Jumat, 25 September 2026

Panduan Wisata bagi yang pertama kali jalan-jalan ke Singapura

Jujur, sebenarnya postingan ini pertama kali diposting pada tahun 2014 dalam blog "Asian Stars", dengan judul "Wonderful Summer Vacation @ Singapore, The City Of Lion", namun karena pada tanggal 7 Agustus 2026 lalu blog "Asian Stars" menjadi sasaran dihapus massal akibat kesalahan sistem Google jadi walaupun saat ini sudah kembali dipulihkan, aku masih merasa tidak aman dan takut sewaktu-waktu Google akan melalukan kesalahan yang sama lagi. Karena sepertinya yang menjadi korban dihapus massal adalah blog dengan jutaan pengunjung.

Jadi untuk berjaga-jaga, aku memutuskan, saat aku ada waktu, aku akan memindahkan satu demi satu postingan di "Asian Stars" ke blogku yang lain agar aku memiliki back up, termasuk postingan tentang perjalanan pertamaku ke negeri Singa, Singapura ini. Aslinya sih repost namun dengan mengubah susunan kalimatnya agar tidak terlacak DMCA sebagai plagiatisme tapi intinya tetap sama.

Oke, seperti yang kukatakan kalau di postingan ini aku akan menceritakan tentang pengalaman pertamaku saat jalan-jalan ke Singapura tahun 2014 silam. Karena pengalaman pertama jadi wajib diposting, kalau yang berikutnya uda gak perlu diposting lagi karena uda hapal rute dan tempat-tempat wisata di sana. Namun berbeda dengan di "
Asian Stars", di postingan yang ini aku akan menambahkan rute, transportasi dan cara menuju ke berbagai tempat wisata di Singapura berdasarkan itinerary-ku saat itu.



Siapa yang tidak mengenal negara Singapura? Singapura adalah sebuah negara kecil yang maju yang berada di Asia Tenggara. Singapura adalah salah satu negara tetangga terdekat dari Indonesia. Karena lokasi geografisnya yang sangat dekat dari Indonesia inilah, Singapura kerapkali menjadi tujuan favorit wisata bagi wisatawan asal Indonesia, termasuk aku.

Pertama kali mengunjungi Singapura adalah saat aku tak sengaja melihat promo paket 
backpacker murah dari salah satu travel agent yang tak sengaja kubaca di internet. Karena penasaran, aku iseng-iseng bertanya tentang kebenaran harga paketnya, takutnya cuma hoax. Termasuk tiket pesawat PP, penginapan, makan, dsb, lalu ke mana saja itinerary-nya, dan bisakah aku terbang dari Bandara Juanda Surabaya dan segala hal lainnya.



Setelah dirasa semuanya memenuhi ekspektasiku, aku pun sengaja memilih tanggal di mana tanggal tersebut bukanlah Hari Libur Nasional atau Internasional, untuk menghindari terjadinya lonjakan wisatawan yang akan menyulitkanku untuk berjalan-jalan dan menghalangiku dengan leluasa mengambil foto atau video di lokasi wisata.

Selain itu karena tahu kalau harga paket tour di hari biasa (BUKAN PEAK SEASON) memang lebih murah dibandingkan dengan masa-masa liburan, apalagi hari libur internasional seperti Hari Natal dan Tahun Baru yang sudah umum diketahui harganya sudah pasti lebih mahal dikarenakan lonjakan wisatawan saat Holiday Season. Seperti yang kita ketahui kalau harga
tour yang jauh lebih  murah tersebut karena berkaitan dengan harga tiket pesawat dan penginapan yang ikutan murah. 


Menurutku harga tiket pesawat 2,2 juta sekian Pulang/Pergi yang artinya 2 kali naik pesawat itu sudah murah sih, ya. Apalagi maskapainya
JetStar, bukan Air Asia yang sering jatoh. Ya selain karena bukan holiday season. Jadi setelah memilih tanggal yang "aman", aku pun mengajukan ijin libur satu hari untuk hari senin mengingat hari sabtunya memang kantor libur.

Selama 3 hari 2 malam, lebih tepatnya hari Sabtu-Senin, tanggal 6–8 September 2014, bersama dengan rombongan Tour “
Backpacker Wisata” yang dipimpin oleh Om Dav selaku pemandu tour utama, dan Mas Asep selaku asisten pemandu tour, aku menikmati liburan musim panas yang sangat berkesan dan sulit dilupakan.


Om Dav, pria gendut dan botak di foto, selaku pimpinan rombongan tour.

Thank you Backpacker Wisata, thank you Singapore for the beautiful Memories
. Berikut ini aku akan menceritakan pengalaman liburanku selama berada di Singapura. Now, we can fly...


Mas Asep, yang pake baju hitam tanpa jaket, selaku asisten rombongan tour.

Sebagai negara tujuan wisata terfavorit di Asia Tenggara, Singapura memiliki banyak sekali obyek wisata yang indah yang umumnya menjadi lokasi tujuan wisata para wisatawan yang berkunjung kesana. Dengan segala kelebihannya, Singapore telah menjadi salah satu tujuan wisata yang menarik untuk dikunjungi.

Berikut ini adalah 24 obyek wisata di Singapura yang paling menarik :
1. Merlion Park.
2. Universal Studios Singapore.
3. Sentosa Islands
4. Orchard Road.
5. Bugis Street.
6. China Town.
7. Little India atau Mustafa
8. Marina Bay Sands.
9. Garden By The Bay
10. Arab Street.
11. Haw Par Villa.
12. Raffles Landing Site.
13. Esplanade
14. Singapore Flyer.
15. Henderson Waves Bridge
16. Helix Bridge
17. Art Science Museum.
18. Singapore Botanical Gardens.
19. Singapore River.
20. Singapore Zoo.
21. Jurong Bird Park.
22. St. Andrew’s Cathedral.
23. Singapore Flight Experience.
24. Masjid Sultan.

Tapi sayangnya karena keterbatasan waktu, para peserta tour hanya sempat mengunjungi 8 lokasi wisata teratas dalam daftar.

Singapore Day 1:
Bandara Internasional Juanda Terminal 2, Surabaya => Changi Airport Terminal 1, Singapura.




Berangkat dari Bandara Internasional Juanda Surabaya pada pukul 13.15 siang dan tiba di Changi Airport dengan selamat menggunakan maskapai Jetstar dari Value Air, sekitar pukul 16.30 sore waktu setempat di Terminal 1, aku langsung menuju bagian Imigrasi Airport untuk menyerahkan dokumen Imigrasi yang sudah disediakan sebelumnya di dalam pesawat.



Setelah melalui serangkaian pemeriksaan, aku segera menuju pintu keluar di mana tourist guide kami, Mas Asep sudah menunggu.

Kemudian kami segera diantarkan menuju Mercury Hostel tempat kami menginap selama 3 hari 2 malam di Singapura. Dengan menaiki MRT dan melewati sekitar 7 kali pemberhentian kereta yaitu : Tanah Merah, Bedok, Kembangan, Eunos, Paya Lebar, Aljunied, Kallang, hingga akhirnya kami tiba di Lavender Rd pada pemberhentian yang ke-8.


Transportasi dari Changi Airport Terminal 1 ke Mercury Backpackers Hostel :
Mercury Backpackers Hostel berlokasi di area Lavender Street, tepatnya di 57/7 Hamilton Road, sehingga cara termudah dan paling hemat adalah menggunakan kombinasi MRT (Mass Rapid Transit).

Rute Menggunakan MRT (Termurah & Cepat) dari Terminal 1 Changi Airport ke Mercury Backpacker Hostel:
* Dari Terminal 1 ke Stasiun MRT Changi Airport:
Ikuti petunjuk arah ke Terminal 2 atau Terminal 3, lalu naik Skytrain gratis menuju Stasiun MRT Changi Airport (CG2) yang berada di basement.

* Naik Kereta ke Arah Tanah Merah:
Naik MRT dari stasiun Changi Airport (CG2) dan turun di stasiun Tanah Merah (EW4) (perjalanan sekitar 5–6 menit)

* Transit ke East-West Line:
Keluar kereta di Tanah Merah, lalu pindah peron ke kereta jurusan Joo Koon/Tuas Link (East-West Line).

* Turun di Stasiun Lavender (EW11):
Tetap di kereta tersebut sampai Anda tiba di Stasiun Lavender (EW11). Total waktu di kereta sekitar 20–25 menit. Biaya sekitar SGD 2.11.

* Jalan Kaki ke Hostel:
Keluar dari Stasiun Lavender (sekitar 300–500 meter atau 5 menit jalan kaki) menuju arah Hamilton Road/Lavender Street tempat Mercury Backpackers' Hostel berada.

Mercury Backpackers' Hostel.
Hostel kami, Mercury Hostel adalah sebuah penginapan kecil yang terletak di pinggir jalan Lavender Rd di mana di seberang jalan penginapan terdapat halte bus yang akan mengantar kami ke semua tempat wisata.


Lokasi penginapan tersebut bisa dibilang memang sangat strategis karena terletak di tengah kota Singapura, dan berada tepat di seberang halte bus. Tak hanya halte bus, namun juga dekat dengan stasiun MRT terdekat yang bisa ditempuh dengan hanya 5 menit berjalan kaki.


Halte bus tepat di seberang Mercury Hostel.
Kalau tidak berani menyeberang, bisa menggunakan MRT.

Lokasi: Area Lavender Street, tepatnya di 57/7 Hamilton Road, Singapore 338714.
Akses MRT terdekat:
Berada di sekitar area Lavender MRT Station dan Bendemeer MRT Station (sekitar 5 menit jalan kaki)
Tempat terdekat:
Berdekatan dengan Jalan Besar Stadium serta pusat perbelanjaan 24 jam Mustafa Centre.




Shopping at Bugis Street Shopping District and Visiting Marina Bay Sands and Garden By The Bay.
Hari pertama di Singapura sempat diwarnai insiden yang tak terduga, saat aku bersama ke-3 temanku yang lain harus tertinggal rombongan tour dan terpaksa berangkat sendiri ke Marina Bay Sands menyusul rombongan tour yang lain. Adanya kesalahan komunikasi dengan pemandu tour mau tidak mau membuat kami tertinggal, tapi dangan bermodal nekat dan sebuah peta akhirnya kami berhasil menyusul ke Marina Bay Sands dan Garden By The Bay.


1. Marina Bay Sands.
Marina Bay Sands adalah sebuah pusat hiburan dan resort terpadu yang dibuka sejak tahun 2010. Penampilan visual bangunan Marina Bay Sands sangatlah unik dan tak ada duanya di dunia dengan 3 gedung utama yang dihubungkan dengan bangunan berbentuk kapal di atasnya.


The Shopes At Marina Bay

Marina Bay Sands memiliki ribuan kamar hotel, kasino, teater, ruang kesenian, restoran, klub malam, taman, hingga mall mewah dan lain-lain, semuanya dalam satu lokasi.

Setelah sempat tertinggal rombongan tour, akhirnya aku dan ketiga temanku berhasil menyusul ke Marina Bay Sands. Saat itu para peserta tour sudah berada di dalam pusat perbelanjaan "The Shoppes At Marina Bay Sands" (yang cewek sibuk shopping dan yang cowok masuk ke kasinonya) dan setelah berjalan-jalan sebentar sekaligus mencari rombongan tour lainnya, akhirnya kami sepakat untuk bertemu di luar mall saja mengingat lokasi tersebut lebih mudah dilihat dan ditemukan daripada menunggu di salah satu toko tertentu.


Di sinilah kami menunggu rombongan tour.

Transportasi dari Mercury ke Garden By The Bay dan Marina Bay Sands :
Perjalanan dari Mercury Backpackers' Hostel (di Lavender Street, Singapura) ke Marina Bay Sands dan Gardens by the Bay dapat ditempuh dengan sangat mudah menggunakan transportasi publik karena lokasinya yang strategis dan dekat dengan stasiun MRT.

Pilihan 1: Menggunakan MRT (Paling Cepat & Praktis)
Pilihan ini memakan waktu sekitar 15–20 menit dan bebas macet.
* Berjalan kaki ke Stasiun MRT Lavender:
Keluar dari hostel dan berjalan kaki sekitar 3–5 menit menuju Stasiun MRT Lavender (EW11).
* Naik MRT Jalur Hijau (East West Line):
Naik kereta ke arah Tuas Link dan turun di Stasiun MRT Bugis (EW12) (hanya berjarak 1 stasiun).
* Transit ke Jalur Biru (Downtown Line):
Di Stasiun Bugis, ikuti papan petunjuk arah untuk pindah ke Downtown Line.
* Turun di Stasiun MRT Bayfront (DT16):
Naik kereta ke arah Expo dan turun di Stasiun MRT Bayfront.
* Berjalan ke Gardens by the Bay:
Keluar melalui Exit B dan ikuti terowongan bawah tanah yang langsung terhubung ke area luar Gardens by the Bay.

Pilihan 2: Menggunakan Bus Umum.
Jika Anda ingin menikmati pemandangan kota di sepanjang jalan, Anda bisa menggunakan bus dengan waktu tempuh sekitar 25–30 menit.
* Berjalan ke Halte Bus:
Jalan kaki menuju halte terdekat, yaitu After Allenby Road (Halte 07319) yang terletak persis di seberang hostel.
* Naik Bus Nomor 133:
Naik bus nomor 133 langsung menuju ke area Marina Bay.
* Turun di Marina Bay Sands:
Turun di halte Marina Bay Sands Theatre (Halte 03501) atau After Bayfront Station Exit E (Halte 03511)
* Berjalan kaki:
Dari sana, kalian tinggal menyeberang melalui jembatan layang Lions Bridge yang terhubung langsung dari Marina Bay Sands menuju Gardens by the Bay.


2. Gardens By The Bay.
Gardens by The Bay adalah sebuah taman unik yang berada di sekitar Marina Bay Sands. Seperti selayaknya taman, Gardens by The Bay mempunyai banyak pohon dan tumbuhan hijau, yang membuat unik adalah di sini kalian dapat menemukan beberapa pohon buatan raksasa.

Pohon-pohon buatan ini terbuat dari baja dan berfungsi untuk menampung air hujan dan juga menampung energi matahari. Pada malam hari, lampu yang dipasang di pohon buatan setinggi gedung bertingkat 16 ini akan menyala, sehingga menjadi sangat indah.


Untuk berkeliling di area ini tidak dikenakan biaya, namun bila kamu ingin naik dan berjalan-jalan di jembatan yang menghubungkan pohon-pohon buatan ini, kamu harus membeli tiket seharga kira-kira 50.000 Rupiah. Selain itu, di area ini terdapat juga Cloud Forest dan Flower Dome yang merupakan tempat konservatori tanaman dan bunga dengan harga tiket sekitar 350.000 Rupiah.


Setelah akhirnya bertemu kembali dengan rombongan tour, setelah sebelumnya sempat ketinggalan, perjalanan pun dilanjutkan ke Bugis Street. Sebuah kawasan belanja murah agar bisa membeli oleh-oleh untuk keluarga.

Transportasi dari Garden By The Bay dan Marina Bay Sands ke Bugis Street:
Cara paling mudah dan cepat dari Gardens by the Bay ke Bugis Street adalah dengan menggunakan MRT (Mass Rapid Transit) atau Bus umum.

Pilihan 1: Menggunakan MRT (Paling Praktis):
1. Dari stasiun Gardens by the Bay (TE22):
Naik Thomson–East Coast Line menuju arah Bayshore/Woodlands (tergantung posisi), lalu pindah jalur atau naik dari stasiun terdekat seperti Bayfront (CE1/DT16) jika Anda berada di area Flower Dome/Supertree.

2. Alternatif rute langsung dari Stasiun MRT Gardens by the Bay:
Naik jalur Thomson-East Coast Line turun di Marina Bay, pindah ke North-South Line turun di City Hall, lalu pindah ke East-West Line dan turun langsung di Stasiun Bugis (EW12).

Perkiraan tarif : Sekitar $1 hingga $2.
Waktu Tempuh: Sekitar 10 hingga 20 menit perjalanan.

Pilihan 2 : Naik Bus (Tanpa Transit/Ganti Kereta):
1. Berjalan kaki ke halte bus di sekitar Marina Bay Sands (misalnya dari Aft Bayfront Stn Exit E).
2. Naik bus umum nomor 106 atau layanan lain yang menuju ke area Victoria Street, dekat Bugis Station (seperti turun di halte dekat Bugis Stn Exit A).

Perkiraan tarif : Sekitar $1.
Waktu Tempuh: Sekitar 12 hingga 15 menit.

3. Bugis Street Shopping District.
Bugis Street adalah sebuah jalan di Singapura yang terkenal dengan wisata belanjanya. Bugis Street adalah tempat wisata belanja jalanan yang terbesar di Singapura. Berbeda dengan Orchard Road yang menawarkan pengalaman belanja mewah, Bugis Street menawarkan pengalaman wisata belanja murah ala jalanan. Biasanya Bugis Street adalah tempat wisatawan berburu oleh-oleh murah di Singapura.




Sangat mudah sekali mencapai Bugis Street, kamu hanya perlu menaiki MRT dan turun di stasiun Bugis. Lokasi Bugis Street hanya sekitar 50 meter dari stasiun Bugis.

Berikut ini adalah oleh-oleh yang kubeli di Bugis untuk keluarga dan teman-teman :


Gantungan Kunci sebanyak 25 biji seharga 10 dollar.

Kaos putih bertuliskan “Singapore” sebanyak 4 buah seharga 10 dollar.

Tas besar bertuliskan “Singapore” sebanyak 3 buah seharga 10 dollar, untukku, mama dan jiejie.

Kaos untuk Mama sebanyak 2 buah, masing-masing seharga 12 dollar.

Kaos untuk Papa sebanyak 2 buah, masing-masing seharga 15 dollar.

Kembali dari Bugis Street ke Mercury Backpacker Hostel:
Perjalanan dari area Bugis Street ke Mercury Backpackers Hostel (berlokasi di 57 Lavender Street) dapat ditempuh dengan berjalan kaki atau menggunakan MRT/bus.

Pilihan 1 : Berjalan Kaki.
Estimasi Waktu: Sekitar 10–12 menit.
Rute: Dari kawasan belanja Bugis Street, berjalanlah ke arah utara menuju Jalan Lavender (Lavender Street) melewati area Kampong Glam/Jalan Sultan jika ingin menikmati suasana kota. Alamat tujuan berada di nomor 57 Lavender Street.


Pilihan 2: Naik MRT.
Stasiun Asal: Stasiun MRT Bugis (EW12/DT14).
Stasiun Tujuan: Stasiun MRT Lavender (EW11).

Cara:
* Naik MRT dari Stasiun Bugis ke arah Joo Koon/Tuas Link (East-West Line) atau langsung turun di stasiun berikutnya, yaitu Stasiun Lavender.
* Dari pintu keluar stasiun Lavender, hostel berjarak sekitar 300 meter berjalan kaki.
Tarif : Sekitar SGD 1,00 – SGD 2,00 (Rp12.000 – Rp24.000).



Singapore Day 2: Having Fun in Universal Studios Singapore, Sentosa Islands and Shopping at China Town, Orchard and Mustafa.
Finally, the Sunday morning is coming. Universal Studios Singapore is our next destination hehehe =) Setelah makan pagi dengan sarapan yang diberikan oleh pihak tour dan secangkir kopi (yang ini bikin sendiri), kami melanjutkan perjalanan tour kami ke Sentosa Island dan Universal Studios Singapore.

1. Sentosa Islands.
Sentosa Island adalah sebuah tempat wisata di Singapura yang lengkap, namun tidak menyatu dengan pulau utama Singapura, melainkan berada di pulau yang terpisah. Banyak cara untuk mencapai Sentosa Island, yang paling menarik adalah dengan menggunakan kereta gantung karena kamu juga dapat menikmati pemandangan kota Singapura dari ketinggian.


Namun menaiki kereta gantung memang cukup mahal, yaitu sekitar 33 dollar atau kurang lebih 300.000 Rupiah, walau menaiki kereta gantung dapat memberikan pengalaman yang menarik untukmu. Namun kami memilih menggunakan bus untuk sampai ke tempat itu.

Yang bisa kalian temukan di Sentosa Island adalah pantai, hotel, spa, restoran, tempat belanja, taman, tempat bermain golf, berbagai macam atraksi hiburan, kasino, hingga Universal Studios Singapore pun ada di pulau ini.




Di sini, tak jauh dari patung Merlion Sentosa, ada counter KFC dan karena saat pagi aku hanya sarapan sedikit saja karena dikejar waktu dan takut ketinggalan rombongan tour lagi, aku pun memutuskan untuk membeli paket burger, kentang dan pepsi di sini, namun harga KFC di sini sangat mahal, aku mengeluarkan uang 8 dollar hanya untuk kentang, burger dan pepsi-nya. Aku tidak menyarankanmu untuk membeli makanan or minuman di sini karena harganya yang begitu mahal. Maklumlah karena lokasi wisata.





Transportasi dari Mercury Hostel ke Universal Studio Singapore dan Sentosa Island:
Untuk menuju Universal Studios Singapore di Sentosa paling praktis menggunakan kombinasi MRT dan monorel Sentosa Express.

Panduan Rute Perjalanan.
A. Naik MRT.
* Jalan kaki ke Stasiun MRT:
Dari hostel, berjalan kaki sekitar 300 meter menuju Stasiun MRT Lavender (jalur hijau/East-West Line).
* Naik kereta arah Joo Koon/Tuas Link, lalu pindah ke jalur ungu (North-East Line) di stasiun transit (Outram Park) dan turun langsung di Stasiun Harbour Front.

Waktu tempuh kereta : Sekitar 15–20 menit.
Tarif : Sekitar SGD 1,50–2,00.

* Keluar stasiun dan masuk ke mal VivoCity, lalu naik ke lantai 3 (Level 3) ke area loket Sentosa Express.
* Bayar tiket monorel sekitar SGD 4,00 dan turun di perhentian pertama, yaitu Stasiun Waterfront.
* Tiba di Tujuan:
Keluar dari stasiun monorel dan ikuti petunjuk jalan singkat menuju pintu masuk Universal Studios Singapore di Resorts World Sentosa.


Naik bus bersama rombongan tour, kami memilih rute B untuk sampai ke area Resort World Sentosa/basement USS.

B. Naik MRT dan Bus RWS 8 (Alternatif Lebih Hemat)
* Naik MRT dan turun di Stasiun HarbourFront.
* Cari halte bus RWS 8 di sekitar area tersebut atau di lantai bawah VivoCity.
* Naik Bus RWS 8 yang akan mengantar langsung ke area Resorts World Sentosa/basement USS.

2. Universal Studios Singapore.
Universal Studios adalah taman hiburan seperti Dufan di Jakarta dan merupakan salah satu tempat wisata di Singapura yang paling terkenal bagi warga Indonesia. Universal Studios Singapore terletak di Sentosa Island.

Harga tiket Universal Studios pada akhir pekan, tanggal merah, dan musim liburan cukup mahal, bisa sampai sekitar 1 juta Rupiah untuk orang dewasa. Apabila kamu ingin hemat, cukup berfoto di depan bola dunia Universal Studios saja.


Apabila kamu ingin masuk dan bermain di Universal Studios, datanglah pada pagi hari karena antrian permainan di Universal Studios bisa sangat panjang. Namun karena aku pribadi telah membeli terlebih dahulu tiket USS di Indonesia, aku mendapat harga lebih murah daripada langsung membeli tiket di lokasi wisata.





Harga tiketku hanya 66 SGD dengan kurs 1 SGD = 9.537 rupiah saat itu, jadi sekitar 632.000 rupiah, sedangkan harga tiket yang dijual langsung di sana seharga 70 dollar atau sekitar 700.000 ribu rupiah. Lumayan hemat dikit, kan? Pemandu tour memberi kami waktu hingga pukul 4 sore agar kami bisa main sepuasnya hehehe =) So Happy... Universal Studios, I’m coming!!!


Beli oleh-olehnya di sini, ya ^_^

Di dalam Universal Studios Singapore ini saya juga sempat membeli oleh-oleh lagi yaitu :
* Kaos Universal Studios warna hitam seharga 23.90 dollar.
* Kipas Universal seharga 3.90 dollar.
* Tas kecil pink biru seharga 12 dollar.
* Sekotak Coklat di Candylicious seharga 11 dollar dancoklat bungkus seharga 7 dollar.




Aku juga sempat mampir ke Starbucks Coffee untuk mencicipi segelas kopi dingin, Java Chip Frappuccino setelah seharian lelah berkeliling, dengan harga 8 dollar.


Pemandu tour memberikan kesempatan kepada kami untuk bermain hingga pukul 4 sore, agar bisa melanjutkan perjalanan ke lokasi wisata berikutnya. Aslinya sih gak cukup ya, masih belum puas. Aku dan ketiga temanku baru masuk Universal Studios Singapore sekitar pukul 11 siang karena sejak pukul 9 hingga 11 siang, kami berkeliling ke Sentosa Island lebih dulu, lalu makan siang di salah satu restoran di Sentosa baru kemudian masuk ke USS.

Bagi peserta tour yang gak ikut masuk ke USS, Mas Asep (asisten pemandu tour) membawa mereka berkeliling ke Merlion Park dan berjalan-jalan di sekitar Marina Bay Sands, lalu kemudian mereka akan menunggu peserta USS untuk bertemu kembali di China Town.

Salah satu atraksi di USS "The Mummy Returns" :




Jadi yang gak ikut masuk dan bermain ke USS, setelah berkeliling di Sentosa Island, Mas Asep membawa mereka balik lagi ke Marina Bay Sands untuk berjalan-jalan di sekitar sana dan melihat patung Merlion versi siang untuk menunggu dan mengisi waktu luang, selain itu setengah peserta juga kebetulan belum puas. Lalu mereka juga berkesempatan melihat China Town saat siang hari, sementara separuhnya lagi berpencar di dalam Universal Studios Singapore, termasuk aku.




Aku sih gpp juga gak melihat patung Merlion di siang hari dan gak jalan-jalan di sekitar Marina Bay Sands di siang hari, karena malem kemarin uda ke sana. Tapi Universal Studios Singapore kan tiketnya mahal, belum tentu next time ke sana lagi. Itu pikirku saat itu, walaupun next time aku memang balik sih, namun tanpa rombongan tour.




Setelah waktu bermain sudah habis, pemandu tour pun menjemput kami dan membawa kami ke lokasi wisata selanjutnya yaitu China Town (separuh rombongan tour yang gak ikut masuk USS sudah menunggu di sana lebih dulu). Tapi sebelum sampai ke China Town, kami lebih dulu mampir ke VivoCity untuk menikmati makan setelah seharian lelah bermain di Universal, di Foodcourt VivoCity.


VivoCity Mall

Well, Singapore memang negara yang indah, tapi sayang makanannya mengecewakan huft T.T Maaf jika aku harus berkata bahwa makanannya sama sekali gak ada rasa, HAMBAR dan bahkan membuatku gak berselera. Tapi aku tetap memakan Western Fried Rice yang kupesan, karena aku gak mau sakit jika telat makan. Harusnya aku bawa boncabe saat itu.

Mau cari menu babi karena menu babi satu-satunya yang tetep enak gak peduli di negara mana pun (mungkin karena lemak babinya yang bikin enak), tapi lokasi menu non-halal ada di sisi lain foodcourt alias dipisahkan, sementara rombongan tur-ku kebanyakan muslim, gak punya temen dan karena takut ketinggalan rombongan tour lagi, akhirnya minoritas terpaksa mengalah dan aku terpaksa mengunyah makanan gak ada rasa. KFC pun gak ada rasa T_T Mati kutu sama makanan Singapore.

Kekurangan Singapore hanya satu, yaitu makanannya kurang nendang. Mungkin karena lidahku sudah terbiasa dengan sesuatu yang manis, asin atau pedas di Surabaya, jadi begitu sampai di Singapore dan memakan makanan dan minuman yang tak ada rasanya, lidahku mendadak mati rasa.


Bersama rombongan tour

Transportasi dari Universal Studio Singapore dan Sentosa Island ke China Town:
Cara termudah dan paling hemat untuk pergi dari Universal Studios Singapore (USS) ke Chinatown adalah menggunakan kombinasi Sentosa Express (Monorel) dan MRT.

Panduan Rute dan Transportasi:
A. Naik Sentosa Express dari Resorts World Sentosa
1. Berjalan kaki dari USS menuju stasiun monorel terdekat di dalam area Resorts World Sentosa, yaitu Stasiun Waterfront.
2. Naik Sentosa Express dan turunlah di Stasiun VivoCity (di dalam mal VivoCity lantai 3).

Waktu tempuh: Sekitar 3–5 menit.
Tarif: sekitar $4 SGD.

B.  Melanjutkan Perjalanan dengan MRT.
1. Dari lantai dasar VivoCity, masuklah ke Stasiun MRT HarbourFront (terhubung langsung dengan mal).
2. Naik MRT Jalur Ungu (North East Line) dari HarbourFront dengan tujuan Punggol.
3. Tetap di jalur tersebut selama 2 pemberhentian saja dan turun di Stasiun MRT Chinatown.

Waktu tempuh kereta bawah tanah : Sekitar 20–25 menit.
Tarif : Sekitar $1 – $2 SGD.

3. China Town.
Sesuai dengan namanya, China Town adalah sebuah kawasan dengan suasana seperti di China. Mayoritas penduduk di daerah China Town adalah keturunan China, sehingga sangat terasa kentalnya budaya China di daerah ini, misalnya bentuk bangunan, hiasan, barang dagangan, dan lain-lain. Apabila kamu ingin berbelanja di sini, jangan lupa untuk menawar harga terlebih dahulu.


Transportasi dari China Town ke Orchard Road :
Cara terbaik dan tercepat untuk pergi dari China Town ke Orchard di Singapura adalah dengan menggunakan MRT Singapore yang memakan waktu sekitar 7 hingga 13 menit dengan biaya sekitar $1 - $2.

Rute Utama (Via Dhoby Ghaut):
* Naik MRT dari Stasiun China Town (jalur North East Line warna ungu) menuju Punggol, lalu turun di Stasiun Dhoby Ghaut (2 pemberhentian).
* Pindah ke jalur North South Line (warna merah) menuju Jurong East dan turun di Stasiun Orchard (2 pemberhentian).

Total perjalanan sekitar 7-10 menit.

Rute Alternatif (Via Thomson-East Coast Line):
Naik dari Stasiun Maxwell dekat China Town langsung ke Stasiun Orchard tanpa transit.
Waktu : Sekitar 9 menit.



5. Orchard Road.
Orchard Road atau Jalan Orchard adalah nama sebuah jalan di Singapura yang sangat terkenal dengan wisata belanjanya. Selain dipenuhi pusat belanja, Orchard Road juga dipenuhi restoran, spa, dan lain-lain. Untuk berkunjung ke Orchard Road tentu saja gratis apabila hanya melihat-lihat saja.


Orchard Road adalah salah satu tempat wisata di Singapura yang wajib dikunjungi, walaupun hanya melihat-lihat saja. Barang-barang yang dijual di sini adalah barang-barang bermerk yang tentu saja akan merogoh kocek yang lumayan banyak bila kamu berbelanja di sini. Aku tidak menyarankan kalian untuk berbelanja di sini, kecuali jika kalian memang membawa uang yang banyak ^_^ 



Transportasi dari Orchard Road ke Mustafa Centre:
Cara paling murah dan praktis dari kawasan Orchard (Singapura) ke Mustafa Centre adalah menggunakan bus langsung.

Pilihan Transportasi
A. Bus (Paling Murah):
* Naik bus langsung dari halte Orchard Stn/Lucky Plaza.
* Turun di halte Broadway Hotel.

Estimasi tarif: Sekitar $1.
Waktu tempuh: Sekitar 12–17 menit.
Frekuensi: Setiap 15 menit.

B. MRT/Kereta Bawah Tanah:
* Naik MRT dari stasiun Orchard.
* Transit/ganti kereta di stasiun Dhoby Ghaut menuju stasiun Farrer Park.

Estimasi tarif : Sekitar $2 – $3.
Waktu tempuh : Sekitar 16 menit.

C. Taksi (Paling Cepat):
Pesan taksi atau layanan ride-hailing dari titik awal di Orchard.
Estimasi tarif : Sekitar $6 – $8.
Waktu tempuh : Sekitar 5 menit.

5. Mustafa
Mustafa atau The Little India adalah pusat komunitas India di Singapura. Dengan suasana khas India dan dipenuhi orang-orang India, Little India akan membuat kalian serasa berada di India. Mustafa adalah tempat yang menjual berbagai jenis kerajinan khas India, berbagai jenis makanan khas India, emas, dupa, minyak pijat, parfum, kain hingga jasa peramalan nasib.




Tapi sejujurnya aku sendiri kurang suka tempat ini karena aku kurang nyaman dengan bau keringat orang India yang seperti bau kambing, namun walau begitu, Mustafa adalah salah satu tempat wisata di Singapura yang cukup menarik untuk dikunjungi. Namun tidak disarankan untuk orang sepertiku yang sensitif terhadap bau tidak sedap.




Transportasi dari Mustafa ke Mercury Backpacker Hostel :
Mustafa Centre ke Mercury Backpackers Hostel (berlokasi di 57 Lavender Street) memakan waktu sekitar 12 hingga 15 menit dengan berjalan kaki.

Pilihan Transportasi
Pilihan 1 : Berjalan Kaki.
Rute: Dari Mustafa Centre di Syed Alwi Road, arahkan tenggara menuju Lavender Street/Hamilton Road.
Jarak : Sekitar 1,0 km.
Estimasi waktu: 12–15 menit.
Tarif : Gratis.

Pilihan 2 : Naik Taksi.
Estimasi Waktu: 2 menit.
Tarif : Sekitar SGD 5–7 (sekitar Rp60.000–Rp85.000).

Keterangan:
Cara tercepat jika Anda membawa banyak barang belanjaan dari pusat perbelanjaan 24 jam tersebut.

Singapore Day 3: Going Home, taking picture at Changi Airport.
Day 3. It's time to going home. Dini hari sekitar pukul 06.30 pagi, aku sudah bersiap di lobby hostel seraya menunggu pemandu tour kami mengantar kami ke Changi Airport untuk kembali ke Indonesia. Kenapa aku bilang pukul 06.30 dengan kata “dini hari”?


Kami berempat jadi memang disediakan kamar untuk empat orang.


Lorong kamar


Itu karena matahari belum tampak alias belum terbit di Singapore, jangankan pukul 06.30 pagi, pada pukul 07.00 pagi saja matahari masih belum menampakkan sinarnya. Lucu, bukan? Sementara pada pukul 19.00 alias pukul 07.00 sore, matahari masih bersinar terang dan belum ada tanda-tanda tenggelam. Hadoh, nih waktu di Singapore bikin bingung aja ckckckck >_<



Setelah sarapan pop mie, 2 potong roti dan secangkir kopi panas (karena makanan yang diberikan tour, untuk dimakan di bandara sambil menunggu kedatangan pesawat), kami melanjutkan perjalanan kembali ke Changi Airport dan kembali melewati rute yang sama seperti saat kedatangan awal. Melewati 8 kali perhentian kereta dimulai dari Lavender, Kallang, Aljunied, Paya Lebar, Eunos, Kembangan, Bedok dan berakhir di Tanah Merah.

Menunggu semua rombongan tour berkumpul di depan Hostel sebelum kembali pulang ke tanah air. 

Terminal 1 Singapore memang indah, tapi Terminal 2 jauh lebih indah. Sayangnya pesawat keberangkatan kami ada di Terminal 1, di gerbang keberangkatan C-13. Demikian pengalaman liburan musim panasku ke Singapura selama 3 hari 2 malam dan untuk foto-foto lebih lanjut, akan kuposting di postingan berikutnya. See you ^_^


Baru beli di Bugis, tasnya langsung dipake. Berangkat cuma bawa 1 ransel SS501, pulangnya bawa banyak barang.

Transportasi dari Mercury Backpacker Hostel ke Changi Airport Terminal 1:
Dari Mercury Backpackers Hostel (beralamat di 57 Lavender Street) ke Changi Airport Terminal 1 paling mudah dan hemat menggunakan MRT (Mass Rapid Transit).

1. Jalan ke Stasiun MRT Lavender (EW11):
Dari hostel, berjalan kaki sekitar 300 meter (sekitar 5 menit) menuju stasiun MRT terdekat, yaitu Lavender Station.

2. Naik MRT ke arah Pasir Ris:
Naik kereta jalur hijau (East-West Line) dari Stasiun Lavender menuju Stasiun Tanah Merah (EW4/CG). Perjalanan memakan waktu sekitar 15 menit.

3. Transit di Stasiun Tanah Merah:
Turun di Stasiun Tanah Merah, lalu pindah peron ke kereta penghubung khusus bandara (Changi Airport Extension Line) yang menuju ke stasiun Changi Airport (CG2). Perjalanan dari Tanah Merah ke bandara sekitar 10 menit

4. Menuju Terminal 1 dari Stasiun MRT Changi Airport:
Stasiun MRT Changi Airport terhubung langsung dengan Terminal 2 dan Terminal 3.

5. Setibanya di stasiun bandara:
Ikuti petunjuk arah menuju Skytrain gratis yang beroperasi di area publik (Public Skytrain) untuk berpindah dengan cepat ke Terminal 1.

Estimasi waktu : Sekitar 45–50 menit.
Tarif : Sekitar SGD$1.50 – SGD$2.50 (sekitar Rp18.000 – Rp30.000).


Lagi nungguin JetStar.



Kelebihan dan kekurangan Tour and Travel:
Oh ya, bagi kalian yang baru pertama kali ke Singapura, ada baiknya memakai jasa Tour and Travel sepertiku, sekedar untuk mencari pengalaman lebih dulu dan melihat situasinya, serta menghindari tersesat atau salah menaiki rute MRT atau bus. Dan setelah kalian memiliki pengalaman, barulah kalian bisa leluasa jalan-jalan sendiri tanpa perlu menggunakan jasa Tour and Travel. Karena seperti yang kalian lihat sendiri, menggunakan jasa Tour and Travel memiliki kekurangan yaitu jadwalnya sangat padat.

Karena banyak tempat yang ingin dikunjungi sementara waktunya sangat terbatas dan jumlah peserta lumayan banyak, jadinya waktu yang diberikan untuk mengunjungi setiap lokasi wisata pun sangat terbatas. Peserta dilepas sendiri untuk pergi ke mana pun yang mereka suka, sementara tour guide-nya menunggu di suatu lokasi yang dijadikan titik tempat berkumpul lalu dua-tiga jam kemudian, para peserta diharuskan kembali ke titik berkumpul tersebut.


Rombongan tour sedang menunggu bus yang akan mengantar kami ke lokasi selanjutnya.

Tour guide umumnya tidak bersedia menunggu peserta yang terlambat, maksimal waktu tunggu keterlambatan adalah 10-15 menit, lebih dari itu, peserta akan ditinggal dan akan dipandu mandiri ke lokasi berikutnya melalui grup chat BBM (dulu masih era BBM ya).

Itu sebabnya aku dan ketiga temanku tertinggal rombongan tour di hari pertama karena dua dari kami masih menunggu antrian untuk mandi, akhirnya kami hanya dipandu melalui BBM untuk menaiki bus yang mana dan menuju ke mana sementara rombongan tur akan menunggu di lokasi berikutnya. Terburu-buru intinya. Dan jadwalnya pun padat banget sampe jam 12 malem. Kembali ke penginapan aja baru pukul 1 dini hari. Gak pake acara mandi, langsung sikat gigi, cuci muka, ganti baju dan bobok.




Bagi yang sudah berumur sih, mending jalan-jalan sendiri aja, atau pakai tour and travel yang mahal dengan jumlah peserta lebih sedikit jadi waktunya gak bakal terburu-buru sepertiku. Karena stamina harus kuat kalau memakai jasa Tour and Travel, apalagi yang Backpacker sepertiku. Dulu aku masih muda, so no problem. Kalau sekarang pake Backpacker lagi sih jujur males. Terburu-buru, gak ada istirahatnya, makan pun cepet-cepetan.

Tapi gpp juga sih, yang penting dapet pengalaman dulu, jadi dengan begitu ke depannya, aku gak perlu lagi kebingungan dan sudah hapal semua rute di Singapura. Pengalaman adalah guru yang baik, bukan?



Oh ya, tour guide kami juga meminjamkan kepada setiap peserta kartu Ez-link yang bisa digunakan sebagai biaya perjalanan untuk naik bus atau MRT, lengkap dengan saldonya. Saldo ini uda masuk dalam biaya tour-nya ya, jadi peserta cuma tinggal berangkat aja. Kalau uda selesai ya langsung dikembalikan lagi.


Di Surabaya, metode pembayaran transportasi menggunakan kartu seperti ini (umumnya dikenal sebagai Flazz BCA) baru resmi diberlakukan sekitar tahun 2024 alias sepuluh tahun kemudian. Hadeh, benar-benar jauh tertinggal. Singapura uda sejak tahun jebot, Indonesia khususnya Surabaya baru dijadikan sebagai metode pembayaran resmi transportasi (Wira-wiri, Surabaya Bus, TransJatim, Trans Semanggi) sekitar tahun 2024 >_< Sedih melihat betapa tertinggalnya Indonesia. Gak tahu kota lain karena aku tinggal di Surabaya.

Secara ringkas kelebihan dan kekurangan Tour and Travel adalah:
A. Kelebihan:
1. Peserta tinggal berangkat.
Segala macam tetek bengek seperti memesan penginapan, tiket pesawat, membeli dan mengisi saldo Ez-link, membeli tiket lokasi wisata (SS) serta makan tiga kali sehari semuanya dibayar oleh pemandu tour. Untuk makan, kecuali saat berada di lokasi wisata dan rombongan terpisah dari pemandu tour-nya, maka untuk makan, sudah dipesankan dan dibayar oleh pemandu tour-nya. Kalau terpisah seperti saat di USS dan Sentosa Island, barulah peserta membayar makanannya sendiri. Tapi kalau makannya bareng-bareng, ya mereka yang menyediakan dan membayar makanannya.

2. Gak perlu takut tersesat atau salah naik bus/MRT.
Untuk yang pertama kali ke Singapura, memang lebih aman memakai jasa Tour and Travel karena gak perlu takut tersesat, kecuali kalau ketinggalan rombongan kayak aku di hari pertama ^_^

Kekurangan:
1. Jadwal sudah ditentukan.
Karena sudah dijadwalkan dan ada estimasi waktunya jadi semuanya terasa seperti serba terburu-buru. Makan terburu-buru, mandi terburu-buru dan bahkan bermain atau berbelanja pun harus buru-buru. Gak bisa menikmati dan harus berkali-kali melihat jam untuk memastikan waktu yang disepakati belum habis.

2. Harus tepat waktu.
Telat sedikit langsung ditinggal pergi. Masih ada hubungannya dengan nomor 1 sih. Batas toleransi menunggu hanya 10-15 menit keterlambatan. Uda kayak pelatihan militer, harus tepat waku. Untuk orang Indonesia yang terbiasa jam karet dan gak bisa on-time, aku sarankan jangan ikut rombongan tour. Yang ada ketinggalan mulu. Aku ketinggalan bukan karena aku gak bisa on-time ya, tapi karena nungguin temenku yang masih antri mandi karena kamar mandinya di luar dan makeknya gantian, bukan kamar mandi dalam.


Sharing bathroom

Fenomena Matahari Yang Aneh di Singapura:
Oh ya, satu informasi penting lagi. Matahari di Singapura ini aneh. Uda kubahas dikit di atas, kan? Jam 7 pagi di Singapura masih gelap gulita seperti jam 4 pagi waktu Surabaya (WIB), matahari baru muncul jam 8 pagi di Singapura seperti jam 5 pagi di Surabaya. Padahal katanya selisih waktu antara Surabaya (WIB) dengan Singapura hanya 1 jam saja, dengan Singapura 1 jam lebih cepat dari Surabaya.

Jadi kalau di SG jam 7 pagi seharusnya di Surabaya jam 8 pagi, tapi di SG jam segitu masih gelap gulita sementara di Surabaya sudah terang benderang.


Sambil menunggu temen mandi, sekitar jam setengah enam, setelah turun dari pesawat dan bersiap-siap menuju Marina Bay Sands.

Saat sore pun sama. Pukul 19.00 alias jam 7 sore waktu Singapura masih terang benderang seperti jam 4 sore waktu Surabaya. Matahari baru tenggelam pukul 20.00 alias jam 8 malam, itupun cahayanya masih remang-remang seperti matahari senja, padahal sudah jam 8 malam. Kalau di Surabaya uda gelap sepenuhnya.

Harusnya sih daripada diklaim lebih cepat 1 jam dari Surabaya, berdasarkan arah terbit dan tenggelamnya matahari, Singapura lebih cocok kalau lebih lambat 3 jam dari Surabaya. Karena jam 7 pagi waktu Singapura = jam 4 pagi waktu Surabaya.

Intinya:
Singapura jam 7 pagi = Surabaya jam 4 pagi (sama-sama masih gelap gulita karena matahari belum terbit).
Singapura jam 7 sore = Surabaya jam 4 sore (sama-sama masih terang dan matahari belum tenggelam).


Foto diambll dari balkon Mercury Hostel hampir jam 6 sore waktu Singapura.
Lihat! Mataharinya masih terang, kan?

Bagi yang pertama kali ke Singapura, jangan kaget kalau jam 7 pagi waktu Singapura masih gelap gulita. Itu bukan jam kalian yang salah melainkan pemerintah Singapura yang aneh dalam menentukan zona waktunya. Mana ada jam 7 pagi tapi matahari belum nongol? Kecuali negara yang lokasi geografisnya memang sangat jauh dari Matahari, jadi wajar bila negara tersebut mengalami anomali dan bahkan hanya bisa melihat matahari setiap 6 bulan sekali. Tapi kalau Singapura kan deket sama Indonesia, aneh aja gitu zona waktunya.

Hanya sekedar berbagi informasi sih, agar kalian yang pertama kali ke sana gak kebingungan dan mengira arlojinya mati. Apalagi setelah jam di arloji sudah langsung diubah dan disesuaikan dengan zona waktu Singapura sejak mendarat dan bertemu pemandu tur tapi masih ada keanehan, itu bukan karena jamnya salah atau rusak, tapi karena zona waktunya emang anomali.

With Love,
Liana Hwie.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar