Rabu, 24 Desember 2014

(Teaser) Lucifer : Chapter 3

Novel yang mengundang sedikit kontroversi, karena di negara Indonesia yang mayoritas Muslim, umat muslim tidak mengakui adanya Malaikat Yang Terbuang bernama Lucifer, berbeda dengan kami umat Nasrani yang mengakui adanya Lucifer dan bahkan dijelaskan di dalam kitab suci kami, yaitu di ayat Yesaya mengenai kejatuhannya dari Langit. Mungkin perbedaan paham itulah yang membuat Novel dengan tema seperti ini masih sulit diterima oleh publik *sigh* 

Jika diluar negeri, tema The Fallen Angel bisa dibilang cukup umum, tapi tidak jika di Indonesia ini. Sebelum saya hadir dengan tema Lucifer, di #GWP2 belum ada penulis lain yang menulis tema ini, tapi setelah saya hadir dengan tema Angels vs Demons ditambah dengan kenyataan bahwa saya selalu menjadi Penulis Terpopuler di Gramedia Writing Project selama 2 bulan berturut-turut *nomor 1 Bulan November dan Nomor 2 Bulan Desember* maka tema sejenis seperti ini langsung bermunculan *sigh* Plagiatisme dimana-mana *sambil nari hula-hula* Latah semua *hanya bisa mengelus dada*

Jika diantara anda ada yang berminat mengoleksi novel ini, maka saya akan membantu anda melakukan pemesanan dengan senang hati =) Tidak bosannya saya mengingatkan, you can contact me on twitter hehehe =) Tapi kalau anda lebih menyukai sesuatu yang gratisan (Hadeh, hari gini masih suka gratisan *tepok jidat* ), tenang saja, saya penulis yang cukup baik hati dengan membagi 4 bab teasernya ^.^ Happy Reading =)

"Chapter 3 : The Fallen Angel"




Lucifer kembali termenung d balkon kamarnya, mencoba mencerna semua perkataan Michael yang baginya terdengar sama sekali tak masuk akal.

“Jadi kau hanya punya dua pilihan. Bertarung denganku atau menuruti perintah Tuhan? Walau kau berusaha menolaknya, itu tak ada gunanya, cepat atau lambat kau akan menyadari betapa pentingnya dia untukmu. Itu saja yang ingin kusampaikan. Segera selamatkan dia dari Neraka. Aku pergi.” Ujar Michael singkat dan tanpa bisa dibantah, yang hanya dijawab anggukan kepala tak berdaya dari Lucifer. 

Dengan kalimat itu pula, Michael segera mengepakkan sayap Malaikatnya dan terbang ke langit, meninggalkan Lucifer dalam kebingungan.

“Belahan jiwa? Jangan buat aku tertawa! Menerobos neraka hanya untuk menyelamatkan seorang gadis yang tidak ku kenal. Sungguh lucu! Aku Lucifer, putera Fajar, terang yang memberikan nuansa baru pada kegelapan. Aku diciptakan dari cahaya-Nya. Sempurna adalah definisi yang tepat untukku. Aku menyukai posisiku. Aku menyukai peranku sebagai Malaikat kesayangan Tuhan. Aku adalah satu dari tujuh Archangel, Malaikat utama Tuhan selain Michael, Gabriel, Raphael, Uriel, Seraphiel dan Zachariel. Tapi itu sebelum Tuhan melemparku dari Surga dan mengangkat seorang Malaikat lain, Phanuel untuk menggantikan posisiku.” 

“Aku hadir saat proses penciptaan manusia. Aku adalah ciptaan Tuhan yang paling sempurna. Aku ingin semua Malaikat di Surga berlutut padaku. Tapi suatu hari Tuhan menciptakan manusia dan menyuruhku untuk menyembah pada manusia itu, makhluk yang tercipta dari debu dan tanah. Aku Lucifer, tak bisa menerima semua itu. Aku memberontak melawan Tuhan. Aku hendak naik ke langit, aku hendak mendirikan tahtaku mengatasi bintang-bintang Allah dan aku akan duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah utara. Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai yang Maha Tinggi. Pada hari itu, Aku, Lucifer menyatakan permusuhan dengan penciptaku. Lalu Tuhan menjadi sangat marah dan memerintahkan Michael dan bala tentara Surganya untuk mengusirku dari Surga.”

“Dan sejak itu aku bukan Malaikat, juga bukan Setan. Aku menyeret sepertiga Malaikat Surga untuk pergi menemaniku. Saat itulah mereka mulai memanggilku, LUCIFER THE FALLEN ANGEL. Sejak Tuhan melemparku dari Surga ke bumi, aku sudah kehilangan semua cahayaku. Aku hidup dalam kegelapan abadi, jiwaku mulai mati. Aku hanya berpikir untuk membalas dendam pada mereka suatu hari nanti, hingga hari Penghakiman tiba, aku akan terus menyesatkan manusia. Aku ingin mereka semua menemaniku di Neraka.” 

“Aku mengangkat diriku sendiri sebagai Penguasa Kegelapan, Raja Iblis Lucifer, itulah diriku yang sekarang. Aku memiliki tujuh bawahan utama : Beelzebub, Azazel, Asmodeus, Abadon, Asytoret, Asyera dan Terafim. Tapi aku tetap Lucifer, sang Putera Fajar yang terang. Aku menguasai seluruh bumi beserta isinya. Aku mempunyai kuasa untuk menyesatkan manusia. Aku yang paling sempurna diantara segala makhluk. Aku adalah Malaikat ciptaan Tuhan yang paling mulia. Dan aku adalah terang. Pada mulanya akulah pemegang terang itu. Tanpa aku, tak ada terang itu. Hanya ada gulita yang meliputi jagat raya. Bukankah di Mesir aku juga dikenal sebagai Dewa Matahari? Ditempat lain ada yang mengenalku sebagai Dewa Api. Bukankah banyak yang menyembah bulan dan bintang? Itu semua menunjukkan hakekatku. Takkan ada manusia yang menyembah sesuatu yang gelap, justru mereka menyembah semua hal yang bersinar terang. Dan itu adalah aku.”

“Tapi Allah telah mengganti namaku dengan Iblis, karena aku dianggap lawan bagi-Nya. Sebenarnya aku bukanlah lawan bagi-Nya karena mudah bagi-Nya untuk memusnahkan aku, aku sendiri tidak mengerti kenapa Allah melepaskan aku. Tapi aku tak peduli semua itu, bagiku kini tujuanku hanya satu : Membuat manusia sujud padaku. Bukankah dulu aku diminta sujud pada manusia itu? Sekarang sebagai balasnya, mereka yang harus bersujud padaku. Jahat, kejam, sadis dan semua konotasi negatif lainnya telah ditujukan padaku. Benar. Aku adalah Iblis, tentu semua predikat itu cocok untukku. Dan sejak kapan ada seorang Iblis yang peduli soal cinta? Belahan jiwa? Lucu sekali. Kurasa ini adalah jebakan dari Malaikat Surgawi untukku, entah dengan alasan apa.” Lucifer berkata dalam hati seraya mengingat hari-harinya yang indah di Surga, sesaat sebelum akhirnya dia dilempar ke bumi dan sejak itu pintu gerbang Surga tertutup untuknya. 

“Aku, Lucifer, bersumpah akan memerangi langit yang sudah membuangku.” batinnya sekali lagi, perih seraya menatap langit dengan penuh kemarahan dalam hatinya. Lucifer mencengkeram erat pagar balkonnya dengan emosi dalam dadanya.

Namun tiba-tiba saja dia teringat pertemuannya dengan Julia, dia ingat bagaimana Julia memohon padanya untuk membantunya membangkitkan kembali kakaknya dari kematian dan membebaskannya dari cengkeraman Hades. 

“Hades? Julia? Bukankah nama lengkap gadis itu Juliana La Faye? Apa mungkin kakaknya itu adalah Liliana La Faye?” Lucifer tersentak.

“TIDAK!” batinnya menolak.

“Tidak mungkin dia orang yang sama yang pernah disampaikan Michael padaku? OH NO! Aku benci jika sabda Tuhan menjadi nyata.” Lucifer mengutuk langit yang masih memiliki kontrol atas dirinya, bahkan bisa menentukan jalan hidupnya seperti ini.

Hal ini semakin membuktikan bahwa sebenarnya dia tak memiliki kuasa apapun atas dunia ini. Dia benci sekali saat sabda Tuhan menjadi kenyataan. Ini menunjukkan bahwa Tuhan masih berkuasa atas dirinya. 

“Aku harus menemui gadis itu. Juliana La Faye. Aku harus pastikan dulu kebenarannya. Siapa nama kakaknya dan benarkah dia adalah gadis yang dimaksud oleh Michael?” tanpa sadar Lucifer mulai tertarik dengan Lily. Dia segera mengeluarkan sayap Malaikatnya lalu dengan bergegas terbang dari atas balkon kamarnya dan menuju kediaman Julia.

To be continued

Tidak ada komentar:

Posting Komentar