Rabu, 28 Desember 2016

Chapter 2 : First Time Meeting You II (Teaser) Twin Princess 'Anastasia'

Pertemuan tak terduga dengan Sang Putri yang memiliki wajah yang sama dengannya, akan membawa Anastasia menuju takdirnya yang sebenarnya. Takdir yang selama ini tersembunyi dalam hidupnya. Siapakah Anastasia sebenarnya? Mengapa dia bisa memiliki wajah yang sama dengan sang Putri Mahkota?



Anastasia dengan gembira berjalan-jalan di pasar untuk berbelanja sekaligus membeli gaun yang murah tapi pantas untuk dikenakannya ke Pesta Dansa Istana, tapi semuanya terjadi di luar rencana saat tiba-tiba seorang pencopet mencopet semua tabungannya saat dia baru saja akan membayar sebuah gaun putih sederhana yang dilihatnya di sebuah pasar.

“Hei, uangku! Pencopet!” teriaknya keras. Tapi percuma saja, pencopet itu sudah menghilang entah ke mana.

Terduduk dengan lesu di depan salah satu pertokoan, Anastasia meratapi nasibnya yang malang. 
“Kau kenapa? Kenapa terlihat sedih seperti itu?” tanya seorang pemuda berambut coklat gelap tapi memiliki bola mata berwarna hijau zaitun yang sangat kontras dengan rambutnya. Dia mengenakan pakaian yang terlihat mahal, layaknya putra bangsawan. Dia duduk di samping Anastasia dan memandangnya bingung.

“Mereka mencopet uang tabunganku, Henry. Aku ingin ke pesta dansa itu. Kau tahu aku tak pernah menghadiri pesta apa pun, kan? Bagiku ini adalah kesempatan langka.” jawab Anastasia masih menunduk sedih.

Pria muda itu hanya tersenyum penuh arti seraya melirik kertas pengumuman Pesta Dansa Istana yang ditempel di sepanjang tembok-tembok di seluruh penjuru kota.

“Kau ingin menjadi Cinderella?” tanya pria muda itu, Henry Wilson dengan senyum misterius di bibirnya. Anastasia mengangguk pelan.

“Bukankah dalam cerita, Cinderella memiliki satu kesempatan untuk menghadiri Pesta Dansa Istana, tapi kenapa Tuhan tidak memberiku kesempatan itu?” ujarnya sedih. Dia menghapus airmatanya dan mulai berdiri, mencoba menerima nasibnya yang mungkin memang buruk.

“Hei, kau mau ke mana?” tanya Henry khawatir. 
“Berbelanja. Tak ada gaun pesta, berarti aku harus kembali menjadi Upik Abu, kan?” jawab Anastasia lesu.

“Kau pasti akan menjadi Cinderella. Percayalah padaku! Aku harus pergi sekarang. Aku akan menemuimu lagi nanti.” hibur Henry lalu berjalan pergi ke arah yang berlawanan dengan sahabatnya.

Henry Wilson dan Anastasia sudah bersahabat sejak masih kecil, tepatnya sejak Anastasia kecil menyelamatkan Henry kecil saat pria muda itu hampir tenggelam di sungai.

Merasa berhutang budi, merekapun berteman baik. Henry adalah putra Perdana Menteri Mendroza tapi dia bukan type tuan muda yang angkuh melainkan sangat ramah, khususnya pada Anastasia. Hanya Henry satu-satunya teman yang dimilikinya.

Ekor mata Anastasia hanya menatap sahabatnya bingung, biasanya Henry selalu bersikeras menemaninya belanja lalu memaksa membawakan barang belanjaannya tapi kali ini dia pergi begitu saja.

“Aneh.” gumam Anastasia tapi segera mengenyahkan pikiran itu. 
Terlalu sedih karena uangnya telah dicuri dan merasa tak memiliki kesempatan untuk menghadiri Pesta Dansa Istana, Anastasia berjalan tanpa konsentrasi hingga menabrak seseorang yang lewat di sampingnya.

“Maaf!” ujar Anastasia pada seorang pria muda yang tak sengaja ditabraknya di sebuah pasar, membuat es krim yang ada di tangan pria muda itu terjatuh mengenai bajunya sendiri.

“Kau mengotori bajuku. Lain kali berhati-hatilah!” ujar pria muda berambut pirang itu dengan dingin lalu berjalan tanpa menoleh lagi.

“Cihh...Sombong sekali. Aku kan sudah minta maaf, Apa semua orang kota begitu sombong?” seru gadis muda itu kesal lalu berjalan lagi seraya memandang kesal punggung pria muda itu.

Dia lewat di depan sebuah butik yang menjual gaun-gaun yang indah dan menatapnya tanpa berkedip saat matanya menangkap pantulan bayangan dirinya sendiri dalam kaca etalase butik itu. Pantulan bayangan dirinya itu menatapnya lekat seraya mengenakan sebuah gaun berwarna merah muda yang indah dengan mahkota berlian di atas kepalanya.

Anastasia menatap pantulan cermin itu dengan kagum tanpa berkedip, begitu juga sebaliknya. 
“Apa aku sedang berkhayal melihat diriku sendiri mengenakan gaun indah dan mahkota? Sepertinya Pesta Dansa Istana benar-benar membuatku berkhayal menjadi seorang Putri Raja. Aku cantik juga jika mengenakan mahkota.” ujar Anastasia dalam hatinya.

Namun ternyata itu bukan khayalan gadis itu semata, karena kenyataannya, di balik etalase toko itu memang ada seorang gadis muda berambut pirang lain yang mengenakan gaun berwarna merah muda dan mahkota di kepalanya yang juga memandangnya dengan bingung.

Terlalu bingung hingga tak tahu bagaimana caranya bereaksi, hingga diapun hanya diam menatap gadis di balik etalase butik itu.

Kekagetannya terhenti saat seseorang berteriak memanggilnya, “Her Royal Highnesses, apa Anda menyukai gaunnya?” tanya seorang wanita setengah baya yang terlihat seperti seorang wanita bangsawan.

Gadis yang dipanggil “Her Royal Highnesses” tersebut terlonjak kaget lalu menoleh ke arah seseorang yang memanggilnya. Bersamaan dengan itu, gadis muda berambut pirang yang berada di luar butik itu pun menoleh ke belakang saat mendengar seorang pria muda berwajah tampan dan ramah dengan rambut gondrongnya yang berwarna coklat muda berlari panik seraya berseru “Apa? Kakinya tertimpa dahan pohon?”

“Benar Tuan Muda, kaki adik Anda tertimpa dahan pohon. Kami sudah berusaha memindahkannya tapi tak bisa.” jawab seorang pria yang berlari di sampingnya. Terdorong oleh kebaikan hatinya, gadis muda itu dengan cepat berlari mengikuti kedua pria itu.

Tepat pada saat itu, seorang gadis yang dipanggil “Her Royal Highnesses” tersebut kembali menoleh ke etalase butik itu namun gadis berambut pirang yang berada di luar butik itu sudah tak ada lagi di hadapannya.

“Apa kau pernah melihat bayanganmu sendiri?” tanya gadis berambut pirang yang mengenakan mahkota itu pada pengawalnya. 
“Tentu saja, Yang Mulia. Setiap kali bercermin kita akan melihat bayangan kita, kan?” ujar si pengawal. 

“Bukan dalam cermin. Namun melihatnya berdiri di hadapanmu dan menatapmu secara langsung.” Ujar Sang Putri menjelaskan dengan bingung.

“Mungkinkah Anda sedang melihat Doppleganger Anda, Yang Mulia?” tanya si pengawal berhati-hati. 
“Apa itu Doppleganger? Apa itu sesuatu yang baik atau buruk?” tanya Sang Putri penasaran.

“HHmmm...Ampuni saya, Yang Mulia. Tapi kebanyakan adalah pertanda buruk. Banyak orang mengatakan jika kita melihat bayangan kita sendiri, itu berarti kita akan mati. Jadi seperti sebuah pertanda kematian.” jawab si pengawal dengan hati-hati, takut Sang Putri marah. Tapi Sang Putri hanya terdiam melamun. 
“Begitukah?” ujarnya lirih. 

To be continued...


NOTE : WINNER OF WATTYS AWARDS 2016 for Category “Hidden Gems” alias “Permata Yang Tersembunyi” (Cerita Kurang Dikenal). 

<<<< Update 2026: Cerita Lengkap bisa dibaca di blog Liana Land karena penulis TIDAK BEKERJA SAMA LAGI dengan PENERBIT DIANDRA! Jika Pihak Diandra masih menjual secara sepihak, sudah dipastikan mereka melakukan tindak pidana pencurian Hak Cipta! >>>>>>

~~~~~

* Promo Akhir Tahun 2016 E-Book Version Only IDR 11 Ribu by Penerbit Diandra :
Hai hai hai... Bagi yang suka dengan cerita Anastasia – Princess In Disguise, yang kantongnya bolong tapi pengen ngebaca kelanjutannya, ada promo besar nih di akhir tahun. Tapi hanya berlaku untuk E-Book ya. Dari yang awalnya seharga Rp 55.000 sekarang hanya jadi Rp 11.000 loh... Tunggu apalagi? Yuk buruan dibeli mumpung lagi ada promo nih.

 Harga Asli : IDR 55.000
 Harga Promo : IDR 11.000

Tinggal buka Google Play/Play Store lalu ketik nama “Liliana Tan” ==> Pilih “Judulnya” ==> Lalu klik “Beli” dan anda bisa memilih membayar dengan Debet/Kredit/potong pulsa.

Note : Promo HANYA BERLAKU sejak bulan November hingga Desember 2016!!!

Terima kasih.

Chapter 1: Cinderella? II (Teaser) Twin Princess 'Anastasia'

Cinderella? Bagaikan dongeng Cinderella, Anastasia Catherine Mauntbatten harus hidup bersama Ibu tiri dan kedua saudara tirinya setelah ayah angkatnya meninggal dunia. Tapi apakah kisah ini akan sama dengan kisah dongeng Cinderella?

Cover baru 2026

Tentu saja tidak. Kalau sama, pasti Dewan Juri Wattpad Indonesia tidak akan memilih cerita ini sebagai salah satu pemenang “Hidden Gems” alias “Cerita Kurang Dikenal” dalam kompetisi menulis Online Terbesar di Indonesia “Wattys Awards 2016”. Penasaran? Selamat membaca!




Mansion Bangsawan Lockhart, Kerajaan Mendroza. 
Dancing bears, painted wings. Things I almost remember, and a song someone sings, Once upon a December. Someone holds me safe and warm. Horses prance through a silver storm. Figures dancing gracefully, across my memory...Far away, long ago, glowing dim as an ember, things my heart used to know, once upon a December.” seorang gadis berambut pirang dan bermata biru cerah sedang asyik bernyanyi seraya membersihkan jendela-jendela kaca di sekeliling rumahnya.

Semuanya tampak tenang-tenang saja tapi beberapa saat kemudian, gadis itu dikejutkan dengan suara sebuah benda yang hancur dengan keras.

PRANNGGGG... Gadis berambut pirang itu tersentak kaget saat melihat kedua saudara tirinya, Debora Carden dan Lidya Carden sedang tersenyum licik ke arahnya.

“Oh, maafkan aku, Kakak Annie. Aku tak sengaja menyenggol gucinya. Tolong bersihkan, ya! Jangan sampai ada pecahan guci itu yang mengenai kaki kami.” ujar Debora Carden, seorang gadis berambut hitam ikal dan bertubuh sedang dengan menyebalkan. 

Anastasia hanya menarik napas melihat kelakuan kedua saudara tirinya tapi dia tidak memiliki kekuasaan untuk melawan.
“Baik.” jawabnya singkat seraya mendekati pecahan guci itu dan memungutinya.  

Tapi dua gadis jahat itu dengan kejam mendorong Anastasia saat dia sedang berlutut dan sengaja menumpahkan seember penuh air pel-pelan kotor ke atas tubuhnya, lalu menertawakannya saat melihat tubuhnya basah dan kedinginan. 

“Hei, kerjakan yang benar! Jangan malas! Awas kalau sampai ada yang kotor, kami akan menghajarmu.” seru salah seorang gadis berambut ikal hitam dengan kejam, menatap Anastasia dengan bola mata hitamnya yang terlihat sama hitamnya dengan hatinya.

"Baiklah.” lagi, Anastasia hanya menjawab dengan singkat. Dia malas berdebat, dia tahu itu tidak akan ada gunanya. 

“Sudahlah, Annie. Tak perlu kesal. Bukankah selama ini mereka selalu seperti itu.” ujarnya menyemangati dirinya sendiri lalu kembali memunguti pecahan guci mahal itu seraya mengenang kenangan masa kecilnya saat orang tua angkatnya masih hidup. 

Yup, Anastasia diangkat anak oleh sepasang suami istri bangsawan yang baik hati saat mereka melihatnya di Panti Asuhan itu di suatu hari di malam Natal. Anastasia sangat disayang oleh kedua orang tua angkatnya yang memang tidak memiliki anak. 

Untuk sesaat dia benar-benar merasa bahagia, tapi setelah Ibu angkatnya meninggal karena sebuah penyakit dan ayah angkatnya menikah lagi dengan seorang janda yang memiliki dua orang anak perempuan yang sangat tidak menyukainya, hidupnya berubah seratus delapan puluh derajat.

Di depan ayah angkatnya, ibu tirinya selalu bersikap baik dan sayang, tapi setiap kali ayah angkatnya pergi bekerja, dia kerap disiksa dan dimaki. Keadaan bertambah buruk saat ayah angkatnya pun meninggal sehingga mau tidak mau, Anastasia harus tinggal dengan ibu tiri dan kedua saudara tirinya yang jahat.
 
“Aku tidak tahu kenapa semua orang menyukai kisah dongeng Cinderella, bukankah Cinderella sangat malang? Lihat aku! Apa bedanya aku dengan Cinderella.” ujarnya kesal.

“Tapi bukankah Cinderella pada akhirnya akan bahagia? Jadi yang kubutuhkan sekarang adalah bersabar.” ujarnya lagi, menghibur diri.

"Annie, mana makan siangnya? Kenapa belum siap?” suara Ibu tirinya memanggil dengan sangat tidak sabar.
I’m Coming, mommy!” serunya lantang lalu bergegas menuju kamar ibu tirinya di lantai atas. 
“Jam berapa sekarang? Apa saja yang kau kerjakan? Mana makan siangnya?” tanya Sang ibu tiri dengan kasar.

“Aku baru selesai membersihkan rumah, Ibu. Aku akan segera memasak sekarang. Tapi....” dia terdiam sesaat seraya menatap ibu tirinya lekat. 
“Tapi apa?” tanya wanita berambut merah ikal itu tak sabar. 
“Tapi persediaan makanan kita sudah habis dan hanya tersisa telur saja.” jawab Anastasia menjelaskan.

“Ambil ini dan pergilah ke pasar! Ingat, jangan lama-lama karena kami sudah lapar.” ujar ibu tirinya seraya melemparkan beberapa lembar uang kertas ke wajah Anastasia. Anastasia mengangguk lalu mulai memunguti uang-uang itu. Dia kemudian berbalik pergi dari sana tanpa menoleh lagi. Tapi saat dia baru menutup pintu kamar itu, dia tak sengaja mendengar kedua saudara tirinya membicarakan sesuatu yang sepertinya menarik.

“Ibu, apa tidak apa-apa membiarkannya pergi ke pasar?” tanya Debora Carden pada ibunya. 
“Memangnya kenapa?” tanya ibunya tak mengerti. 
“Dia akan melihat pengumuman itu.” jawab Debora was-was. 
“Pengumuman apa, Kak?” tanya adiknya penasaran.

“Pengumuman Pesta Dansa Kerajaan yang akan diselenggarakan besok malam. Istana mengundang semua gadis yang belum menikah di Kerajaan ini untuk menghadiri pesta itu dan gadis yang beruntung mungkin akan menikah dengan Pangeran. Pengumuman itu ditempel di semua sudut kota, bagaimana jika dia melihatnya?” jawab Debora dengan pelan.

“Memangnya kenapa jika dia tahu? Dia tak punya gaun. Dia juga tak punya uang untuk membelinya. Apa kau pikir dia akan ke sana dengan memakai pakaian compang-camping? Yang benar saja!” jawab Lidya santai sambil terus membaca buku.

“Kau benar juga sih.” jawab Debora akhirnya. 
“Sudahlah. Tak perlu pikirkan gadis itu. Yang penting besok pagi kita harus belanja untuk membeli gaun pesta untuk kalian. Ingat, salah satu dari kalian harus bisa menarik perhatian Pangeran Kedua.” ujar Ibunya mengingatkan.

“Daripada Pangeran Kedua sebenarnya aku lebih menyukai Putra Mahkota.” jawab Debora sedih. 
“Putra Mahkota sudah dijodohkan dengan Putri dari Kerajaan Tetangga. Hanya Pangeran Kedua yang tersisa. Ambil saja atau tidak sama sekali.” jawab Ibunya mengingatkan, yang hanya dijawab dengan, “Ibu benar.” dengan lesu oleh kedua putrinya Tanpa mereka sadari, Anastasia menguping semuanya dari balik pintu kamar itu.

Pesta dansa Kerajaan besok malam. Semua gadis yang belum menikah diundang. Itu berarti termasuk aku, kan?” ujar Anastasia dalam hatinya.

Pangeran? Pesta dansa? Aku tak pernah ke pesta sebelumnya, sepertinya ini menarik.” batin Anastasia lalu bergegas menuju kamarnya dan mengambil sebuah kotak kecil yang disimpannya di bawah ranjang.

Di dalam kotak itu dia telah menyimpan sedikit uang yang didapatkannya dari uang sisa belanja selama ini. Dengan gembira Anastasia memeluk uang itu dan berpikir akan menggunakannya untuk membeli sebuah gaun yang indah.

Kerajaan Everla... 
Putri Analiece Elizabeth Windsor, tumbuh di balik tembok Istana dengan segala kemewahan dan kasih sayang dari orang tuanya. Karena ketiga kakak Sang Putri telah gugur saat melawan pemberontakan, Raja dan Permaisuri menganggap Putri Analiece adalah satu-satunya harapan mereka dan curahan kasih sayang orang tuanya. Segala yang dia minta selalu dikabulkan. Namun tak seorangpun pernah melihat wajah Sang Putri karena wajahnya selalu tertutup cadar, kecuali beberapa Dayang Istana, pengawal dan Pengasuh yang paling terpercaya di Istana.

Kenapa? Karena Raja dan Permaisuri takut Sang Putri akan menjadi sasaran pembunuhan para pemberontak seperti kakak-kakaknya saat itu. Putri Analiece bagaikan burung yang terkurung dalam sangkar emas, dia sangat ingin merasakan kebebasan yang tak pernah dia rasakan, tapi dia tahu dia tidak bisa melakukannya karena para pemberontak yang telah membunuh kakak-kakaknya bisa mengincar nyawanya kapan saja. 

Hingga pada suatu hari, Putri Analiece yang tidak ingin dijodohkan dengan seseorang yang tidak dikenalnya, memutuskan untuk melarikan diri dari istana selama beberapa saat untuk merasakan udara kebebasan.

“Aku akan kembali secepatnya, Baginda. Aku hanya ingin mencari tahu calon tunanganku itu orang seperti apa. Jika kami berkenalan saat dia datang ke Istana, dia pasti akan bersikap baik padaku karena tata krama Kerajaan yang mengharuskannya seperti itu, tapi dengan begitu aku takkan pernah tahu kepribadiannya yang sebenarnya. Aku ingin menyamar menjadi rakyat biasa dan melihat secara langsung Pangeran itu, dengan begitu aku akan mengetahui sifat aslinya. Ijinkan aku pergi! Tak perlu khawatirkan para pemberontak itu, mereka tak tahu wajahku. Aku akan segera kembali.” tulis Putri Analiece dalam suratnya sebelum akhirnya dia menyamar menjadi seorang Pelayan dan pergi dari Istana dengan didampingi oleh Pengawal setianya, Dimitri.

To be continued...


NOTE : WINNER OF WATTYS AWARDS 2016 for Category “Hidden Gems” alias “Permata Yang Tersembunyi” (Cerita Kurang Dikenal). 

<<<< Cerita Lengkap bisa dibaca di blog Liana Land karena penulis TIDAK BEKERJA SAMA LAGI dengan PENERBIT DIANDRA! Jika Pihak Diandra masih menjual secara sepihak, sudah dipastikan mereka melakukan tindak pidana pencurian Hak Cipta! >>>>>>

~~~~~~~

* Promo Akhir Tahun 2016 E-Book Version Only IDR 11 Ribu by Penerbit Diandra :
Hai hai hai... Bagi yang suka dengan cerita Anastasia – Princess In Disguise, yang kantongnya bolong tapi pengen ngebaca kelanjutannya, ada promo besar nih di akhir tahun. Tapi hanya berlaku untuk E-Book ya. Dari yang awalnya seharga Rp 55.000 sekarang hanya jadi Rp 11.000 loh... Tunggu apalagi? Yuk buruan dibeli mumpung lagi ada promo nih.


Harga asli: IDR 55.000
Harga Promo: IDR 11.000

Tinggal buka Google Play/Play Store lalu ketik nama “Liliana Tan” ==> Pilih “Judulnya” ==> Lalu klik “Beli” dan anda bisa memilih membayar dengan Debet/Kredit/potong pulsa.

Note : Promo HANYA BERLAKU dari bulan November hingga Desember 2016 !!!

Terima kasih.

Prolog: I'm Not Her! II (Teaser) Twin Princess 'Anastasia'

So, let’s the Fairytale continued... Masih tentang si Putri Kembar yang terpisah, si putri kembar yang hidup di luar tembok Istana, hingga dia harus menyamar untuk menggantikan saudara kembarnya yang entah ada di mana. Bagaimanakah kisah Anastasia, sang Putri yang hidup dalam penyamaran saat dia harus menyamar dan menggantikan saudara kembarnya saat para pengawal salah mengenali Anastasia. Dan jika para pengawal itu salah mengenali Anastasia lalu di manakah sang Putri yang asli berada?


New Cover 2026

Testimoni Readers:

 

Anastasia sedang berjalan tergesa-gesa menuju rumahnya seraya mengangkat gaun putihnya dan sebelah tangannya menjinjing sepatu high heels yang semalam dikenakannya, berharap dengan bertelanjang kaki dia akan lebih mudah berjalan atau bahkan berlari.

Dia sudah membayangkan jika Ibu tirinya pasti akan memarahinya dan menghukumnya dengan berat jika mengetahui bahwa dia diam-diam menghadiri Pesta Dansa Istana dan bahkan menginap di Istana itu bersama seorang pria tidak dikenal. Tanpa menyadari bahwa ada beberapa pasang mata yang sedari tadi setia mengawasinya.

“Itu Putri Mahkota Analiece!” Anastasia mendengar teriakan seorang pria yang berada tidak jauh di belakangnya, tapi dia memilih mengabaikannya karena merasa panggilan itu bukan untuknya. Namun dia salah, derap langkah kaki itu semakin mendekat ke arahnya disertai seruan, “Putri Mahkota Analiece, sekarang saatnya Anda pulang!” ujar pria berseragam biru dan hitam yang terlihat seperti seorang pengawal.

“APA?” hanya itu kalimat yang mampu terucap dari bibir Anastasia yang kebingungan, saat tiba-tiba sekelompok pria tidak dikenal mendadak muncul di hadapannya dan mengepungnya, membuatnya tak mampu melangkah ke mana- mana.

~~~~~~~

Anastasia membuka matanya perlahan saat menyadari dia berada di sebuah tempat yang sama sekali asing. Dia berbaring di sebuah ranjang yang sangat besar dan empuk, kamarnya sangat besar dan terang dan aroma di kamar itu sangat harum bagaikan berada di sebuah taman bunga. Dengan perlahan Anastasia mencoba duduk di ranjangnya, dia masih mencoba cari tahu apa yang terjadi saat tiba-tiba sebuah suara mengagetkannya.

“Anda sudah sadar, Yang Mulia?” tanya suara itu, lembut dan perhatian. Seorang pria muda tampan berambut coklat ikal dengan bola mata berwarna hazel berdiri di samping ranjangnya.

“Jangan panggil aku Yang Mulia. Kalian sudah salah mengenali orang. Sekarang aku ingin pulang.” ujar Anastasia lalu segera bangkit dari ranjangnya dan berjalan pergi dengan menjinjing sepatunya seperti sebelumnya. Tapi pria muda itu terus mengikutinya dan berusaha menghalanginya.

“Jangan ikuti aku! Sudah kubilang aku bukan dia! Aku BUKAN Putri Analiece. Sekarang biarkan aku pergi!” ujar Anastasia kesal. Dia benar-benar harus pulang jika tidak ingin Ibu tirinya menghukumnya. Dia melangkah lurus ke depan hingga tiba di sebuah Aula yang sangat besar. Tahu bahwa dia telah salah masuk ruangan, dia ingin bergegas pergi tapi sesuatu di tengah ruangan menahan langkahnya.

Anastasia melihat ke dinding sebelah kiri aula besar itu, ada sebuah lukisan seorang gadis muda yang sangat cantik dengan rambut pirang dan mata birunya, dengan gaun berwarna pink yang sangat indah dan mahkota di kepalanya sedang tersenyum manis dari dalam lukisan.

Anastasia terdiam. Itu rambutnya. Itu matanya. Itu senyumnya dan itu wajahnya. Tapi bagaimana bisa? Anastasia mendekati lukisan itu, menelusuri setiap lukisan dirinya atau yang dia anggap sebagai dirinya dengan rasa penasaran, saat matanya menangkap sebuah tulisan di bawah lukisan itu.

Her Royal Highnesses Crown Princess Analiece Elizabeth Windsor.” 
“Tidak mungkin. Siapa dia?” gumamnya, terlalu keras untuk sebuah gumaman. 
“Itu adalah Anda, Yang Mulia.” jawab si pria muda yang mengikutinya sedari tadi. 
“APA?” lagi, hanya itu kalimat yang mampu keluar dari bibir mungil Anastasia.

To be continued...

NOTE : WINNER OF WATTYS AWARDS 2016 for Category “Hidden Gems” alias “Permata Yang Tersembunyi” (Cerita Kurang Dikenal). 

<<<< Update 2026: Cerita Lengkap bisa dibaca di blog Liana Land karena penulis TIDAK BEKERJA SAMA LAGI dengan PENERBIT DIANDRA! Jika Pihak Diandra masih menjual secara sepihak, sudah dipastikan mereka melakukan tindak pidana pencurian Hak Cipta! >>>>>>

* Promo Akhir Tahun 2016 E-Book Version Only IDR 11 Ribu by Penerbit Diandra :
Hai hai hai... Bagi yang suka dengan cerita Anastasia – Princess In Disguise, yang kantongnya bolong tapi pengen ngebaca kelanjutannya, ada promo besar nih di akhir tahun. Tapi hanya berlaku untuk E-Book ya. Dari yang awalnya seharga Rp 55.000 sekarang hanya jadi Rp 11.000 loh... Tunggu apalagi? Yuk buruan dibeli mumpung lagi ada promo nih.



Tinggal buka Google Play/Play Store lalu ketik nama “Liliana Tan” ==> Pilih “Judulnya” ==> Lalu klik “Beli” dan anda bisa memilih membayar dengan Debet/Kredit/potong pulsa.

Note : Promo HANYA BERLAKU sejak bulan November hingga Desember 2016 !!!

Terima kasih.

(Sinopsis) Anastasia, Princess In Disguise : Sang Putri Yang Hidup Dalam Penyamaran

Back with My Twin Princess Series. Bagi pembaca setiaku di Wattpad, sudah pasti tahu banget sama cerita yang satu ini. Kisah tentang si "Putri Yang Terbuang" dan merupakan salah satu pemenang Wattys Awards 2016 untuk kategory “Hidden Gems” alias “Permata Yang Tersembunyi”, walau tim Wattpad lebih suka menyebutnya “Cerita Kurang Dikenal”.


Bener juga sih, karena cerita ini memang kurang dikenal pada awalnya. Tapi setelah memenangkan gelar "The Wattys 2016" para pembaca di Wattpad sudah mulai mengenal cerita ini terbukti dengan laris manisnya penjualan novel ini apalagi dengan adanya promo akhir tahun IDR 11.000 saja. (di tahun 2016)



Bagi kalian yang bukan pembaca wattpadku, penulis akan bagi sedikit teaser dari si putri kembar, Anastasia. Jika kalian ingin membaca kelanjutan ceritanya, kalian bisa membacanya di blog "Liana Land". Karena cerita itu sudah diupload ulang secara lengkap di blog "Liana Land" sejak tahun 2023. Seneng, kan? ^_^

Mempertimbangkan situasi ekonomi yang semakin sulit dan menyadari bahwa bagi mayoritas pembaca di Indonesia lebih memilih membeli makan daripada membeli buku novel, juga untuk menghindari pembajakan buku ilegal, maka penulis memutuskan untuk menuliskan ceritanya secara lengkap dan membagikannya secara gratis kepada semua pembaca yang menyukai cerita ini. 

New Cover

Sinopsis:
And the Fairytale continued...
Bagaikan dongeng Cinderella, Anastasia Catherine Mauntbatten, harus tinggal bersama Ibu tiri dan kedua saudara perempuannya setelah ayah angkatnya meninggal dunia. Annie, begitu dia dipanggil selama ini, selalu berusaha tetap tabah dan ceria walau Ibu tiri dan kedua saudara tirinya selalu menyiksanya.
 

Sebuah Pesta Dansa Istana akhirnya benar-benar mengubah seluruh hidupnya saat beberapa orang pria tidak dikenal membawanya paksa ke sebuah Istana megah yang jauh dari tempatnya tinggal dan terus memanggilnya “Her Royal Highnesses Crown Princess Analiece”.

“Aku bukan Putri Mahkota Analiece atau siapalah itu. Jadi biarkan aku pergi sekarang,” ujarnya bingung.
Tapi langkahnya terhenti saat dia melihat sebuah lukisan besar yang terpajang di aula Istana. Potret dirinya. Dengan gaun indah dan Mahkota di kepalanya.

Siapakah Anastasia sebenarnya? Kenapa dia bisa memiliki wajah yang sama dengan Sang Putri Mahkota? Dan jika mereka salah membawa Anastasia ke Istana lalu di manakah Putri Yang Asli berada?

Daftar isi (Klik judulnya agar langsung mengarah ke bab yang kalian inginkan) :
Prolog : I'm Not Her  
Chapter 1 : Cinderella ??? 
Chapter 2 : First Time Meeting You 
Chapter 3 : It's Like Dejavu 
Chapter 4 : Once Upon A December 
Chapter 5 : Pesta Dansa Istana 
Chapter 6 : Dancing With The Prince 
Chapter 7 : Putri Yang Tertukar 
Chapter 8 : Where Am I ???

<<<< Cerita lengkap bisa dibaca di blogku yang lain yaitu: Liana Land! >>>>

NOTE : WINNER OF WATTYS AWARDS 2016 for Category “Hidden Gems” alias “Permata Yang Tersembunyi” (Cerita Kurang Dikenal).

~~~~~~

* Promo Akhir Tahun 2016 E-BOOK Version Only IDR 11 Ribu by Penerbit Diandra :
Hai hai hai... Bagi yang suka dengan cerita Anastasia – Princess In Disguise, yang kantongnya bolong tapi pengen ngebaca kelanjutannya, ada promo besar nih di akhir tahun. Tapi hanya berlaku untuk E-Book ya. Dari yang awalnya seharga Rp 55.000 sekarang hanya jadi Rp 11.000 loh... Tunggu apalagi? Yuk buruan dibeli mumpung lagi ada promo nih.

Harga asli : IDR 55.000
Harga Promo : IDR 11.000

Tinggal buka Google Play/Play Store lalu ketik nama “Liliana Tan” ==> Pilih “Judulnya” '==> Lalu klik “Beli” dan anda bisa memilih membayar dengan Debet/Kredit/potong pulsa.

Note : Promo HANYA BERLAKU sejak bulan November hingga Desember 2016 !!!

<<<<< Update 2026: PENULIS SUDAH TIDAK BEKERJA SAMA DENGAN PENERBIT DIANDRA LAGI. Jika Pihak Diandra masih menjual secara sepihak, sudah dipastikan mereka melakukan tindak pidana pencurian Hak Cipta! >>>>>>

Terima kasih.