Rabu, 22 Juli 2026

CH 10 : Together In Norway ll The Last Princess Of Russia


Anastasia tampak menatap kagum sebuah kalung berliontin bintang dan bertahtakan berlian bermata ungu Amethys yang tampak di sana. Little Anastasia mengambil kalung yang indah itu dan menyadari ada sebuah kalimat terukir di belakangnya, “Together In Norway.”

Together In Norway?” Little Anastasia mengucapkan kalimat itu dengan kebingungan di matanya.

“Benar. Untuk sementara kalung itu cukup, jika saatnya tiba, aku akan mengganti kalung itu dengan sesuatu yang jauh lebih spesial untukmu. Kenakan kalung itu ke mana pun kau pergi, dengan begitu Norwegia akan selalu ada dalam hatimu,” jawab Sang Bibi dengan lembut seraya meraih kalung itu dan membantu mengenakannya di leher mungil Little Anastasia.

“Indah sekali. Cocok untukmu! Kau adalah gadis yang kuinginkan. Bibi harap kau akan segera tumbuh dewasa agar kami bisa membawamu ke Norwegia,” ujar Ratu Maud dengan mata berbinar.

“Kurasa kau harus sabar menunggu hingga Nastya dewasa, Maud.” ujar Dowager Empress Marie dengan tersenyum geli.

“Aku tahu itu, Bibi.” jawab Ratu Maud dengan senyuman manisnya.

“Tapi sebelum kau membawa Nastya kami ke Norwegia, bukankah sebaiknya kau perkenalkan dulu mereka berdua?” jawab Dowager Empress Marie, menunjuk pada sepasang remaja yang berdiri tak jauh dari mereka.

“Bukankah mereka sudah saling kenal? Benarkan, Pangeran Alex?” jawab Ratu Maud dengan polosnya.

“APA? PANGERAN ALEX? DIA? ANAK MENYEBALKAN INI?” Little Anastasia tampak terkejut mendengar Bibinya menyebut si anak laki-laki bermata biru dan berambut coklat itu dengan sebutan “Pangeran.”

“Benar. Dia adalah putraku satu-satunya, Putra Mahkota Alexander dari Kerajaan Norwegia. Ini pertama kalinya kalian bertemu, aku senang melihat kalian berdua sangat akrab,” jawab Ratu Maud tanpa tahu yang sebenarnya.

“AKRAB? KAMI? Tidak mungkin...” Little Nastya baru saja ingin melontarkan protesnya tapi sang Pangeran Muda segera memotong ucapannya.

“Benar. Kami sangat akrab. Grand Duchess Anastasia menyambutku dengan sangat baik saat aku baru saja tiba di sini. Benarkan, Putri?” potong Sang Pangeran Muda dengan manis seraya melontarkan senyuman licik.

Little Anastasia hanya mendengus tak mengerti dengan sikap anak laki-laki itu.
“Sejak kapan kita jadi akrab? Lucu sekali!” bisik Little Anastasia pada bocah laki-laki di sampingnya.
“Kalau begitu, bagaimana jika mulai sekarang kita saling mengakrabkan diri?” jawab Sang Pangeran Muda dengan kerlingan nakal di matanya.

“APA?” Little Anastasia tampak tak mengerti dengan isi kepala bocah laki-laki ini. Namun saat little Anastasia ingin melontarkan protesnya, suara musik mendadak mengalun merdu di sekeliling aula.

“Wah, lagu yang pas untuk berdansa,” ujar si Pangeran Muda, lagi-lagi memotong ucapan Anastasia.
“Ehem... Bersediakah Grand Duchess Anastasia berdansa denganku?” Pangeran Alex membungkukkan sedikit badannya dan mengulurkan tangan kirinya pada Anastasia.

Ratu Maud dan Dowager Empress Marie tampak tersenyum senang melihat Pangeran Muda yang benar-benar tanggap.

“Benar, Pangeran. Kau harus mengakrabkan diri dengannya. Oh, Nastya, Bibi tak sabar untuk segera menjadikanmu menantu,” ujar Ratu Maud dalam hatinya dengan tersenyum gembira.

“Kenapa aku harus berdansa denganmu?” Little Anastasia tampak masih mengomel kesal.

“Bukankah Tuan Putri yang sedang berulang tahun harus turun ke lantai dansa? Jika kau tidak berdansa lebih dulu, maka tamu yang lain akan tetap diam di sana. Bukankah itu tidak sopan? Ayahmu pasti akan menjadi bahan cemooh semua tamu undangan,” ujar Pangeran Muda, lembut namun penuh intimidasi.

“Aku tak tahu caranya berdansa,” jawab Little Anastasia dengan malas, walaupun faktanya di awal acara tadi, dia sudah berdansa dengan sang ayah sebagai tanda bahwa Pesta Dansa resmi dimulai. Dan tentunya, Alexander melihat hal ini.

Dia tersenyum kecil karena tahu bahwa gadis nakal ini hanya sedang berpura-pura saja karena malas berdansa dengannya. Namun justru ini yang membuat Anastasia semakin tampak menarik di mata Pangeran Muda itu.

“Seorang Putri yang jual mahal memang lebih menarik. So you want to play hard to get, Princess?” ujar Pangeran Alex dalam hatinya sambil tersenyum mengerti.

“Bukankah tadi kau sudah membuka acara ini dengan berdansa bersama Ayahmu? Princess, kau tidak pandai berbohong!” ujar Pangeran Alex dengan nada menyindir.

“Aku tidak peduli. Kau harus berdansa denganku. Ayo!” Pangeran Alex tampak tak peduli dan spontan menarik tangan kanan Anastasia dan mengajaknya meluncur ke lantai dansa.

“Kau pikir apa yang sedang kau lakukan?” protes Anastasia saat Pangeran Muda itu menariknya begitu saja ke tengah aula untuk  berdansa.

Spontan semua tamu undangan bertepuk tangan saat melihat bintang utama mereka, yaitu Grand Duchess Anastasia yang sedang berulang tahun ada di tengah-tengah aula pesta bersama pasangan dansanya.

Sementara Ratu Maud dan Dowager Empress Marie hanya memandang kedua anak itu dengan senyum gembira di wajah mereka.

“Sepertinya kau tidak akan bisa mundur lagi, Princess. Jika tidak, kau akan mempermalukan keluargamu,” bisik Pangeran Alex dengan senyuman licik di bibirnya.

“Dasar licik! Menyebalkan! Tukang maksa!” maki little Anastasia seraya mengerucutkan bibirnya cemberut namun tetap meraih tangan Pangeran Muda itu untuk berdansa dengannya.

“Smile, Princess.” Bisiknya seraya menarik tubuh Putri kecil itu ke dalam pelukannya dan mulai berdansa dengan pelan.

Pangeran Alex meletakkan sebelah tangan Anastasia di bahunya, dan dia pun memeluk pinggang Anastasia dengan erat, sementara kedua tangan mereka yang lain saling bertautan.

Anastasia tampak canggung saat tubuh mereka berdekatan. Spontan pipinya semakin merah. Ini yang pertama kalinya dia berdekatan dengan lawan jenis yang bukan ayah atau adiknya.

“Jangan memelukku erat-erat!” gumam little Anastasia tak nyaman.
“Hei, jaga tanganmu! Jangan berkeliaran ke mana-mana!” omel Anastasia dengan berisik.
“Diam dan ikuti aku! Kau tak bisa lari, Princess! Karena kau sudah ditakdirkan menjadi milikku!” ujar Pangeran Alex dengan seringai nakal di bibirnya.

“APA?” lagi-lagi Anastasia hanya mampu memprotes bingung tanpa bisa berbuat apa-apa.
“Bahkan Mommy pun juga sudah setuju. Anastasia, kau pasti akan jadi milikku!” ujar Pangeran Muda itu dalam hatinya.

Together In Norway. Sama seperti kalung itu, kita akan bersama selamanya di Norwegia. Suatu hari nanti, aku pasti akan menukar kalung itu dengan cincin, jadi tunggulah saat itu tiba. Aku akan datang da membawamu ke Norwegia,” lanjut Pangeran Muda itu, diam-diam berjanji dalam hatinya.

Tanpa mereka sadari, sepasang mata sedang menatap tajam keduanya dari arah kerumunan tamu undangan.

End Of Flashback.

— 0000000 —-

Back to Present :
“Bolehkan aku ikut mencari Nastya, Nenek?” tanya seorang pemuda tampan berambut coklat terang dan bermata biru yang kira-kira berusia tujuh belas hingga delapan belas tahun tersebut kepada kedua wanita tua yang duduk tak jauh dari tempatnya berdiri.

“Crown Prince Alexander? Sejak kapan kau di sini?” tanya Dowager Queen Alexandra, tampak kaget dengan kehadiran cucu laki-lakinya.

“Maafkan kelancangan saya, Yang Mulia. Saya sungguh tak bermaksud menguping,” ujar pria muda itu dengan sopan.

“Maafkan aku yang tidak mendidiknya dengan baik. Kami tak bermaksud menguping, Mom.” ujar seorang wanita setengah baya yang tampak anggun dengan gaun panjang berwarna merah marun yang menjuntai hingga ke tanah dan mahkota yang terpasang di atas sanggulnya.

“Maud? Kau juga datang, Nak?” tanya Dowager Queen Alexandra pada putri kesayangannya.

“Salam untuk Mommy dan Bibi Marie. Kami datang untuk berkunjung, Mom. Namun kami tak sengaja mendengar berita menyedihkan ini saat kami berada di depan pintu. Dan tanpa mengucapkan salam lebih dahulu, putraku yang tidak tahu sopan ini langsung saja menyerbu masuk,” jawab Ratu Maud seraya melirik tajam pada putra semata wayangnya.

“Sudahlah. Sekarang bukan waktunya mempermasalahkan tentang semua protokol Istana,” jawab Dowager Queen Alexandra tidak mempermasalahkan.

“Terima kasih untuk kemurahan hati Nenek. Pangeran Alexander datang berkunjung. Salam untuk kedua Nenek, semoga kedua Nenek panjang umur dan diberi kesehatan selalu,” akhirnya Pangeran Muda yang tadi menerobos masuk pun, memberi salam dengan hormat.

“Untuk apa aku berumur panjang, jika wanita tua ini hanya hidup untuk menyaksikan anak-anak dan cucu-cucunya menjadi korban pembantaian keji yang takkan pernah bisa dia lupakan?” jawab Dowager Empress Marie dengan air mata yang kembali mengalir.

“Oh Bibi, jangan bicara seperti itu! Bibi masih memiliki kami di sini,” ujar Ratu Maud seraya berlari menghampiri Bibinya dan berlutut di samping kaki wanita itu dan meletakkan kepalanya dalam pangkuan wanita tua itu.

“Jika aku boleh memilih, lebih baik aku memilih wanita tua ini saja yang mati daripada putraku Nicky. Apalagi anak-anaknya yang masih kecil,” sahut Dowager Empress Marie dengan setetes air mata jatuh mengenai pipi Ratu Maud yang membaringkan kepalanya dalam pangkuan wanita itu.

“Benarkah apa yang kami dengar itu? Nicky dan anak-anaknya, benarkah sesuatu yang buruk telah menimpa mereka?” tanya Ratu Maud dengan mata berkaca-kaca membayangkan nasib sepupunya di Russia.

Perlahan dia mengangkat kepalanya dan menatap mata Dowager Empress Marie seolah meminta kepastian. Dowager Empress Marie mengangguk singkat seraya menyeka air matanya.

“Tidak! Kenapa ini bisa terjadi? Nicky… Oh Ya Tuhan.” Ratu Maud tak sanggup lagi menahan air matanya dan dia pun ikut menangis sedih mengingat nasib malang saudara sepupunya.

“Tapi masih ada sebuah titik terang, kan? Anastasia masih hidup di luar sana. Keturunan terakhir Romanov masih hidup di luar sana,” Dowager Queen Alexandra memberi secercah harapan.

“Jadi itu benar kan, Nenek? Nastya masih hidup, iya kan? Bolehkah aku ikut mencarinya?” tanya Sang Pangeran Muda dengan penuh harap.

To be continued....

— 000000 —

Note :
Pangeran Alex yang terlahir dengan nama Pangeran Alexander Edward Christian Frederik (later King Olav V of Norway), merupakan putra tunggal dari Princess Maud of British Kingdom dan Prince Carl of Denmark (later King Haakon VII of Norway) dan menjadi Raja Norwegia sejak tahun 1957-1991. Pangeran Alexander adalah cucu kandung dari Dowager Queen Alexandra dan cucu keponakan dari Dowager Empress Marie dari Russia. Ibu Pangeran Alex yaitu Ratu Maud adalah adik sepupu dari Tsar Nicholas II dari Russia (ayah Anastasia).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar