Rabu, 22 Juli 2026

CH 2 : I’m Not Her! ll The Last Princess Of Russia


Petrograd (now St Petersburg), Russia...
Seorang gadis muda berambut coklat gelap yang mengenakan penutup di kepalanya, menatap poster besar seorang gadis muda yang ditempel di dinding kota dengan tatapan mata tak percaya.

Gadis muda dalam poster itu berwajah cantik, dia memiliki rambut pirang strawberry dan mengenakan gaun kebesaran seorang Putri Kekaisaran Russia.

Memalingkan kepalanya ke kiri dan ke kanan untuk memastikan bahwa kondisi di sekitarnya aman, dia merobek poster besar itu dan menyelipkannya di balik gaunnya yang panjang dan menjuntai hingga ke tanah.

Dengan tergesa-gesa dia berjalan menembus dinginnya salju yang turun di sepanjang jalan Russia yang tampak lengang, berjalan ke arah sebuah rumah besar yang tampak sunyi dan kosong.

Sebuah gedung bioskop, atau apa yang dulunya pernah menjadi gedung bioskop sebelum tentara merah Bolsheviks membakar tempat itu.

“Apa ini kau? Apa kau adalah Grand Duchess Anastasia yang sedang menyamar? Postermu tersebar di seluruh penjuru negeri. Mereka ingin menangkapmu hidup atau mati!” ujar seorang gadis berambut coklat gelap pada temannya.

“APA?” hanya kalimat itu yang mampu terucap dari bibir lawan bicaranya.

“Lihat ini! Kau sangat mirip dengan gadis dalam poster ini. Gadis ini adalah Grand Duchess Anastasia Nikolaevna yang kabarnya lolos dari maut saat pembantaian keluarga Kerajaan Romanov terjadi,” ujar gadis muda berambut coklat gelap itu dengan berbisik, seolah takut ada seseorang yang akan mendengarkan pembicaraan mereka.

“Pasukan revolusi Bolsheviks kini sedang mencarinya, mereka akan memberikan imbalan sepuluh juta rubel bagi siapa pun yang bisa membawa Sang Putri kepada mereka, hidup atau mati!” lanjut gadis berambut coklat berombak itu pada gadis lain yang tampak kaget melihat poster yang dia tunjukkan.

“Jadi ini jawabannya? Jadi ini jawabannya kenapa semua orang memandangku dengan aneh beberapa hari ini? Ini jawaban kenapa waktu itu aku hampir mati saat beberapa pria tidak dikenal tiba-tiba saja menangkapku?” gadis itu meremas kesal poster seorang gadis muda yang berwajah mirip dengannya itu.

“Itu karena kepalamu berharga sepuluh juta rubel, teman. Sekarang kau menjadi orang yang paling dicari di seluruh penjuru Russia,” ujar si gadis berambut coklat sambil berdecak kagum.

“Kepala Grand Duchess Anastasia, maksudmu? Jangan lupa, aku bukan Grand Duchess Anastasia!” Jawab si gadis berambut pirang strawberry itu dengan kesal.

Jika saja Monarki masih berjaya, dia akan bersorak girang karena memiliki wajah yang sama dengan Sang Putri, tapi tidak saat Monarki sudah hancur seperti saat ini.

Kemiripan wajahnya dengan sang Putri akan membuat hidupnya dalam bahaya. Sekarang semua orang menginginkan nyawanya, apalagi dengan embel-embel hadiah uang yang tak terhitung banyaknya.

“Ini sama sekali tidak masuk akal! Kau tahu aku bukan dia! Aku bahkan tak pernah keluar dari kota ini. Aku tak pernah bertemu keluarga Kerajaan sebelumnya. Aku tak tahu kenapa aku bisa memiliki wajah yang sama dengannya. Ini sama sekali tidak masuk akal!” lanjut gadis berambut pirang strawberry itu tak percaya.

“Tapi ini fakta yang tidak bisa dibantah! Dan sekarang kau tak bisa keluar dengan mudah. Semua orang akan mengenalimu dan melaporkanmu ke Pasukan Revolusi Bolsheviks karena mengira kau adalah dia. Hidupmu dalam bahaya jika kau terus tinggal di Russia,” Ujar si gadis berambut coklat tampak cemas.

“Apa kau bilang? Pasukan Revolusi? Bagiku, Bolsheviks adalah sekumpulan pemberontak keji yang tega menghabisi seluruh keluarga Kerajaan Romanov, bahkan mereka tega membunuh Tsarevich Alexei yang masih sangat kecil. Mereka pemberontak keji yang tak punya hati!” Seru si gadis berambut pirang strawberry itu dengan marah.

“Dan sekarang kau bicara seolah-olah kau adalah Grand Duchess Anastasia,” Ujar si gadis berambut coklat tampak khawatir.

“Aku serius, Ariadna! Pergilah sejauh mungkin dari Russia!” Lanjut si gadis berambut coklat sekali lagi.

“Dan ke mana aku harus pergi, Dayana? Aku tidak punya siapa-siapa di dunia ini! Aku tumbuh dan besar di Panti Asuhan, lalu ke mana aku harus pergi?” tanya gadis itu, Ariadna dengan bingung.

“Ke mana pun asal tinggalkan Russia. Kau benar-benar akan mati jika pasukan Bolsheviks menemukanmu,” Ujar temannya – Dayana tampak cemas.

“Aku bukan Grand Duchess Anastasia! Jadi kenapa aku harus takut pada mereka? Aku tidak melakukan kesalahan apa pun! Aku tak punya hubungan apa pun dengan keluarga kerajaan Romanov. Kenapa aku harus pergi dari tempat di mana aku dibesarkan selama ini?” Ariadna menjerit frustasi.

“Dan apa kau punya bukti kalau kau bukan Anastasia?” tanya Dayana.
“Lalu apa mereka punya bukti kalau aku adalah Anastasia?” Ariadna balik bertanya dengan frustasi.
“Wajahmu yang sama persis dengannya adalah bukti yang sangat kuat,” Jawab Dayana tampak pasrah.
“Tapi aku bukan dia, demi Tuhan!” lagi, Ariadna menjerit frustasi.

“Kita tumbuh besar bersama di panti asuhan, kau tahu aku tak punya keluarga. Kau bisa bersaksi untukku kalau aku bukan gadis dalam poster itu. Dan orang-orang di panti asuhan juga bisa bersaksi untukku, bukan?” Ariadna masih yakin bahwa dia bisa menjelaskan semuanya dan membuktikan bahwa dia bukan gadis yang mereka cari.

“Sayangnya mereka tidak akan peduli semua itu. Pemimpin Pasukan Tentara Merah Bolsheviks – Vladimir Lenin hanya ingin menghabisi keluarga kerajaan Romanov,” sahut Dayana, mengingatkan sahabatnya.

“Mereka ingin mengambil alih kekuasaan dan menjadi penguasa di Russia. Dan tidak peduli kau Anastasia yang asli atau bukan, mereka akan tetap menghabisimu untuk berjaga-jaga,” lanjut Dayana, terdengar masuk akal.

“Grand Duchess Anastasia pasti tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Dia pasti akan kembali dan merebut kekuasaan, juga membalaskan dendam keluarganya!” Jawab Ariadna mantap.

“Tapi Itupun jika dia benar-benar masih hidup di luar sana,” lanjut Ariadna, kali ini terdengar ragu dan tak yakin dengan ucapannya sendiri.

“Dan itulah jawabannya,” Ujar Dayana lirih.
“Jawaban apa?” Ariadna bertanya bingung.
“Hanya ada dua cara agar kau bisa hidup, temukan Anastasia yang asli atau tinggalkan Russia selamanya!” lanjut Dayana dengan mantap.

To be continued...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar