Jumat, 24 Februari 2017

First Time Meeting You, Lee Yong Dae – The Badminton Prince from South Korea

Berhubung Djarum Superliga 2017 sedang diadakan di kota kelahiranku yaitu Surabaya, yang tumben-tumbenan nih diadakan di kota lain selain Jakarta, biasanya Jakarta mulu sampe bosen, kan? Jadi, aku ingin membagi pengalaman berharga, istimewa dan membahagiakan bagiku selama turnament bergengsi di tanah air tersebut diadakan di Surabaya. Pengalaman berharga bagiku karena pada akhirnya setelah bertahun-tahun hanya mampu mupeng, iri dan dongkol ngeliat teman-teman badminton lovers lain pamer foto bareng Lee Yong Dae saat INA OPEN diadakan di Jakarta tahun-tahun sebelumnya, akhirnya impianku untuk ketemu langsung dan foto bareng Yong Dae pun kesampaian juga tahun ini, yaitu tepatnya tanggal 22 Februari 2017 lalu di Surabaya. Terima kasih kepada Djarum Superliga khususnya Musica Champion yang telah memboyong Lee Yong Dae ke Surabaya.




Sepertinya tanggal 22 Februari 2017 akan menjadi hari bersejarah bagiku. Kayaknya mungkin ini yang disebut “DREAM COME TRUE” alias mimpi yang jadi kenyataan. Setelah ngefans dengan pemain bulutangkis berwajah tampan yang berasal dari Korea Selatan, Lee Yong Dae selama bertahun-tahun lamanya, tepatnya 9 tahun lamanya sejak pertama kali melihatnya di Beijing Olympic 2008 saat do’i memenangkan Medali Emas Olimpiade Beijing 2008 di sektor Ganda Campuran, akhinya pada tanggal 22 Februari 2017 lalu, penantianku selama 9 tahun terbayar sudah.

First, I wanna say thank you so much to Djarum Superliga 2017, khususnya Tim Musica Champion yang telah memboyong Lee Yong Dae ke Surabaya, Indonesia. Setelah 9 tahun lamanya hanya mampu memendam rasa iri, mupeng dan nyesek dalam hati setiap kali ngeliat temen-temen badminton lovers Jakarta pamer foto bareng Lee Yong Dae di Turnament Indonesia Open tahun-tahun sebelumnya, tahun ini giliranku yang akhirnya sempat merasakan ketemu dengan sang Idola, Lee Yong Dae di kota kelahiranku yaitu Surabaya.


Lee Yong Dae tiba di Bandara International Juanda pada tanggal 18 Februari 2017 dengan menumpang pesawat Garuda dan tiba di terminal T2 Juanda Surabaya pada pukul 10.45 WIB. Kedatangan atlit tampan ini sudah ditunggu kurang lebih sekitar 50 orang fans yang sudah menunggunya sejak jam 9 pagi. Namun sayang, situasi yang awalnya kondusif dan tertib mendadak menjadi rusuh saat tiba-tiba serombongan  ABG tidak mau tertib meminta foto hingga akhirnya terjadi saling dorong dan tarik-menarik hingga membuat Lee Yong Dae akhirnya bersembunyi di toilet.


Djarum Superliga 2017 diadakan di Surabaya pada tanggal 19 Februari – 26 Februari 2017, bertempat di DBL Arena Surabaya. Para atlit yang ikut bertanding ditempatkan di sebuah wilayah hunian eksklusif dan mewah di daerah Surabaya Barat yaitu Ciputra World Surabaya. Sebuah wilayah elite, eksklusif dan High Class yang saling berhubungan satu sama lain antara Hotel, Mall dan Apartement.


Walaupun rencana awalnya ingin menonton pertandingan live di DBL Arena dengan harapan bisa meminta foto bareng Lee Yong Dae sesudah pertandingan, tapi karena seorang teman yang sudah berpengalaman menceritakan suka dan duka selama nonton Live (yang akan dituliskan nanti di bawah artikel ini) maka akhirnya aku memutuskan untuk mengubah rencana menjadi menunggu Lee Yong Dae di Hotel aja hehehe ^.^

Ciputra World Surabaya

Seperti yang penulis katakan, kalau Ciputra World Surabaya adalah wilayah eksklusif, Mewah dan High Class di daerah Surabaya Barat. Umumnya yang berkunjung ke sana adalah para orang kaya seperti nonik-nonik China dan koko-koko ganteng berkulit putih yang bikin minder orang berkulit sawo matang sepertiku yang notabene-nya bukan orang kaya. Tapi demi Yong Dae, ya apa boleh buat deh.

Dan karena mendengar cerita dari beberapa teman di grup Lee Yong Dae yang mengatakan kalau mereka baru saja diusir dari Hotel oleh satpamnya, yasudah, akhirnya rencana berubah lagi dan aku memutuskan untuk menunggu Yong Dae di Mallnya.

 

Kabar burung menyebutkan kalau Yong Dae punya sebuah tempat makan favorite yang selalu dia kunjungi setiap hari karena suka banget ama makanannya, sebuah restoran Jepang bernama Y*s*i*o*a (tidak boleh menyebut merk). Dengan info tersebut akhirnya aku memutuskan untuk menuju ke sana dan menunggu di depan restoran tersebut yang kebetulan memang disediakan banyak tempat duduk di sana.

Sebelumnya, penulis sempat bertanya kepada pramusaji restoran tersebut, “Maaf mbak, apa Lee Yong Dae sudah ke sini hari ini?” *sambil tunjukin foto* dan setelah mendapatkan informasi tentang jam berapa Yong Dae biasa datang untuk makan dsb dari mbak pramusaji tersebut, akhirnya aku memutuskan untuk duduk manis di sana dan menunggu dengan sabar.



Wah...dan ternyata benar. Setelah berharap-harap cemas selama 30 menit lamanya duduk di depan restoran Jepang tersebut, ada kabar lagi dari teman-teman di grup kalau Yong Dae sedang berjalan menuju lokasi di mana penulis stand by sejak tadi. Tak mau berlama-lama, penulis segera berdiri dan berbalik arah mencari Yong Dae yang ternyata sedang berdiri menunggu di sebuah konter minuman C*a*i*e (tidak boleh menyebut merk).

Do’i tampak mengenakan kaos olahraga berwarna merah bertuliskan “Lee YD Musica Champion” di punggungnya, dengan memakai sepatu olahraga berwarna merah, dan memakai celana hitam, Yong Dae tampak sibuk memesan minuman dan dengan sabar menunggu gilirannya. Well, saat itulah akhirnya aku langsung meminta foto yang segera ditanggapi dengan ramah oleh Yong Dae sendiri.


Rasanya seperti mimpi yang jadi nyata saat do’i berdiri di sampingku. Wow...Ternyata Lee Yong Dae 10 kali lipat lebih ganteng, lebih tinggi dan lebih putih dari yang tampak di TV. Jujur deh, aku malu sebenarnya mau posting foto di sini, karena aku merasa gak cantik (edisi SADAR DIRI dan juga bukan orang narcis yang hobi pamer foto di medsos) dan juga sangat imut (kalau gak mau dibilang pendek) saat berdiri di samping Lee Yong Dae.
 
Tapi untuk membuktikan bahwa penulis benar-benar ketemu Lee Yong Dae dan biar gak ada bilang ngibul atau semacamnya, jadi ya terpaksa diposting aja deh tapi wajah penulis terpaksa di blur aja hehehe ^.^ Dari pada kalian tar muntah darah liat penampakan “Handsome (not beauty) and the beast” dan sejumlah makian mengalir ke blog ini karena gak suka liat wajahnya penulis, jadi ya demi kebaikan semua orang, yang penting keliatan Yong Dae-nya aja. Itu aku dan Lee Yong Dae, terserah kalian mau percaya atau nggak.

With Lee Yong Dae. Bonus: Hendra Setiawan

Note : Wajah penulis disamarkan karena memang penulis tidak suka wajahnya diketahui oleh orang-orang di dunia maya. Ditambah lagi penulisnya gak pede dan sadar diri kalau gak cantik hahaha ^.^ Kasian tar readerku pada sakit mata semua xixixi ^.^

Selain aku, juga ada beberapa fans yang datang meminta foto, namun sayang, fans yang meminta foto di akhir-akhir mendapatkan penolakan dari Yong Dae yang menolak dengan mengatakan "No more. No more. Sorry." seraya menundukkan kepalanya meminta maaf dan melambai-lambaikan tangannya menolak (paham kan maksudku kayak gimana?) dan setelah mendapatkan minuman yang dipesannya, do'i langsung kabur setengah berlari balik ke hotel yang langsung terhubung dengan Mallnya.

Oh ya, selain Lee Yong Dae, aku juga gak sengaja bertemu dengan Hendra Setiawan (foto atas) yang kebetulan lewat di depan Food Court saat aku sedang duduk-duduk di sana memutuskan apakah harus tetap ke hotelnya atau menunggu Yong Dae di Mallnya aja. Dan tanpa disangka, Hendra Setiawan lewat depan mata.


Food Court Ciputra World Surabaya...duduk-duduk di sini waktu gak sengaja Hendra Setiawan lewat depan mata hehehe ^.^ Setelah dapetin foto Yong Dae baru deh balik lagi ke sini buat makan.

Walau sejujurnya aku bukan fans Hendra Setiawan, tapi yang terpikirkan saat itu adalah “Karena belum dapat Lee Yong Dae, maka embat aja semua yang lewat depan mata. Siapapun itu, asalkan pemain badminton yang lumayan terkenal dan ganteng, embat aja dah. Dari pada pulang dengan tangan kosong andaikan gak dapet Yong Dae, dapet Hendra Setiawan pun lumayan.” Eh ternyata dapet dua-duanya. Terima kasih, Tuhan. (Ceritanya tuh dapet Hendra dulu, baru Yong Dae belakangan)

Mungkin Tuhan tahu kalau penulis gak bakal ngejar Yong Dae ke Jakarta kalau do’i dateng ke Asian Games tahun depan, jadi dikasih kesempatan sekali langsung dapet deh. Anggap aja ini adalah keberuntungan Fans yang selama ini hanya bisa menatap iri teman-teman di Jakarta yang tiap tahun pamer foto bareng Yong Dae.


Anggap aja keberuntungan ini untuk sekali seumur hidup. Syukur-syukur Lee Yong Dae datang lagi ke Surabaya tahun depan. Tapi kalau nggak pun, nggak masalah juga. Setidaknya aku pernah dapat kesempatan foto bareng sekali, kan? Aku akan mengingat kenangan indah ini dan akan selalu menyimpannya dalam lubuk hatiku yang paling dalam.

Well, bagiku ini cukup untuk dijadikan kenangan indah seumur hidup. Jadi orang jangan serakah, syukuri apa yang ada. Lebih baik dapat 1 kesempatan foto bareng, daripada tidak sama sekali, benarkan? Terima kasih untuk kenangan yang indah ini, walaupun hanya beberapa menit setidaknya pernah ketemu yang namanya idola dari dekat dan bukan hanya memandang dari layar kaca semata. Thank you Lee Yong Dae for coming to my city and taking a picture with me... Hope you will comeback next time, amen... See You again next time (Bila Tuhan mengijinkan...) 

NB : Kabarnya akan ada Meet and Greet with Lee Yong Dae, tapi masih belum ditentukan hari dan jamnya. Bagi fans Lee Yong Dae yang berdomisili di Surabaya, pantengin aja akun IG Djarum : @DjarumBadminton untuk info lebih lanjut.

Regards,

Liliana Tan, 
Memories of 22 Februari 2017

Rabu, 28 Desember 2016

Chapter 8: Where Am I? II (Teaser) Twin Princess 'Anastasia'

Teaser terakhir di blog ini. Sampai jumpa di Novel cetak ya. Itupun kalau ada yang ingin berniat mengoleksi versi cetaknya agar bisa dipeluk. Kalau pengen gratisan karena keuangan terbatas dan ada hal lain yang lebih penting untuk dibeli, cerita lengkapnya tetap bisa dinikmati secara gratis dalam blog milik penulis yang lain yaitu: Liana Land. 


Novel "Anastasia – Princess In Disguise" ini termasuk salah satu pemenang "Wattys Awards 2016" loh. Jadi gak rugi deh dibeli atau dibaca. Happy Reading...



Kerajaan Everla... 
Anastasia membuka matanya perlahan saat menyadari dia berada di sebuah tempat yang sama sekali asing. Dia berbaring di sebuah ranjang yang sangat besar dan empuk, kamarnya sangat besar dan terang dan aroma di kamar itu sangat harum bagaikan berada di sebuah taman bunga. Dengan perlahan Anastasia mencoba duduk di ranjangnya, dia masih mencoba cari tahu apa yang terjadi saat tiba-tiba sebuah suara mengagetkannya.

“Anda sudah sadar, Yang Mulia?” tanya suara itu lembut dan perhatian. Seorang pria muda tampan berambut coklat ikal dengan bola mata berwarna hazel berdiri di samping ranjangnya.

“Jangan panggil aku Yang Mulia. Kalian sudah salah mengenali orang. Sekarang aku ingin pulang.” ujar Anastasia lalu segera bangkit dari ranjangnya dan berjalan pergi dengan menjinjing sepatunya seperti sebelumnya. Tapi pria muda itu terus mengikutinya dan berusaha menghalanginya.

“Jangan ikuti aku! Sudah kubilang aku bukan dia! Aku BUKAN Putri Analiece. Sekarang biarkan aku pergi!” ujar Anastasia kesal. Dia benar-benar harus pulang jika tidak ingin Ibu tirinya menghukumnya.

“Tapi ini adalah rumah Anda, Yang Mulia. Anda ingin pulang ke mana lagi?” tanya pria muda itu khawatir.
“Terserah kau mau percaya atau tidak, yang penting aku harus segera pergi dari sini. Di mana pintu keluarnya?” tanya Anastasia kebingungan saat menyadari tempat ini aangatlah besar.

Namun dia tetap melangkah lurus ke depan hingga tiba di sebuah Aula yang sangat besar. Tahu bahwa dia telah salah masuk ruangan, dia ingin bergegas pergi tapi sesuatu di tengah ruangan menahan langkahnya.

Anastasia melihat ke dinding sebelah kiri aula besar itu, ada sebuah lukisan seorang gadis muda yang sangat cantik dengan rambut pirang dan mata birunya, dengan Gaun berwarna Pink yang sangat indah dan mahkota di kepalanya sedang tersenyum manis dari dalam lukisan.

Anastasia terdiam. Itu rambutnya, itu matanya, itu senyumnya dan itu wajahnya. Tapi bagaimana bisa? Anastasia mendekati lukisan itu, menelusuri setiap lukisan dirinya atau yang dia anggap sebagai dirinya dengan rasa penasaran. Saat matanya menangkap sebuah tulisan di bawah lukisan itu.

Her Royal Highnesses Crown Princess Analiece Elizabeth Windsor. 
“Tidak mungkin. Siapa dia?” gumannya, terlalu keras untuk sebuah gumaman. 
“Itu adalah Anda, Yang Mulia.” jawab si pria muda yang mengikutinya sedari tadi. 
“APA?” lagi, hanya itu kalimat yang mampu keluar dari bibir mungil Anastasia.

Kerajaan Mendroza... 
Analiece terbangun dengan kaget saat seseorang menarik rambutnya dengan kasar. 
“Arrrgghh!” Analiece mengerang sakit saat rambut pirang kesayangannya ditarik dengan kasar oleh seseorang. Dia terbangun spontan dan mendorong siapa pun itu yang telah berani menjambak rambut pirang indah kesayangannya.

“KURANG AJAR! BERANINYA KALIAN MENJAMBAK RAMBUTKU!” raung Analiece murka, memandang penyerangnya dan dia melihat tiga orang wanita jahat yang kemarin membekap mulutnya dan menculiknya sekarang berdiri di hadapannya dengan berkacak pinggang.

“DAN BERANINYA KAU MEMBENTAK KAMI SEKARANG?” jawab Debora dengan kemarahan yang sama.
“Lalu kenapa aku harus takut pada kalian?” tantang Analiece dengan berani. Ini penghinaaan untuknya. Tak pernah ada seorangpun yang berani menjambak rambutnya seperti tadi.

“Sejak kapan kau menjadi begitu berani melawan kami, Annie? Kau sudah melakukan kesalahan besar dengan menghadiri pesta dansa itu tanpa seijin kami, harusnya kau meminta maaf dan berlutut memohon ampun sekarang.” ujar Debora marah.

“Hahaha...Lucu sekali. Seumur hidup ini oranglah yang selalu berlutut padaku, bukan sebaliknya! Kalian tidak tahu siapa aku? Aku adalah Putri Mahkota Analiece dari Kerajaan Everla dan aku adalah tunangan Putra Mahkota William Alvan Philips Mendroza yang itu berarti aku adalah Calon Ratu Mendroza.” ujar Analiece memperkenalkan dirinya.

Tapi ketiga wanita jahat itu hanya melongo mendengarnya lalu tertawa terbahak-bahak sesaat kemudian, “Kau ini bicara apa? Sejak kapan anak yatim piatu yang bahkan tidak tahu siapa ayah kandungnya menjadi seorang Putri Mahkota? Sungguh lucu. Annie, apa kau sudah gila sekarang? Apa kau kecewa karena pada akhirnya Pangeran tidak memilih siapa pun kemarin malam, itu sebabnya kau berkhayal seperti ini?” Lidya bicara sambil tertawa mengejek.

“Anak yatim piatu?” ulang Analiece bingung. 
“Seharusnya ayah tiri kami tak pernah mengadopsimu dari Panti Asuhan St Paulo itu. Mengadopsimu adalah kesalahan terbesarnya.” ujar Lidya lagi.

Sebuah fakta baru terungkap bahwa Anastasia, gadis yang berwajah mirip dengannya itu hanyalah seorang anak angkat yang diadopsi oleh keluarga Lockhart dari sebuah Panti Asuhan bernama St Paulo.

“Tidak usah banyak bicara. Pergi dan siapkan makanan untuk kami sekarang! Lalu bersihkan seluruh rumah, cabut rumput di halaman, bersihkan seluruh jendela dan pintu, dan cuci semua baju kami. Jangan malas!” perintah Debora dengan culas.

“APA? Kalian ingin aku yang melakukannya? Kalian pikir aku pelayan?” jawab Analiece tak percaya. Tak pernah terbayangkan dalam hidupnya, tidak dalam mimpinya yang paling buruk sekalipun, dia akan melakukan itu semua.

“Lalu kau pikir siapa lagi, hah? Kami? Yang benar saja? Kau memang pelayan di sini, bukan lagi Nona Besar! Cepat kerjakan sebelum kami mengusirmu dari sini!” ujar Debora lagi dengan kasar.

“Well, Annie, sayang, jangan lupa kalau kau masih ada di sini karena kebaikanku. Karena jika aku mau, aku bisa menendangmu keluar ke jalanan tepat setelah ayah angkatmu meninggal lima tahun yang lalu. Kau sudah dewasa, kau tidak bisa kembali lagi ke Panti Asuhan itu. Kau juga tak mau tidur di jalanan, kan? Sedang kau tak tahu di mana Ayah kandungmu berada.” ujar Ibu tiri Anastasia, seorang wanita setengah baya dengan sanggul yang tinggi menjulang di kepalanya dan terlihat seperti seorang wanita berkelas.

“Ibu, mungkin Annie sayang lebih suka pergi ke alam baka bersama ibunya.” ujar Lidya dengan jahat. 
“Kalian mengenakan gaun mahal, perhiasan mahal dan berdandan seperti wanita berkelas, tapi kelakuan kalian bahkan lebih buruk dari tikus jalanan.” sergah Analiece dingin dan tegas.

“Jadi seperti ini hidup Anastasia? Ibunya meninggal dan ayahnya entah di mana, lalu dia diadopsi oleh ayah angkatnya yang akhirnya menikah lagi dengan nenek sihir ini dan meninggalkannya dengan ibu tiri dan saudara tiri yang jahat. Ya ampun, Benar-benar seperti kisah Cinderella. Cinderella yang malang.” ujar Analiece dalam hatinya, prihatin.

“Bawa dia keluar, anak-anak. Sepertinya Annie sayang sudah mulai belajar untuk melawan,” perintah Sang Ibu dengan dingin tanpa perasaan.

“Hei, kalian mau apa? Lepaskan aku!” Analiece tersentak kaget saat kedua gadis jahat itu menarik kedua lengannya dan berusaha menyeretnya, dia mencoba memberontak dan melepaskan dirinya, tapi tentu saja, dia takkan sanggup melawan dua orang.

“Cepat siapkan makanan untuk kami!” ujar Debora seraya mendorongnya ke arah dapur dengan keras dan membuat kepala Analiece membentur pinggiran meja makan dengan keras.

“Aaahhh....” Analiece memegangi keningnya yang sakit. 
“Owh, maaf kakak sayang. Siapa suruh jalan tidak hati-hati? Coba kulihat lukamu!” ujar Lidya seraya menjambak rambut pirang Analiece, berpura-pura melihat luka di keningnya.

PLAAAKKK... Sebuah tamparan keras terdengar. Lidya terdorong mundur ke arah kakaknya dengan memegangi pipinya saat Analiece menampar gadis itu keras ketika Lidya menjambak rambutnya.

“Ibu, dia berani menamparku.” raung Lidya pada Ibunya seraya memegangi pipinya yang merah. 
“Sudah kubilang aku bukan Anastasia yang bisa kalian siksa. Aku akan mengingat penghinaan ini seumur hidupku. Aku pastikan kalian tidak akan lepas begitu saja!” ujar Analiece murka. Dia benar-benar sudah kehabisan kesabaran.

PLAAKKK...Tamparan lain terdengar dan Ibu tiri Anastasia menampar Analiece untuk membalaskan sakit hati anaknya. “Pergi kau dari sini! Aku takkan peduli jika kau tinggal di jalanan. CEPAT PERGI!” usirnya marah. Analiece menatap mata wanita itu dengan kemarahan dalam hatinya seraya memegangi pipinya yang merah karena tamparan.

“Aku akan mengingat ini. Aku akan kembali untuk membalas semua ini.” ancamnya dingin lalu berjalan pergi dengan kesal.

“MINGGIR!” serunya kasar pada Debora yang menghalangi jalannya. Dia mendorong Debora dengan kuat dan membuat gadis itu jatuh menabrak ibunya dengan bingung.

“Dia seperti bukan Anastasia. Ada apa dengannya?” tanya Debora bingung. 
“Ibu, jika dia benar-benar pergi, lalu siapa yang akan membersihkan seluruh rumah? Mencuci, memasak, belanja di pasar, dan yang lainnya?” tanya Lidya panik.

“Dia benar-benar berani pergi? Kupikir tadi dia akan berlutut dan menangis agar aku tidak mengusirnya.” jawab sang Ibu lalu berjalan mengikuti Analiece tapi sudah tidak menemukannya di mana pun. Gadis itu merasa sudah cukup.

Dihantui rasa penasaran, Analiece memutuskan pergi ke Panti Asuhan St Paulo untuk mencari tahu lebih banyak tentang Anastasia.

Sebelumnya, dia kembali ke penginapan dan menyadari jika semua pengawalnya sudah tidak ada. 
“Ke mana mereka?” awalnya Analiece terlihat bingung, tapi dia menepis semua itu dan berpikir jika sendiri lebih baik. Itu berarti dia tidak perlu menjelaskan pada Dimitri tentang misinya kali ini.

“Setelah aku menemukan sesuatu tentang Annie, aku akan segera pulang, Ayah.” janji Analiece saat dia mengemasi semua barang-barangnya dan pergi menuju Panti Asuhan itu.

“Aku tak tahu Anastasia yang asli ada di mana, tapi di manapun dia berada, aku berharap dia tidak kembali ke rumah terkutuk itu.” ujar Analiece dalam hatinya, prihatin pada nasib gadis itu.

To be continued....


NOTE : WINNER OF WATTYS AWARDS 2016 for Category “Hidden Gems” alias “Permata Yang Tersembunyi (Cerita Kurang Dikenal)". 

<<<< Update 2026: Cerita Lengkap bisa dibaca di blog Liana Land karena penulis TIDAK BEKERJA SAMA LAGI dengan PENERBIT DIANDRA! Jika Pihak Diandra masih menjual secara sepihak, sudah dipastikan mereka melakukan tindak pidana pencurian Hak Cipta! >>>>>>

~~~~~

* Promo Akhir Tahun 2016 E-Book Version Only IDR 11 Ribu by Penerbit Diandra: 
Hai hai hai... Bagi yang suka dengan cerita Anastasia – Princess In Disguise, yang kantongnya bolong tapi pengen ngebaca kelanjutannya, ada promo besar nih di akhir tahun. Tapi hanya berlaku untuk E-Book ya. Dari yang awalnya seharga Rp 55.000 sekarang hanya jadi Rp 11.000 loh. Tunggu apalagi? Yuk buruan dibeli mumpung lagi ada promo nih.

 Harga Asli : 55.000
 Harga Promo : IDR 11.000

Tinggal buka Google Play/Play Store lalu ketik nama “Liliana Tan” ==> Pilih “Judulnya” ==> Lalu klik “Beli” dan anda bisa memilih membayar dengan Debet/Kredit/potong pulsa.

Note : Promo HANYA BERLAKU sejak bulan November hingga Desember 2016 !!!
Terima kasih

Chapter 7 : Putri Yang Tertukar II (Teaser) Twin Princess 'Anastasia'

Mulailah kisah Sang Putri Yang Tertukar. Wah, dua orang gadis berwajah mirip barada di satu tempat yang sama. Wah, wah, wah, bakal timbul kesalahpahaman nih. Gimana ya kisah si gadis kembar Anastasia dan Analiece ini? Ada yang penasaran gak? 

New Cover 2026

Novel "Anastasia – Princess In Disguise" ini termasuk salah satu pemenang Wattys Awards 2016 loh. Bagi kalian yang gak sempet mengoleksi versi novel cetaknya, kini bisa dibaca secara lengkap di blog milik penulis yang lainnya yaitu: Liana Land. Happy Reading...



Arthur berkeliling di seluruh aula mencari gadis berkostum Malaikat yang sudah menarik hatinya, tapi dia tidak menemukannya di mana pun juga. Namun tiba-tiba ekor matanya menangkap siluet seorang gadis berambut pirang panjang dan memiliki bentuk tubuh yang mirip dengan gadis yang dicarinya. Hanya satu yang membuatnya tak yakin, yaitu warna gaunnya.

“Pink? Bukankah tadi dia mengenakan warna putih dengan sayap di punggungnya?” ujar Arthur dalam hati.

Tapi diam-diam tetap mengikuti gadis itu. Dia melihat gadis itu berjalan dengan terburu-buru di antara para tamu yang hadir dan tak sengaja menabrak seorang pelayan yang membawa nampan.

“Maaf.” ujarnya lirih, dan mengundang tatapan kaget dari para tamu yang lain. Tanpa disadari Arthur, tak hanya dia yang mengawasi sosok itu tapi juga tiga orang wanita yang berdiri di kerumunan para tamu.

“Ibu, itu Annie!” erang Debora Carden geram bercampur kaget. 
“Benar. Itu suaranya! Aku yakin sekali. Dan rambut pirang menyebalkan itu adalah rambutnya. Kenapa dia bisa ada di sini?” ujar Lidya Carden tak kalah kesal.

“Dari mana dia mendapatkan gaun pink yang indah itu?” tanya Ibunya ikut bingung. 
“Ibu, bagaimana jika Pangeran Kedua melihatnya lalu menjadikannya istri?” Debora Carden berseru panik pada ibunya.

“Kalau begitu kita harus membawanya pulang dengan paksa. Dia tak boleh terlihat oleh Pangeran Kedua,” ujar Sang Ibu lalu berjalan mengikuti si gadis bergaun pink yang berjalan ke arah pintu depan aula.

“Aduh, di mana Dimitri? Sepatu ini membuat kakiku sakit. Aku harus kembali ke kereta kudaku dan menggantinya dengan yang baru.” ujar gadis bergaun pink itu dengan kesal. Dia Analiece, Sang Putri Everla.

Analiece berjalan cepat tanpa tahu bahwa ada tiga pasang kaki yang diam-diam mengikutinya berjalan ke arah kereta kudanya yang diparkirkan cukup jauh dari pintu depan Istana.

Well, well... Apa kau sedang ingin bermain menjadi Cinderella, Anastasia sayang?” sindir seorang wanita setengah baya pada Analiece.

Analiece memutar tubuhnya dan memandang bingung tiga orang wanita yang kini berdiri di hadapannya. 
“Kalian siapa? Apa kalian bicara padaku?” tanyanya bingung seraya menuding dirinya sendiri.
“Lihat, Ibu! Dia bersikap seolah tidak mengenali kita. Hebat sekali, Anastasia. Apa kau sudah bertemu Pangeranmu?” sindir Debora Carden tajam.

“APA? ANASTASIA?” ulang Analiece. 
Siapa itu Anastasia? Kenapa mereka memanggilnya Anastasia? 

“Kau harus pulang, kakak sayang. Tidak baik berada di luar rumah malam-malam begini, benarkan Ibu?” ujar Lidya Carden seraya menoleh pada Ibunya yang segera mengeluarkan saputangan dari dalam tas mungilnya.

Wanita itu berjalan mendekati Analiece dan membekap mulutnya, gadis itu berontak sesaat namun beberapa menit kemudian terjatuh lemas karena serangan obat bius yang menyerangnya.

*****
    
Analiece terbangun bingung saat menyadari dirinya berada di sebuah kamar yang sempit, berdebu, dan sangat suram dengan ranjang yang sangat kecil dan keras.

“Di mana aku? Kenapa gelap sekali?” tanyanya bingung seraya mengamati keadaan di sekeliling kamar itu. Tak ada penerangan yang layak di kamar itu selain sebuah lampu kecil di atas tempat tidur dan dari jendela kecil yang ada di sebelah kiri kamar itu. Jendela yang bahkan mungkin hanya cukup dimasuki oleh seekor tikus.

Lalu dia melihat sebuah lemari di sebelah kanan tempat tidur dan sebuah meja rias yang lagi-lagi sangat mungil. Dengan bingung dia melangkah ke arah lemari hanya untuk menemukan beberapa baju yang terlihat sangat tidak layak. Warnanya sudah kusam, bau apek lemari mendominasi, serta banyak sekali tambalan di sana-sini. Singkat kata, gaun itu hanya cocok dikenakan oleh pengemis di pinggir jalan.

Analiece melangkah ke arah pintu dan mulai membukanya tapi pintu itu sudah terkunci dari luar. “Hei, lepaskan aku! Aku bukan Anastasia atau siapapun lah namanya. Kalian salah menangkap orang. Aku adalah Putri Mahkota Analiece dari Kerajaan Everla, beraninya kalian menangkapku seperti ini!” teriaknya keras, namun tak ada reaksi.

Tentu saja. Ibu tiri dan kedua saudara tiri Anastasia pasti segera kembali ke pesta dansa itu setelah mengurung Anastasia atau yang mereka kira Anastasia.

Lelah berteriak, akhirnya Analiece memutuskan untuk duduk sejenak di kursi kecil yang ada di depan meja rias itu saat matanya menangkap sesuatu yang membuatnya tak percaya.

Dia melihat sebuah foto seorang gadis cantik berambut pirang dan bermata biru yang mirip dengannya, tersenyum dari dalam foto itu. Itu matanya, rambutnya, hidungnya, alisnya. Singkat kata itu adalah wajahnya. Hanya saja gaun yang dikenakan gadis dalam foto itu terlihat sangat lusuh dan banyak tambalan di mana-mana. Analiece tertegun sesaat. TIDAK. Bagaimana bisa? Siapa dia?

Bingung dan penasaran. Analiece segera membongkar semua laci di meja rias itu untuk mencari sesuatu, entah apa itu, yang bisa memberinya sebuah jawaban. Dan akhirnya pencariannya terjawab saat dia melihat sebuah tanda pengenal ada di dalam laci sebelah kanan meja riasnya.
 
Anastasia Catherine Maunbatten Lockhart.” bacanya di kartu tanda pengenal itu dengan terkejut. Lebih terkejut lagi saat mengetahui bahwa gadis yang berwajah mirip dengannya itu lahir di hari, bulan dan tahun yang sama dengannya. “TIDAK MUNGKIN!” hanya itu kalimat yang mampu dia ucapkan.

*****
    
Anastasia sedang berjalan tergesa-gesa menuju rumahnya seraya mengangkat gaun putihnya dan sebelah tangannya menjinjing sepatu high heels yang semalam dikenakannya, berharap dengan bertelanjang kaki dia akan lebih mudah berjalan atau bahkan berlari.

Dia sudah membayangkan jika Ibu tirinya pasti akan memarahinya dan menghukumnya dengan berat jika mengetahui bahwa dia diam-diam menghadiri Pesta Dansa Istana dan bahkan menginap di Istana itu bersama seorang pria tidak dikenal, walaupun tidak terjadi apa pun di antara mereka.

Saat itu masih dini hari, matahari belum menampakkan sinarnya. Masih ada beberapa jam sebelum dia tertangkap basah tidak pulang ke rumah. Demi agar cepat sampai ke rumahnya, Anastasia memilih melewati jalan pintas yang melewati sebuah perkampungan kecil yang terletak bersebelahan dengan sebuah hutan di sebelah selatan perkampungan. Tanpa menyadari bahwa ada beberapa pasang mata yang sedari tadi setia mengawasinya.

“Itu Putri Mahkota Analiece!” Anastasia mendengar teriakan seorang pria yang berada tidak jauh di belakangnya, tapi dia memilih mengabaikannya karena merasa panggilan itu bukan untuknya.

Namun dia salah, derap langkah kaki itu semakin mendekat ke arahnya disertai seruan, “Putri Mahkota Analiece, sekarang saatnya Anda pulang!” ujar pria berseragam biru dan hitam yang terlihat seperti seorang pengawal.

“APA?” hanya itu kalimat yang mampu terucap dari bibir Anastasia yang kebingungan, saat tiba-tiba sekelompok pria tidak dikenal mendadak muncul di hadapannya dan mengepungnya, membuatnya tak mampu melangkah ke mana- mana.

“Tuan, aku tak ada waktu berurusan denganmu. Jika aku tidak segera pulang, Ibu tiriku pasti akan menghukumku. Tolonglah! Dia tidak boleh tahu jika semalaman aku tidak ada di rumah.” pinta Anastasia memelas, tapi sekumpulan orang itu justru berjalan lebih dekat ke arahnya. 

My Apologize, Your Highnesses. Tapi Yang Mulia Raja berpesan jika Anda tak ingin pulang, kami berhak memaksa Anda.” jawab si pengawal yang berdiri di hadapannya seraya membekap mulutnya, lalu sedetik kemudian Anastasia merasa tubuhnya sangat lemas.

To be continued... 


NOTE : WINNER OF WATTYS AWARDS 2016 for Category “Hidden Gems” alias “Permata Yang Tersembunyi (Cerita Kurang Dikenal)". 

<<<< Update 2026: Cerita Lengkap bisa dibaca di blog Liana Land karena penulis TIDAK BEKERJA SAMA LAGI dengan PENERBIT DIANDRA! Jika Pihak Diandra masih menjual secara sepihak, sudah dipastikan mereka melakukan tindak pidana pencurian Hak Cipta! >>>>>>

~~~~~~

* Promo Akhir Tahun 2016 E-Book Version Only IDR 11 Ribu by Penerbit Diandra :
Hai hai hai... Bagi yang suka dengan cerita Anastasia – Princess In Disguise, yang kantongnya bolong tapi pengen ngebaca kelanjutannya, ada promo besar nih di akhir tahun. Tapi hanya berlaku untuk E-Book ya. Dari yang awalnya seharga Rp 55.000 sekarang hanya jadi Rp 11.000 loh. Tunggu apalagi? Yuk buruan dibeli mumpung lagi ada promo nih.
 
 Harga Asli : IDR 55.000
 Harga Promo : IDR 11.000

Tinggal buka Google Play/Play Store lalu ketik nama “Liliana Tan” ==> Pilih “Judulnya” ==> Lalu klik “Beli” dan anda bisa memilih membayar dengan Debet/Kredit/potong pulsa.

Note : Promo HANYA BERLAKU sejak bulan November hingga Desember 2016 !!!

Terima kasih