Little Anastasia yang melihatnya spontan tertawa geli seraya tersenyum meminta maaf, “Uuppss! Maafkan aku. Aku tak sengaja membukanya terlalu keras. Itu karena aku terlalu senang karena Nenekku pulang,” ujar Little Anastasia dengan ramah seraya terkikik geli.
Mau tidak mau, para pengawal yang awalnya sempat kesal karena merasa kaget mendengar suara pintu yang dibanting keras, kini membungkuk hormat dengan tersenyum canggung karena melihat Sang Putri meminta maaf sambil tersenyum manis.
“Tidak apa-apa, Yang Mulia. Bukan masalah besar. Anda tak perlu meminta maaf,” ujar salah satu dari mereka, mewakili yang lain.
“Jangan marah padaku, ya! Aku akan sedih kalau kalian marah padaku,” ujar Little Anastasia seraya menatap pengawalnya dengan lugu dan wajah memelas.
“Oh Little Nastya, siapa yang akan bisa marah padamu? Kau sangat manis dan menggemaskan,” ujar seorang wanita tua yang tampak anggun seraya berjalan ke arah mereka. Wanita itu seolah mewakili para pengawal memberikan jawaban mereka.
“NENEK!” seru Little Anastasia dengan riang seraya berlari ke arah Neneknya, yang spontan membuka lebar-lebar lengannya dan membungkukkan tubuhnya agar dapat sejajar dengan cucu mungilnya.
HAAPPP. Tubuh mungil Little Anastasia seolah mendarat dengan nyaman di lengan hangat sang Nenek yang sangat dirindukannya.
“Salam Hormat pada Dowager Empress Marie,” ujar para pengawal dan dayang istana yang tadi mengawal Little Anastasia, secara serentak.
Napas mereka nampak tersengal-sengal karena mengejar Sang Putri Kecil yang berlari dengan cepat. Mereka semua tampak membungkuk hormat lalu kemudian berdiri berjajar di dinding kamar setelah mendapat anggukan singkat dari sang Ibu Suri.
“Oh, Putri Kecil Nenek sekarang sudah bertambah tinggi,” puji Dowager Empress Marie seraya memeluk cucu kesayangannya dengan sayang.
“Apanya yang bertambah tinggi? Kak Olga dan Tatiana selalu memanggilku si ‘mungil’ karena tubuhku yang tidak kunjung tinggi,” Little Anastasia spontan melepaskan pelukan hangat Neneknya dan berjalan menjauh dengan wajah sedih.
“Tidak. Kakak-kakakmu hanya menggodamu saja, sayang. Lagipula, kau masih berusia dua belas tahun, kau masih bisa bertumbuh tinggi beberapa tahun lagi jika kau makan dengan baik dan teratur,” ujar Sang Nenek dengan lembut seraya berjalan mendekati Little Anastasia yang duduk dengan muram di depan jendela kamarnya yang terbuka.
“Benarkah?” tanya Little Nastya dengan mata berbinar.
“Tentu. Kapan Nenek pernah berbohong padamu?” ujar Sang Nenek dengan sabar.
“Nenek memang yang terbaik,” ujar Little Anastasia, kembali menghambur ke dalam pelukan Neneknya dengan manja.
Mereka berpelukan hangat lagi untuk beberapa saat, sebelum sang Nenek memberi tanda pada dayang istananya untuk membawa sebuah kotak besar ke arah mereka. Little Anastasia memandang kotak tersebut dengan mata berbinar.
“Apa itu hadiah untukku?” tanyanya antusias.
“Tentu saja. Bukankah hari ini adalah Hari Ulang Tahunmu?” jawab Sang Nenek membenarkan seraya meraih kotak tersebut dan memberikannya pada Sang Putri.
“Bukalah, sayang.” Perintah Sang Nenek dengan lembut yang segera dilaksanakan dengan senang hati oleh sang cucu. Little Anastasia membuka hadiahnya dengan antusias dan menemukan sebuah gaun yang sangat indah di dalam sana.
Gaun berwarna merah muda yang manis dengan renda-renda di bagian ujung gaun tersebut dan lipatan-lipatan kecil di bagian pinggang dan di bagian lengannya yang panjang serta sebuah pita mungil berwarna putih di bagian lehernya yang rendah.
“Indah sekali,” puji Little Anastasia dengan kagum.
“Kau suka?” tanya Sang Nenek, tampak lega karena cucu kesayangannya tampak menyukai hadiah ulang tahunnya.
“Suka sekali,” jawab Little Anastasia lalu berlari ke arah cermin yang berukuran lebih besar dari tubuhnya. Dia memegang erat gaun tersebut seraya menempelkannya ke tubuhnya sendiri dan berkaca berputar-putar.
“Nenek senang kau menyukainya. Nenek yakin kau akan menjadi gadis tercantik di pesta malam ini,” puji Sang Nenek, seraya turut bergabung di depan cermin.
“Apa aku harus datang ke pesta itu?” Little Anastasia masih tampak tidak menyukai ide tentang pesta dansa tersebut.
“Tentu saja kau harus datang. Kau adalah bintang utamanya, sayang. Ini adalah pesta ulang tahunmu,” ujar Sang Nenek, masih berusaha membujuk. Dia tahu bahwa Little Anastasia sangat tidak menyukai pesta ataupun keramaian semacam itu.
“Tapi aku tak suka pesta,” jawab Little Anastasia cemberut.
“Kalau begitu kau akan membuat Nenek menjadi sangat sedih dan terluka, karena Nenek sengaja membuatkan gaun itu khusus untukmu agar bisa kau kenakan di Pesta Dansa,” jawab Sang Nenek, memasang wajah sedih agar Sang cucu iba.
“Apa kau suka melihat Nenek sedih, Nastya?” tanya Sang Nenek.
Little Anastasia menatap Neneknya yang tampak sedih lalu menggeleng pelan, “Tidak. Aku tak mau Nenek sedih karena aku,” jawabnya cemberut.
“Nenek tahu kau gadis yang baik,” bujuk Sang Nenek sambil tersenyum.
“Baiklah Nastya, kalau begitu sekarang ganti gaunmu karena kita akan bersiap untuk pesta dansa malam ini,” lanjut Sang Nenek.
Little Anastasia hanya menarik napas pasrah seraya bergumam pelan, “Baiklah.” Gumamnya lirih.
“Bantu Tuan Putri mengganti gaunnya!” perintah Sang Ibu Suri kepada Dayang Anastasia, yang segera disanggupi dengan membawa Sang Putri Kecil ke dalam ruang ganti di dalam kamarnya.
Saat para dayang istana tampak sibuk membantu mengganti gaun Putri Kecil mereka, ketiga putri Romanov yang lain tampak memasuki kamar tersebut.
“Apa Nastya sudah siap, Nenek?” tanya yang tertua, Grand Duchess Olga seraya mencium sayang kedua pipi Neneknya.
“Susah sekali membujuk adik kalian itu,” jawab Sang Nenek seraya menggelengkan kepalanya pasrah.
“Dia memang nakal dan keras kepala,” jawab Grand Duchess Tatiana, bergantian memeluk Neneknya.
“Itu sebabnya kami percayakan pada Nenek. Kami tahu Nastya hanya mau menuruti Neneknya,” Putri ketiga Romanov, Grand Duchess Maria menimpali seraya tersenyum manis dan memeluk neneknya sayang.
“Kami sangat merindukan Nenek,” ujar Grand Duchess Maria seraya mengalungkan lengannya manja di lengan Neneknya.
“Apa yang kalian lakukan di kamarku?” Little Anastasia tampak kaget melihat kakak-kakaknya berada di kamarnya.
“Kami akan membantumu berdandan, adik kecil.” jawab Putri tertua, Grand Duchess Olga seraya memberi tanda kepada yang lain.
“Kalian pasti ingin mengacaukan rambutku lagi, kan?” omel Little Anastasia kesal karena kerap dijadikan eksperimen oleh kakak-kakaknya.
“Percayalah kepada kami kali ini, Adik.” jawab Grand Duchess Tatiana seraya menarik lengan Anastasia dan memaksanya duduk di depan meja rias.
“Kalian kan juga punya rambut sendiri, kenapa harus selalu menyiksa rambutku?” lagi, Little Anastasia mengomel. Tapi kakak-kakaknya tampak tak peduli dan mulai menyisiri rambutnya.
“Ini menyebalkan. Aku akan membunuh kalian bertiga jika aku tampak seperti badut. Awas saja!” ancam Little Anastasia seraya memandang kakak-kakaknya dari balik cermin dengan cemberut.
Alexander Palace...
Grand Duchess Olga dan Tatiana kali ini benar-benar melakukan pekerjaan yang hebat, mereka berhasil mendandani Little Anastasia menjadi sangat cantik dan mempesona.
“Ayolah, Nastya! Ini adalah pestamu. Happy Birthday, Lil Sist.” ujar ketiga Grand Duchess seraya bergantian mencium pipi adik mereka sebelum akhirnya berjalan lebih dulu memasuki ruang pesta yang sudah dihias dengan begitu megah.
Little Anastasia menarik napas gugup, dia tidak begitu menyukai keramaian, apalagi sesuatu yang mereka sebut dengan Pesta Dansa Istana.
“Presenting, Her Imperial Highnessess, The Grand Duchess Anastasia Nikolaevna Romanova,” presenter pesta memanggil nama Anastasia dengan lantang, memperkenalkan sang Putri Kecil kepada semua tamu yang hadir di sana.
Perlahan pintu ruang pesta terbuka lebar diiringi dengan tepuk tangan meriah semua tamu yang hadir di sana, mayoritas dari mereka adalah tamu Kerajaan, para sepupu Anastasia yang datang dari berbagai Kerajaan.
Alexander Palace...
Grand Duchess Olga dan Tatiana kali ini benar-benar melakukan pekerjaan yang hebat, mereka berhasil mendandani Little Anastasia menjadi sangat cantik dan mempesona.
“Ayolah, Nastya! Ini adalah pestamu. Happy Birthday, Lil Sist.” ujar ketiga Grand Duchess seraya bergantian mencium pipi adik mereka sebelum akhirnya berjalan lebih dulu memasuki ruang pesta yang sudah dihias dengan begitu megah.
Little Anastasia menarik napas gugup, dia tidak begitu menyukai keramaian, apalagi sesuatu yang mereka sebut dengan Pesta Dansa Istana.
“Presenting, Her Imperial Highnessess, The Grand Duchess Anastasia Nikolaevna Romanova,” presenter pesta memanggil nama Anastasia dengan lantang, memperkenalkan sang Putri Kecil kepada semua tamu yang hadir di sana.
Perlahan pintu ruang pesta terbuka lebar diiringi dengan tepuk tangan meriah semua tamu yang hadir di sana, mayoritas dari mereka adalah tamu Kerajaan, para sepupu Anastasia yang datang dari berbagai Kerajaan.
Sambutan hormat juga datang dari para pengawal dan dayang istana yang berdiri berjejer di depan dinding dan membungkukkan badannya hormat setiap kali Sang Putri lewat di hadapan mereka.
Little Anastasia mau tidak mau tersenyum senang melihat pesta dansa istana yang disiapkan khusus untuk merayakan Hari Ulang Tahunnya.
Di depan sana, di atas tahta tempat ayah dan ibunya – Tsar Nicholas II dan Tsarina Alexandra duduk, dia juga melihat Neneknya – Dowager Empress Marie dan keempat saudaranya – Olga, Tatiana, Maria dan si kecil Tsarevich Alexei menunggunya seraya ikut bertepuk tangan dengan gembira.
Tsar Nicholas II telah mempersiapkan pidato singkat untuk ulang tahun putrinya, mendoakannya agar selalu sehat, panjang umur, bahagia selalu dan kelak bisa mendapatkan suami yang akan membuatnya bahagia selamanya.
Little Anastasia mau tidak mau tersenyum senang melihat pesta dansa istana yang disiapkan khusus untuk merayakan Hari Ulang Tahunnya.
Di depan sana, di atas tahta tempat ayah dan ibunya – Tsar Nicholas II dan Tsarina Alexandra duduk, dia juga melihat Neneknya – Dowager Empress Marie dan keempat saudaranya – Olga, Tatiana, Maria dan si kecil Tsarevich Alexei menunggunya seraya ikut bertepuk tangan dengan gembira.
Tsar Nicholas II telah mempersiapkan pidato singkat untuk ulang tahun putrinya, mendoakannya agar selalu sehat, panjang umur, bahagia selalu dan kelak bisa mendapatkan suami yang akan membuatnya bahagia selamanya.
Setelah pidato singkat tersebut, Little Anastasia berdansa dengan beberapa tamunya. Dimulai dari Sang Ayah, lalu kemudian bergantian dengan beberapa sepupunya.
Walau sebenarnya tidak begitu menyukai pesta, tapi Little Anastasia dan Tsarevich Alexei tampak sangat menyukai makanan yang dihidangkan oleh dapur Istana.
Tapi itu semua tidak berlangsung lama, karena anak laki-laki bermata biru dan berambut coklat terang yang ditemuinya siang tadi tiba-tiba saja ada di sana.
“Sulit dipercaya ternyata gadis sepertimu adalah Putri Romanov,” ujar seorang anak laki-laki bermata biru pada Little Anastasia yang spontan membuat gadis kecil itu tersedak.
“KAU! Apa yang kau lakukan di dalam Istanaku?” seru Little Anastasia kaget seraya sekali lagi mengarahkan telunjuknya di depan hidung anak laki-laki itu.
Walau sebenarnya tidak begitu menyukai pesta, tapi Little Anastasia dan Tsarevich Alexei tampak sangat menyukai makanan yang dihidangkan oleh dapur Istana.
Tapi itu semua tidak berlangsung lama, karena anak laki-laki bermata biru dan berambut coklat terang yang ditemuinya siang tadi tiba-tiba saja ada di sana.
“Sulit dipercaya ternyata gadis sepertimu adalah Putri Romanov,” ujar seorang anak laki-laki bermata biru pada Little Anastasia yang spontan membuat gadis kecil itu tersedak.
“KAU! Apa yang kau lakukan di dalam Istanaku?” seru Little Anastasia kaget seraya sekali lagi mengarahkan telunjuknya di depan hidung anak laki-laki itu.
“Hei, bukankah sudah kubilang kalau mengarahkan telunjuk di depan hidung orang lain itu tidak sopan?” jawab si anak laki-laki bermata biru seraya menggenggam jari telunjuk Little Anastasia dan menurunkannya. Namun kali ini, si anak laki-laki tersebut tampak tak marah seperti sebelumnya.
“Bagaimana kau bisa masuk ke dalam istanaku?” Little Anastasia bertanya dengan nada kesal.
“Tentu saja aku punya cara,” jawab si anak laki-laki bermata biru itu dengan santainya.
“Aku yakin kau adalah seorang penyusup yang masuk dengan diam-diam. Jika kau tak segera pergi sekarang, aku akan memanggil pengawalku untuk mengusirmu keluar!” ancam Little Anastasia dengan galak.
Namun si anak laki-laki justru tertawa meremehkannya, “Coba saja jika kau bisa,” tantangnya dengan berani sambil tersenyum tipis.
“Dengar! Ini adalah hari ulang tahunku, jadi selama aku masih berbaik hati lebih baik kau pergi sendiri,” ujar Little Anastasia kesal.
“Bagaimana jika aku tak mau pergi?” si anak laki-laki kembali menantang.
“Baik. Kau tunggu di sini! Aku akan panggil pengawalku untuk mengusirmu keluar,” ujar Little Anastasia kesal.
Namun belum sempat Little Anastasia melaksanakan niatnya, Nenek dan Bibinya sudah lebih dulu tiba di sana dan memberinya sebuah berita yang mengejutkan.
“Oh, jadi kalian sudah bertemu? Baguslah. Sepertinya kalian akrab,” ujar seorang wanita muda di kisaran usia tiga puluh tahunan pada kedua anak kecil tersebut.
“Bibi Maud, Bibi juga datang? Maaf, aku belum sempat menyapa Bibi.” Ujar si Putri Kecil menyapa sang Bibi seraya mengangkat ujung gaunnya dan membungkuk hormat.
“Ya ampun, Nastya. Kau tak perlu begitu formal, sayang. Ini adalah ulang tahunmu jadi kaulah bintang utamanya,” ujar wanita itu dengan lembut lalu membungkuk dan memeluk Little Anastasia dengan sayang.
“Happy Birthday, Little Princess.” bisik wanita itu lembut lalu mencium pipi Anastasia dengan sayang.
”Terima kasih, Bibi.” Jawab Anastasia dengan ceria.
“Jadi, apa tidak ada hadiah untukku?” tambahnya dengan senyuman nakal dan mata berbinar.
“Tentu saja ada. Kau adalah Putri Romanov yang terkenal, bagaimana bisa aku datang kemari dengan tangan kosong? Aku tak mau Russia mengirim pasukan ke Norwegia untuk menagih hadiahnya hahaha…” goda sang Bibi.
Dowager Empress Marie yang berdiri di belakang mereka hanya tersenyum geli.
“Mana mungkin? Russia dan Norwegia kan bersaudara, begitu juga dengan Inggris,” jawab si kecil Nastya yang tampak menganggap serius ucapan itu.
“Bibi tahu sayang, Bibi hanya bercanda,” jawab wanita itu lembut dan sabar.
“Bawa kemari hadiah untuk Sang Putri!” ujarnya tegas kepada salah satu dayang yang berdiri di belakangnya. Dayang tersebut tampak mengangguk mengerti lalu menyerahkan sebuah kotak mungil pada Sang Ratu Norwegia.
“Ini untukmu, Nastya sayang.” ujar Ratu Maud seraya menyerahkan kotak mungil tersebut kepada Anastasia yang tampak bingung.
“Kenapa sangat kecil?” Little Anastasia tampak sedikit kecewa melihat betapa kecilnya hadiah yang diterimanya.
“Buka dan lihat dulu isinya, Nastya.” ujar sang Nenek seraya memberi tanda ke arah kotak mungil tersebut. Little Anastasia mengangguk riang dan matanya yang tadinya lesu kini mendadak berbinar ketika mengetahui apa isinya.
To be continue...
— 0000000 —
Note : Ratu Maud dari Norwegia, yang terlahir dengan nama Princess Maud Charlotte Mary Victoria, adalah seorang putri dari kerajaan Inggris dan merupakan putri dari Raja Edward VII dari Kerajaan Inggris dan Ratu Alexandra dari Kerajaan Denmark.
Ratu Alexandra, yang kemudian dikenal dengan Dowager Queen Alexandra adalah kakak kandung dari Dowager Empress Marie. Queen Maud of Norway adalah keponakan dari Nenek Anastasia dan sepupu perempuan ayah Anastasia dari jalur Ibu. Pada tanggal 22 Juli 1896, Princess Maud menikah dengan sepupu pertamanya yaitu Prince Carl of Denmark (later King Hakoon VII of Norway) yang merupakan anak kedua dari kakak Ibunya (kakak dari Dowager Queen Alexandra). Pada tahun 1905, Prince Carl of Denmark dinobatkan menjadi Raja Norwegia.
“Bagaimana kau bisa masuk ke dalam istanaku?” Little Anastasia bertanya dengan nada kesal.
“Tentu saja aku punya cara,” jawab si anak laki-laki bermata biru itu dengan santainya.
“Aku yakin kau adalah seorang penyusup yang masuk dengan diam-diam. Jika kau tak segera pergi sekarang, aku akan memanggil pengawalku untuk mengusirmu keluar!” ancam Little Anastasia dengan galak.
Namun si anak laki-laki justru tertawa meremehkannya, “Coba saja jika kau bisa,” tantangnya dengan berani sambil tersenyum tipis.
“Dengar! Ini adalah hari ulang tahunku, jadi selama aku masih berbaik hati lebih baik kau pergi sendiri,” ujar Little Anastasia kesal.
“Bagaimana jika aku tak mau pergi?” si anak laki-laki kembali menantang.
“Baik. Kau tunggu di sini! Aku akan panggil pengawalku untuk mengusirmu keluar,” ujar Little Anastasia kesal.
Namun belum sempat Little Anastasia melaksanakan niatnya, Nenek dan Bibinya sudah lebih dulu tiba di sana dan memberinya sebuah berita yang mengejutkan.
“Oh, jadi kalian sudah bertemu? Baguslah. Sepertinya kalian akrab,” ujar seorang wanita muda di kisaran usia tiga puluh tahunan pada kedua anak kecil tersebut.
“Bibi Maud, Bibi juga datang? Maaf, aku belum sempat menyapa Bibi.” Ujar si Putri Kecil menyapa sang Bibi seraya mengangkat ujung gaunnya dan membungkuk hormat.
“Ya ampun, Nastya. Kau tak perlu begitu formal, sayang. Ini adalah ulang tahunmu jadi kaulah bintang utamanya,” ujar wanita itu dengan lembut lalu membungkuk dan memeluk Little Anastasia dengan sayang.
“Happy Birthday, Little Princess.” bisik wanita itu lembut lalu mencium pipi Anastasia dengan sayang.
”Terima kasih, Bibi.” Jawab Anastasia dengan ceria.
“Jadi, apa tidak ada hadiah untukku?” tambahnya dengan senyuman nakal dan mata berbinar.
“Tentu saja ada. Kau adalah Putri Romanov yang terkenal, bagaimana bisa aku datang kemari dengan tangan kosong? Aku tak mau Russia mengirim pasukan ke Norwegia untuk menagih hadiahnya hahaha…” goda sang Bibi.
Dowager Empress Marie yang berdiri di belakang mereka hanya tersenyum geli.
“Mana mungkin? Russia dan Norwegia kan bersaudara, begitu juga dengan Inggris,” jawab si kecil Nastya yang tampak menganggap serius ucapan itu.
“Bibi tahu sayang, Bibi hanya bercanda,” jawab wanita itu lembut dan sabar.
“Bawa kemari hadiah untuk Sang Putri!” ujarnya tegas kepada salah satu dayang yang berdiri di belakangnya. Dayang tersebut tampak mengangguk mengerti lalu menyerahkan sebuah kotak mungil pada Sang Ratu Norwegia.
“Ini untukmu, Nastya sayang.” ujar Ratu Maud seraya menyerahkan kotak mungil tersebut kepada Anastasia yang tampak bingung.
“Kenapa sangat kecil?” Little Anastasia tampak sedikit kecewa melihat betapa kecilnya hadiah yang diterimanya.
“Buka dan lihat dulu isinya, Nastya.” ujar sang Nenek seraya memberi tanda ke arah kotak mungil tersebut. Little Anastasia mengangguk riang dan matanya yang tadinya lesu kini mendadak berbinar ketika mengetahui apa isinya.
To be continue...
— 0000000 —
Note : Ratu Maud dari Norwegia, yang terlahir dengan nama Princess Maud Charlotte Mary Victoria, adalah seorang putri dari kerajaan Inggris dan merupakan putri dari Raja Edward VII dari Kerajaan Inggris dan Ratu Alexandra dari Kerajaan Denmark.
Ratu Alexandra, yang kemudian dikenal dengan Dowager Queen Alexandra adalah kakak kandung dari Dowager Empress Marie. Queen Maud of Norway adalah keponakan dari Nenek Anastasia dan sepupu perempuan ayah Anastasia dari jalur Ibu. Pada tanggal 22 Juli 1896, Princess Maud menikah dengan sepupu pertamanya yaitu Prince Carl of Denmark (later King Hakoon VII of Norway) yang merupakan anak kedua dari kakak Ibunya (kakak dari Dowager Queen Alexandra). Pada tahun 1905, Prince Carl of Denmark dinobatkan menjadi Raja Norwegia.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar