di tempat lain. Setidaknya walau mahal, gak bikin sakit hati T___T

Pokoknya yang pasti, saya gak bakal balik ke sana lagi. Uda terlanjur sebel soalnya dan pengalaman seperti ini gak akan pernah saya lupakan. Bagi Anda yang suka tergiur dengan spanduk-spanduk promosi yang menjanjikan harga murah, sebaiknya berhati-hati sebelum melakukan pemesanan sebelum Anda tertipu seperti saya. Pastikan dulu, bener gak barangnya ada dan pastikan juga kalau menunya gak bakal diganti seenak jidat dengan alasan makanannya habis dan dia lupa jadi menunya diganti gitu aja.

According to : Liliana Tan, konsumen yang tertipu. 
Credit Photos : As Tagged Google (gak sempet memfoto bebek saya sendiri karena sudah terlalu kesal, makanpun sambil dongkol)